Partai Oposisi Anies Klaim Tetap Solid Usai Pileg
TEMPO.CO | 22/04/2019 05:50
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat menyapa massa kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Utama GBK, Jakarta, Ahad, 7 April 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat menyapa massa kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Utama GBK, Jakarta, Ahad, 7 April 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta – Jumlah partai oposisi terhadap kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta diprediksi bertambah usai pemilihan legislatif yang baru lalu. Hal ini merujuk pada prediksi perolehan jumlah suara dan kursi partai politik di DPRD DKI.

Baca:
Lewat Instagram, Anies Peringatkan Pemenang Pemilu: Ada Konsekuensi

Ketua Fraksi PDIP, Gembong Warsono, mengklaim koalisi partai oposisi terhadap Anies akan tetap solid. Partai oposisi mungkin akan kehilangan satu anggota karena tak memperoleh suara yang cukup dalam Pemilu 2019 yaitu Partai Hanura. Tetapi, menurut dia, posisi Partai Hanura akan diisi anggota baru, yakni Partai Solidaritas Indonesia.

PSI yang dipimpin Grace Natalie, berdasarkan hasil hitung cepat, memastikan diri berada di urutan keempat partai di DKI memperoleh suara terbanyak. Mereka yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai gubernur dalam pemerintahan sebelumnya  menyatakan menempatkan diri sebagai oposisi Anies.

Baca berita sebelumnya:
Anies: Masyarakat Harus Kritis Terhadap Tsunami Informasi Hasil Pemilu

“Jadi kami semua masih sama," kata Gembong seperti dikutip dari Koran Tempo edisi Senin 22 April 2019. "Dengan jumlah (kursi) yang mungkin ada yang bertambah dan berkurang. Tapi, partai pengawas dan pengkritik pemerintah provinsi masih solid.”

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (kiri)Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka (kanan) dan Ketua DPP PSI Nova Rini (tengah) saat peluncuran aplikasi GoAhokPSI di Jakata, 31 Maret 2016. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

Ketua DPD PSI DKI Jakarta, Michael Sianipar, mengklaim, partainya menempati posisi keempat dengan perolehan delapan persen atau setara 10 kursi di DPRD DKI Jakarta. Menurut dia, partainya akan menjadi oposisi pemerintahan Gubernur Anies Baswedan.

Baca:
Di TPS Anies, Selisih Prabowo dari Jokowi Hanya Tiga Suara

Michael menambahkan, anggota parlemen PSI akan bersikap kritik yang konstruktif terhadap pemerintahan Anies. “Kami mengkritik tapi memberikan solusi. Mungkin akan jadi fraksi yang paling banyak membantu gubernur ke depannya dibandingkan partai koalisi mereka sendiri,” kata Michael.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT