Usai Pemilu, Omzet Pedagang Karangan Bunga Naik 10 Persen
TEMPO.CO | 21/04/2019 17:17
Pejalan kaki melewati karangan bunga yang berjejer di depan gedung KPU, Jakarta, Ahad, 21 April 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis
Pejalan kaki melewati karangan bunga yang berjejer di depan gedung KPU, Jakarta, Ahad, 21 April 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO. CO, Jakarta - Pedagang karangan bunga papan mulai ramai pesanan selepas perhelatan Pemilu 2019. Kebanyakan pesanan itu dikirim untuk memberi selamat kepada calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi yang unggul dalam hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Baca: Menang Versi Quick Count, Ini PR Jokowi

Karangan bunga itu dibanderol seharga kisaran Rp 700 ribu hingga Rp 1,8 juta. Selain ditujukan untuk calon presiden, ucapan dalam bentuk karangan bunga papan itu juga banyak dialamatkan kepada Komisi Pemilihan Umum.

Salah satu florist di daerah Petojo, Ferry, mengatakan pesanan ke tokonya naik sekitar sepuluh persen ketimbang hari biasa sejak Pemilu usai. "Semoga semakin ramai pada saat pengumuman hasil pasti jadi presidennya," ujar dia melalui pesan singkat kepada Tempo, Ahad, 21 April 2019. 

Meski demikian, Ferry menilai lonjakan pesanan itu masih belum terjadi secara signifikan. "Masih jauh berbeda ketika zaman Ahok (Basuki Tjahaja Purnama). Saat itu saya sendiri memproduksi hampir 500 papan, sekarang baru sekitar 10 papan per hari," ujar dia.

Momentum yang dimaksud Ferry itu adalah ketika berakhirnya masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada 2017 lalu. Kala itu, Balai Kota DKI Jakarta dibanjiri karangan bunga.

Ferry mengatakan, belakangan mendapat pesanan tak hanya untuk memberi selamat kepada Jokowi - Ma'ruf Amin dan KPU, melainkan juga untuk pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.  "Tapi terkhusus florist saya belum berani buat untuk Pak Prabowo karena hasil pastinya belum ada. Hasil yang sekarang keluar kan kemenangan buat Pak Jokowi, jadi selagi belum benar, saya enggak berani produksi untuk beliau, yang pasti saja untuk mencegah yang tidak-tidak," ujar Ferry.

Sementara itu, Eka, pedagang bunga papan di Pasar Bunga Rawa Belong, menuturkan belum ada kenaikan omzet signifikan pasca Pemilu 2019. "Masih biasa saja," ujar dia. 

Ia menduga belum ramainya pesanan itu lantaran masyarakat masih menunggu real count dari KPU. Namun, Eka mengatakan dalam beberapa waktu ke belakang sudah mulai ada pesanan karangan bunga untuk dua pasangan calon yang berlaga, yakni Jokowi - Ma'ruf maupun Prabowo - Sandiaga, setidaknya sekitar sepuluh papan. 

Berbagai karangan bunga terpajang di gerbang depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada Sabtu, 20 April 2019. Karangan bunga tersebut berisi dukungan terhadap kinerja KPU.

Menurut keterangan petugas keamanan KPU, karangan bunga tersebut mulai berdatangan sejak Sabtu pagi, 20 April 2019. Masyarakat langsung memasang karang bunga tersebut tepat di gerbang depan Kantor KPU. “Kemarin malam juga udah ada satu. Terus pagi mulai datang lagi,” ujar salah satu petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya kepada Tempo pada Sabtu, 20 April 2019.

Isi karangan bunga tersebut bermacam-macam. Mulai pemberian ucapan selamat dan memberi semangat kepada KPU secara formal, hingga ucapan-ucapan nyeleneh seperti “Kakak KPU Aku Padamu”, dan “Kami Bersama KPU dari komunitas masyarakat waras yang muak main presiden-presidenanan”.

Baca juga: Jokowi Makan Nasi Padang di Grand Indonesia

KPU saat ini masih melakukan penghitungan suara Pemilu 2019.  Ketua KPU Arief Budiman menyebutkan, proses rekapitulasi saat ini sudah memasuki tahap penghitungan di tingkat kecamatan.

“Kami masih melakukan penghitungan suara di tingkat kecamatan. Hingga nanti proses rekapitulasi tingkat nasional akan dilakukan paling lambat tanggal 22 Mei 2019,” kata Ketua KPU.

CAESAR AKBAR | IQBAL TAWAKAL LAZUARDI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT