Grace Natalie Nyoblos, Serangan Popmie, dan Prabowo Menang di Bui
TEMPO.CO | 18/04/2019 08:11
Grace Natalie. Instagram.com/@gracenat
Grace Natalie. Instagram.com/@gracenat

TEMPO.CO, Jakarta - Pemilu 2019 dan Pilpres 2019 menjadi perhatian publik. Tak hanya publik dalam negeri, bahkan juga luar negeri. Tokoh-tokoh jadi sorotan, termasuk Grace Natalie yang memulai debutnya di dunia politik dengan memimpin partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Pembaca Tempo.co pun pun mencari berita-berita mengenai coblosan kemarin. Sejumlah berita mengenai pemilu di Jabodetabek menjadi terpopuler yang diakses oleh mayoritas pembaca kanal Metro di Tempo.co. Tiga berita terpopuler tersebut adalah Ketua PSI Grace Natalie Nyoblos: Excited, Melebihi Pas Mau, Bawaslu DKI Sita 600 Boks Popmie Diduga Serangan Fajar Pemilu, serta Menang, Prabowo-Sandi Sapu Bersih 7 TPS di Lapas Cipinang.

BacaTolak Perda Syariah, Grace Natalie: Saya Tak Anti-agama

Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menggunakan hak pilihnya di TPS 039, Pluit, Jakarta Utara, pada hari pencoblosan Pemilu 2019, Rabu, 17 April 2019. Grace, mengenakan kemeja putih dan rompi abu-abu, datang bersama sang suami, Kevin Osmond.

"Nih jantung masih berdebar kencang dari semalam, susah tidur, terlalu deg-degan, terlalu excited kali ya. Rasanya melebihi pas mau nikah," ucap Grace setelah mencoblos.

Menurut dia, deg-degan itu dialami karena baru pertama kali menjadi partisipan pemilu. Di pengalaman perdana itu, Grace mengaku tidak gampang karena digempur banyak kebohongan. Bahkan, kata dia, hingga tadi malam tetap saja diserang dengan berita bohong soal ajakan makan bakmi yang dipelintir menjadi babi. "Tapi seneng juga ternyata ada banyak yang support," kata dia. 

Berdasarkan hitung cepat, PSI hanya menangguk suara sekitar 2 persen yang artinya partai baru itu gagal masuk ke DPR di Senayan. Ambang batas syarat masuk parlemen sebesar 4 persen. Grace pun lewat sosial media sudah menyatakan kemungkinan partainya gagal ke Senayan. Dia juga berterima kasih kepada sekitar 3 juta pemilih sekaligus berjanji terus mengawal kepentingan pendukung.

Sementara itu, Badan Pengawasan Pemilu atau Bawaslu DKI menahan satu truk sembako berisi 600 kardus Popmie yang diduga serangan fajar di di RT04 RW04 Semanan, Kali Deres, Jakarta Barat. Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu, Puadi, menyatakan truk sembako itu dicurigai akan digunakan untuk melakukan serangan subuh.

"Ada satu truk yang ketika kami periksa isinya popmie sebanyak 600 boks, yang sebagian sudah ada di rumah warga," ujar Puadi kepada Tempo, Rabu, 17 April 2019. 

Puadi menjelaskan sembako berupa mi instan itu saat ini sudah diamankan di kantor Bawaslu Jakarta Barat. Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan penelusuran ihwal kepemilikan sembako itu, sebab di sembako tak tertera stiker partai atau paslon tertentu.

"Kami buatkan berita acara dan masih ditelusuri apakah sembako ini milik relawan paslon atau partai," ujar dia.

Adapun di Jakarta Timur, suara Prabowo – Sandiaga membuncah di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Cipinang. Pasangan calon nomor urut 02 ini menyapu bersih kemenangan di tujuh TPS yang tersebar di dalam area penjara itu.

Simak: Bawaslu: DKI Rawan Serangan Fajar dan Mobilisasi Massa 

Secara keseluruhan, pasangan calon nomor urut 01, Jokowi - Ma'ruf, mendapat 557 suara, sedang Prabowo - Sandi 829. Sedangkan untuk jumlah suara tidak sah sebanyak 17 suara. Menurut petugas setempat, jadwal pencoblosan di Lapas Cipinang sempat molor hingga Jam 9 pagi. Namun secara keseluruhan berlangsung aman, setidaknya hingga pukul 16.00 WIB setelah proses penghitungan suara Pilpres selesai. 

Yusuf Manurung | M. Julnis Firmansyah | Wira Utama


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT