Bawaslu DKI Sita 600 Boks Popmie Diduga Serangan Fajar Pemilu
TEMPO.CO | 17/04/2019 11:30
Petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengikuti apel patroli pengawasan anti politik uang Pemilu 2019 di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat, 12 April 2019. Apel tersebut dilakukan secara serentak di 514 titik di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk menc
Petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengikuti apel patroli pengawasan anti politik uang Pemilu 2019 di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat, 12 April 2019. Apel tersebut dilakukan secara serentak di 514 titik di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk mencegah praktik politik uang selama pemilu serentak 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawasan Pemilu atau Bawaslu DKI menahan satu truk sembako berisi 600 kardus Popmie yang diduga serangan fajar di di RT04 RW04 Semanan, Kali Deres, Jakarta Barat.

Baca: Bawaslu: DKI Rawan Serangan Fajar dan Mobilisasi Massa

Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Puadi menyatakan truk sembako itu dicurigai akan digunakan untuk melakukan serangan subuh. 

"Ada satu truk yang ketika kami periksa isinya popmie sebanyak 600 boks, yang sebagian sudah ada di rumah warga," ujar Puadi kepada Tempo, Rabu, 17 April 2019. 

Puadi menjelaskan sembako berupa mi instan itu saat ini sudah diamankan di kantor Bawaslu Jakarta Barat. Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan penelusuran ihwal kepemilikan sembako itu, sebab di sembako tak tertera stiker partai atau paslon tertentu. 

"Kami buatkan berita acara dan masih ditelusuri apakah sembako ini milik relawan paslon atau partai," ujar dia. 

Puadi menjelaskan, temuan sembako itu berawal dari laporan masyarakat setempat. Bawaslu menerima laporan tak lama setelah melakukan patroli di pos-pos kemenangan. 

Saat patroli, Bawaslu mengimbau kepada relawan untuk tak melakukan aktivitas kampanye atau politik uang. Namun pada pukul 01.30 malam, pihaknya menerima laporan soal serangan subuh itu. 

Baca: Bawaslu Sita Amplop Isi Uang dari Rumah Ketua Gerindra Jakarta

Menurut Puadi, setelah dilakukan pemeriksaan, nantinya temuan diduga serangan fajar itu bakal dilaporkan dan dicatat sebagai salah satu temuan Bawaslu mengenai pelanggaran Pemilu 2019.  

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT