Saling Tarik Tas, Pelaku dan Korban Penjambretan Tewas
TEMPO.CO | 05/04/2019 10:55
Ilustrasi penjambretan. Rideapart.com
Ilustrasi penjambretan. Rideapart.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pembegalan yang memakan korban jiwa kembali terjadi di jalanan ibu kota. Seorang pengendara motor korban penjambretan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, tewas, begitu juga dengan satu dari dua tersangka pelaku.

Baca juga:
Kisah Sedih Korban Penjambretan yang Tewas di Cempaka Putih

Penjambretan maut itu terjadi pada Jumat dinihari, 5 April 2019. "Saat pelaku dan korban tarik menarik tas, saat motor mereka masih melaju," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Andi Sinjaya memberi konfirmasi lewat pesan singkat, Jumat pagi ini. 

 

Korban tewas disebutkan berinisial RN, seorang mahasiswi berusia 23 tahun asal Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dan HZ, satu di antara dua tersangka pelaku. RN tewas di tempat sedang HZ meninggal dalam perawatan di rumah sakit setelah motor yang ditumpangi keduanya oleng dan jatuh.

Korban RN berada di boncengan sepeda motor yang dikendarai rekannya, AH, mahasiswi asal Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Sedang HZ dibonceng MSA sebagai tersangka pelaku penjambretan. Baik AH maupun MSA kini juga dalam perawatan di rumah sakit karena luka-luka mereka.

Baca:
Alasan Pelaku Penjambretan Maut Cempaka Putih Serahkan Diri

Andi menerangkan, peristiwa penjambretan diawali ketika AH dan RN sedang berkendara dengan sepeda motor jenis Honda Beat merah. Setibanya di lampu merah Menteng, datang memepet MSA dan HZ yang juga berboncengan sepeda motor. 

Saat itu HZ berusaha merebut tas RN. Saling betot terjadi di atas sepeda motor yang sama-sama melaju itu. Sesampainya di depan Gedung Wisma Tugu, Jalan H.R. Rasuna Said, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, kedua motor oleng dan terjatuh.

"Korban tewas di tempat. Sedangkan pelaku tewas saat mendapatkan perawatan di rumah sakit," kata Andi.

Baca: 
Videonya Viral, Pelaku Penjambretan Maut Ditinggal Kelompoknya

Sedangkan, tersangka pelaku yang luka-luka saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Polri Kramatjati. "Korban yang luka dilarikan ke Rumah Sakit MMC," ujar Andi sembari menambahkan, "Pelaku akan kami proses setelah keluar dari rumah sakit."

Peristiwa begal ini mengingatkan pada kasus terdahulu yang juga berujung maut. Pada 1 Juli 2018, Warsilah tewas setelah terpelanting dari boncengan sepeda motor di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, karena berusaha mempertahankan tasnya yang ditarik pelaku penjambretan.

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT