Sesjen MPR Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu, Jangan Ada Perpecahan
TEMPO.CO | 02/04/2019 09:50
Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma’ruf Cahyono, membuka dengan resmi pelaksanaan Mukernas I Mapancas, yang  berlangsung di Jakarta pada 1-3 April 2019. (dok MPR RI)
Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma’ruf Cahyono, membuka dengan resmi pelaksanaan Mukernas I Mapancas, yang berlangsung di Jakarta pada 1-3 April 2019. (dok MPR RI)

INFO NASIONAL-- Jelang pemilu serentak yang tinggal hitungan hari, Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma’ruf Cahyono, mengajak masyarakat untuk tetap tenang. Saling menjaga suasana kondusif dan mempererat persatuan kesatuan sesama bangsa. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah, tidak saling menghasut, atau terhasut oleh isu yang dilemparkan pihak lain, apalagi yang isu yang berkonten SARA.

Pemilu menurut Ma’ruf adalah proses demokrasi, panggung mulia milik rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Bangsa Indonesia  sudah berpengalaman dalam pelaksanaan pemilu-pemilu dan terbukti sukses. Karena itu, pemilu kali ini pun, harus berlangsung damai seperti sebelumnya, bahkan harus lebih berkualitas proses maupun hasilnya, dan tidak perlu diikuti dengan perpecahan diantara anak bangsa Indonesia sendiri. 

Pernyataan itu dikemukakan Sesjen MPR, saat menyampaikan pidato kebangsaan, dihadapan peserta Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I, dan Seminar Kebangsaan Mahasiswa Pancasila (Mapancas). Acara tersebut berlangsung di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR, DPR dan DPD Senayan Jakarta, Senin (1/4). Pada kesempatan itu, mewakili Ketua MPR Zulkifli Hasan, Sesjen MPR membuka dengan resmi pelaksanaan Mukernas I Mapancas, yang berlangsung di Jakarta pada 1-3 April 2019. 

Kepada peserta Mukernas Ma’ruf Cahyono meminta mahasiswa tidak boleh berhenti dalam mencari dan menggali nilai-nilai luhur yang ada dalam Pancasila. Bukan untuk sekadar dihafal, tetapi harus dipahami dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. mulai dari lingkungan terkecil, keluarga, organisasi hingga kepada masyarakat yang ada disekitarnya. 

“Para mahasiswa pada khususnya dan pemuda pada umumnya, harus berani melakukan instropeksi, apakah Pancasila sudah menjadi bagian dari  kehidupan  kita sehari-hari atau belum,” kata Ma’ruf menambahkan.

Ma’ruf berharap Mapancas memberi kontribusi bagi penguatan ideologi Pancasila baik bagi anggotanya, maupun bagi bangsa Indonesia. Karena sebagai mahasiswa, Mapancas memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan bagi seluruh masyarakat. (*)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT