Perawat di Bekasi Diduga Bunuh Diri dengan Menyuntikkan Obat
TEMPO.CO | 27/03/2019 18:17
Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com
Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

TEMPO.CO, Bekasi - Seorang perawat di Kabupaten Bekasi diduga bunuh diri dengan menyuntikkan obat-obatan ke tubuhnya sehingga overdosis. Perawat bernama Agung Nugraha, 22 tahun, itu ditemukan tewas di tempat kerjanya di Rumah Sakit Adam Thalib, Jalan Teuku Umar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. 

Baca: Mengharukan, Surat Minta Maaf Sopir Taksi Sebelum Bunuh Diri

Agung ditemukan tak bernafas pada Selasa, 26 Maret 2019 sekitar pukul 04.00 WIB. Saksi yang pertama kali menemukannya adalah Evi Dayati, bidan yang juga bekerja di rumah sakit itu.

Saat itu Evi hendak ke kamar mandi dan melewati ruang istirahat perawat. Evi melihat Agung  dalam posisi duduk di kursi dengan badan terkulai. Karena curiga, Evi mendekat dan memeriksanya. Ia melihat wajah Agung sudah membiru.

Evi kemudian memanggil kawannya untuk memastikan kondisi Agung. Mereka menemukan bekas suntikan di tubuh Agung. Di sana juga terdapat 3 alat suntik, 3 saset alkohol dengan rincian 2 saset sudah digunakan 1 saset belum digunakan, 2 ampul Midazolam Midanes 5 mg, 1 flakon atsu water berisi 25 ml, 1 flabot otsu Nacl 10 ml.

Baca: Sebelum Bunuh Diri, Ini Pesan Terakhir Sopir Taksi untuk Rentenir  

Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Barat Komisaris Hendrik Situmorang membenarkan dugaan kematian Agung karena bunuh diri. Namun polisi belum bisa memastikan motif pemuda itu mengakhiri hidupnya. "Kami masih memeriksa saksi dari rumah sakit," kata Hendrik, Rabu, 27 Maret 2019. Adapun jenazah Agung, telah diambil keluarga untuk dimakamkan di Sumatera Selatan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT