Pemilu 2019, Ada 2 TPS di Bekas Lahan Gusuran Kampung Akuarium
TEMPO.CO | 27/03/2019 08:49
Warga beraktivitas di tempat penampungan sementara di Kampung Akuarium, Jakarta, 3 November 2017.  Pembangunan shelter ini bertujuan memberi tempat berlindung bagi masyarakat di sana. TEMPO/Fakhri Hermansyah
Warga beraktivitas di tempat penampungan sementara di Kampung Akuarium, Jakarta, 3 November 2017. Pembangunan shelter ini bertujuan memberi tempat berlindung bagi masyarakat di sana. TEMPO/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Dua tempat pemungutan suara (TPS) akan didirikan di lahan bekas gusuran Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Pemilu 2019. Pada Pilkada DKI, warga kampung Akuarium harus menumpang ke TPS tetangga.  

Baca: WNA Dalam DPT Pemilu 2019, Bagaimana Pengawasan di DKI?

Ketua RT12, RW04 Kampung Akuarium, Topaz Juanda di Jakarta, Selasa, mengatakan TPS 33 dan TPS 40 akan berdiri di lapangan dan lahan dekat mushola untuk memfasilitasi hak warga saat pemilu.

“Dua TPS dibangun untuk kurang lebih 400 pemilih di Kampung Akuarium, jadi kami tidak lagi menumpang TPS,” kata Topaz saat ditemui dekat rumahnya di Shelter Blok C, Kampung Akuarium, Jakarta, Selasa.

Setelah kena gusur pada 2016, warga Kampung Akuarium sempat menumpang ke TPS 16 dan TPS 17 pada pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017.

Topaz menjelaskan sebanyak 271 warga Kampung Akuarium telah terdaftar sebagai pemilih pada TPS 40, sementara di TPS 33 jumlah pemilih sebanyak 211 orang.

“Cuma data itu masih belum akurat karena ada delapan orang yang meninggal di daftar pemilih tetap (DPT) TPS 40, dan 11 orang juga sudah wafat di DPT TPS 33,” terang Topaz.

Menurut Topaz, daftar pemilih yang tercantum dalam DPT di dua TPS merupakan data 2013 yang sebenarnya telah direvisi oleh pengurus RT.

“Saya bingung juga saat melihat DPT, warga yang sudah meninggal, namanya masuk lagi, padahal bulan lalu sudah saya revisi sampai tiga kali,” kata Topaz.

Tokoh Kampung Akuarium, Dharma Diani mengatakan dua TPS dalam areal pemukiman merupakan suatu kewajaran yang seharusnya dilakukan pemerintah untuk memfasilitasi hak politik warga.

Alasannya, Kampung Akuarium telah kembali memiliki RT beserta perangkatnya sejak April 2018 atau sekitar dua tahun setelah kena gusur pada 2016.

“RT-nya ada, KTP sudah aktif lagi sejak Januari 2018. Jadi wajar ada TPS buat warga memilih,” ujarnya.

Rini Irawati, warga RT12, mengaku antusias karena dapat memilih di TPS yang terletak dalam Kampung Akuarium. “Saya semangat sekali memilih. Kemarin memilih itu rasanya susah sekali. Sekarang di Kampung Akuarium ada dua TPS,” kata Rini saat ditemui tengah mengasuh cucunya di halaman shelter. 

Namun, Rini mengatakan ia belum menerima undangan untuk memilih dari pengurus RT. “Tapi nama saya sudah dicocokkan di DPT. Saya punya KTP elektronik jadi siap untuk memilih,” jelas Rini.

Warga lain, Musdalifah juga mengaku antusias untuk memilih di TPS kampung Akuarium. “Saya antusias banget karena pemilu cuma lima tahun sekali. Sayang kalau tidak milih,” kata Musdalifah.

Ia berharap pemimpin terpilih dapat memperhatikan keadaan rakyat kecil, khususnya warga Kampung Akuarium yang belum sepenuhnya pulih dari insiden gusur paksa.

Senada dengan Musdalifah, Sukarti, warga, mengatakan ia siap ikut pemilu serentak pada 17 April. “Kemarin Pak RT sudah datang ke rumah cocokin data dengan DPT. Lagipula KTP juga sudah aktif lagi,” kata Sukarti.

Sebelum kena gusur paksa pada 2016, Kampung Akuarium dihuni sekitar 93 kepala keluarga (KK) atau sekitar 500 warga yang bekerja sebagai buruh pabrik, pedagang, dan nelayan. Namun setelah kena gusur, Kampung Akuarium dihuni 85 KK atau sekitar 400 warga.

Jumlah penghuni Kampung Akuarium berkurang karena saat penggusuran beberapa warga pindah ke rumah susun dan kembali ke kampung halaman.

Baca: Menjelang Pemilu 2019, Anies Minta Warga Jakarta Turut Jaga Keamanan

Pada April 2016 Pemprov DKI Jakarta yang saat itu dipimpin Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menggusur Kampung Akuarium. Penggusuran ini menjadi salah satu bahasan menarik saat Pilkada DKI Jakarta 2017. 

Anies Baswedan yang memenangi Pilkada berjanji akan membangun kembali Kampung Akuarium. Setelah perangkat RT dibentuk kembali, kini warga Kampung Akuarium bisa ikut Pemilu 2019 di daerahnya sendiri.   


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT