RI Bidik Peluang Ekspor Udang ke Negara Terimbas Penyakit AHPND
TEMPO.CO | 23/03/2019 01:07
Ilustrasi udang (Pixabay.com)
Ilustrasi udang (Pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membidik peluang pasar ekspor udang ke sejumlah negara yang produksi udangnya terimbas wabah penyakit "acute hepatopancreatic necrosis disease" (AHPND).

Baca juga: Jokowi: Permintaan Udang Domestik dan Internasional Besar

"Yang jelas, peluang pasarnya luar biasa. Seperti di Thailand atau negara lain, dengan adanya penyakit ini, produksi mereka turun bisa sampai 50 persen lebih," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, 22 Maret 2019.

Meski tidak menyebutkan nilainya, Slamet yakin peluang besar ini akan dapat dimanfaatkan Indonesia yang hingga saat ini masih terbebas dari penyakit udang mematikan itu.

"Sekarang saja dunia masih kekurangan 500 ribu ton udang. Ini jadi peluang Indonesia untuk memproduksi udang guna mengisi kekurangan di pasar," tuturnya.

Ketua Umum Shrimp Club Indonesia (SCI) Iwan Sutanto menyebut meski patut diwaspadai, penyakit AHPND menjadi berkah tersendiri bagi petani udang nasional.

Pasalnya, produksi udang dari Thailand telah turun signifikan karena wabah AHPND. Hal itu juga menyebabkan harga komoditas udang naik signifikan karena pasokannya berkurang.

"Kita dapat berkah gara-gara AHPND. Petani Thailand mungkin sudah pindah profesi karena ini sudah terjadi delapan tahun lalu," katanya.

AHPND merupakan penyakit udang yang disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus penghasil toksin mematikan.

Penyakit yang menyerang udang windu dan udang vaname itu menyebabkan mortalitas hingga 100 persen pada udang berumur kurang dari 40 hari setelah ditebar.

AHPND telah menjadi momok menakutkan bagi pelaku usaha udang di berbagai negara terjangkit seperti Cina, Thailand, Malaysia, Meksiko dan Vietnam.

Baca berita ekspor lainnya di Tempo.co

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT