Sejumlah Kepala Desa, Penggiat dan Pendamping Desa, Studi Banding ke Korea dan China
TEMPO.CO | 23/03/2019 00:08
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo melepas sejumlah kepala desa, penggiat desa dan pendamping desa yang akan mengikuti studi banding ke negara Korea dan China.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo melepas sejumlah kepala desa, penggiat desa dan pendamping desa yang akan mengikuti studi banding ke negara Korea dan China.

INFO BISNIS - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, melepas sejumlah kepala desa, penggiat desa dan pendamping desa, yang akan mengikuti studi banding ke negara Korea dan China.

"Ada 40 peserta yang diberangkatkan, 20 ke negara Korea dan 20 lagi ke negara China," kata Eko Putro Sandjojo usai pelepasan di Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Jumat, 22 Maret 2019.

Eko berharap, studi banding ke luar negeri itu dapat meningkatkan kompetensi dan memunculkan inovasi dalam pengelolaan dan pembangunan desa. Selain itu, para peserta juga diharapkan dapat membangun jaringan, menambah pengetahuan, dan membuka pasar antar kepala desa dengan mitra luar negeri.

"Kita memerlukan kepala desa, penggiat desa, dan pendamping desa, untuk lebih punya wawasan lagi. Diharapkan, setelah kunjungan itu para peserta bisa menerapkan di desanya masing-masing, apa yang mereka lihat di luar negeri," katanya.

Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa untuk tahun ini, Kemendes PDTT telah merencanakan akan mengirim seribu peserta dari kepala desa, penggiat desa, dan pendamping desa, ke sejumlah negara lainnya untuk studi banding seperti ke negara Jepang, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

"Salah satu cara yang paling cepat kita belajar adalah, kita melihat negara lain yang relatif sudah maju. Kita harapkan kepala desa dan penggiat desa ini punya wawasan yang lebih lagi. Kegiatan ini juga penting untuk pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Jadi tidak hanya infrastruktur yang dibangun, tapi juga manusianya," katanya.

Sementara itu, Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi menyebutkan, bahwa para peserta yang mengikuti studi banding ke China akan mempelajari terkait revitalisasi pembangunan desa, kebijakan pengentasan kemiskinan, pertanian modern, perikan air tawar, dan diskusi dengan petani lokal di China.

"Sedangkan yang ke negara Korea akan mempelajari terkait pembangunan pemberdayaan masyarakat desa, mengunjungi pusat buah-buah kering, dan mempelajari pendistribusiannya, serta mengunjungi pabrik pengolahan ikan dan pasar-pasar perdesaan di Korea," katanya. (*)

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT