Tiga Hari Dua Malam Siti Aisyah Menghilang dari Kampung Halaman
TEMPO.CO | 15/03/2019 09:36
Siti Aisyah merangkul dan menggandeng ayah serta ibunya dalam acara serah terima Siti Aisyah dari Kementerian Luar Negeri kepada keluarga di Gedung Foyer Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, 11 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat
Siti Aisyah merangkul dan menggandeng ayah serta ibunya dalam acara serah terima Siti Aisyah dari Kementerian Luar Negeri kepada keluarga di Gedung Foyer Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, 11 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Serang - Sejak dijemput petugas yang mengaku dari Kementerian Luar Negeri pada Rabu malam, 13 Maret 2019 pukul 20.00, hingga kini Siti Aisyah belum pulang. 

Baca: Kisah Siti Aisyah di Gang Kacang, Ketua RT: Masih Lugu ...

Orangtua Siti Aisyah, Asria alias Kiong (55) dan istrinya Bengah (50) dikabarkan tidak mencemaskan anak bungsunya itu diangkut kembali ke Jakarta. Mantan TKI itu baru sehari berada di rumahnya, setelah ditahan di Malaysia karena diduga terlibat pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. 

Menurut Indra Mutain, kerabat Aisyah di Kampung Rancasukur Desa Sindangsari Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang, Banten, kepergian Aisyah diketahui oleh orang tuanya.

"Aisyah pergi sendiri atas restu orangtuanya,"kata Indra dihubungi Tempo Jumat 15 Maret 2019.

Namun keluarga tidak mengetahui mengapa apa perempuan 26 tahun itu kembali dijemput Kementerian Luar Negeri.

Terdakwa Siti Aisyah dikawal oleh polisi di terminal anggaran KLIA2 di Sepang, Malaysia, 24 Oktober 2017. Aisyah sempat didorong menggunakan kursi roda untuk mengelilingi bandara. AP

Aisyah tiba di tanah air selepas dibebaskan dari jeratan hukuman  mati di Pengadilan Malaysia pada hari yang sama Senin, 11 Maret 2019. Dia lolos dari tudingan pembunuhan terhadap  Kim Jong nam.

Pada Selasa 12 Maret 2019 Aisyah bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, dan malam harinya baru sampai di kampung halaman di Desa Sindangsari.

Penyambutan Aisyah terhitung luar biasa, ratusan massa terdiri warga sekitar, media dan Paguyuban Warga Sindangsari antusias menanti kedatangan Tenaga Kerja Indonesia itu.

Kericuhan mewarnai penjemputan janda satu anak itu di rumah kerabat Aisyah pada Selasa tengah malam pukul 21.30. Sayangnya ratusan orang yang sejak dua hari terakhir menanti Aisyah tak ada satu pun yang berhasil memotret wajahnya, wawancara terhadap Aisyah pun ditiadakan karena yang bersangkutan pingsan.

Terdakwa pembunuhan Kim Jong-nam asal Indonesia, Siti Aisyah dikawal sejumlah polisi bersenjata saat tiba untuk menjalani sidang perdana di Pengadilan Sepang, Malaysia, 1 Maret 2017. Siti Aisyah tampak tertunduk lesu sebelum dan setelah mengikuti sidang perdana. AP Photo

Indra mengatakan Aisyah pingsan lima menit. "Setelah siuman sempat makan malam dengan sayur bening, dia menginap di sini," kata Indra, bekas Kepala Desa Sindangsari. 

Keesokan hari pada Rabu pagi, Aisyah sarapan dengan ikan sebelum  diantar ke rumahnya sekitar 500 meter dari rumah Indra.

Baca: Spanduk Jokowi Bebaskan Siti Aisyah Dekat Poster Prabowo - Sandi

Hingga hari Jumat ini mantan TKI, yang sempat dituding terlibat pembunuhan Kim Jong-nam tersebut, belum kembali ke rumah. Terhitung tiga hari dua malam Siti Aisyah menghilang dari kampung halamannya.





REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT