Musnahkan Ribuan Buku dan Disertasi, Peneliti Senior Sebut Reorganisasi LIPI Amburadul
TEMPO.CO | 12/03/2019 10:15
Musnahkan Ribuan Buku dan Disertasi, Peneliti Senior Sebut Reorganisasi LIPI Amburadul
Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI Syamsuddin Haris, di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Maret 2019. Tempo/Egi Adyatama

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengatakan ada ribuan buku, termasuk disertasi dan tesis koleksi Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI, yang telah dimusnahkan. Ia menyebut rencana pemusnahan itu dicetuskan Kepala LIPI Laksana Tri Handoko.

Baca: Kisruh Internal, Reorganisasi LIPI Dihentikan Sementara

"Puluhan ribu buku, termasuk disertasi dan tesis koleksi PDII LIPI dimusnakan oleh Kepala LIPI demi kebijakan reorganisasi yang amburadul, salah kaprah, dan keblinger. Ini jelas kabar duka bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia," kata Syamsuddin saat dihubungi, Selasa, 12 Maret 2019.

Syamsuddin menyebut pemusnahan buku itu terkait rencana dilakukannya digitalisasi. Tapi, dua truk yang berisi buku, disertasi dan tesis sudah dimusnahkan sebelum digitalisasi dilakukan. Ia menuturkan, pemusnahan ribuan buku itu dilakukan pada awal Februari 2019.

"Dilakukan pada malam hari. Semua bukti sudah dihilangkan. Termasuk buku log di satpam dan kamera pengawas (CCTV) ," ucap Syamsuddin.

Dalam foto yang diberikan Syamsuddin, belasan rak buku di ruang perpustakaan PDII LIPI tampak kosong. Hanya tinggal beberapa buku saja yang tersisa.

Sementara itu, LIPI telah membantah insiden tersebut. Melalui akun Twitter resmi @lipiindonesia, sejumlah cuitan ditulis untuk menjelaskan perkara pemusnahan tersebut yang dianggap telah disalahartikan.

Saat itu, LIPI tengah meningkatkan kualitas pendokumentasian informasi ilmiah. LIPI disebut melakukan proses weeding atau penyiangan koleksi yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan zaman serta secara fisik sudah rusak parah.

"Mekanisme weeding adalah proses normal di dunia perpustakaan untuk memeriksa koleksi perpustakaan, judul per judul untuk penarikan permanen berdasarkan kriteria penyiangan, terutama kondisi fisik koleksi tsb. Juga memberikan tempat bagi datangnya ilmu pengetahuan baru," demikian cuitan LIPI pada hari ini, 12 Maret 2019.

Baca: Diminta Mundur 65 Peneliti, Kepala LIPI: Tak Sepatutnya Dilakukan

Sementara untuk koleksi tesis dan disertasi, koleksi yang disimpan di PDDI LIPI adalah salinan tesis dan disertasi untuk dokumentasi metadata. Versi asli tetap berada di perguruan tinggi asal. Sebelum dilakukan digitalisasi atau penyiangan, PDDI LIPI memastikan tesis dan disertasi aslinya masih tersimpan di perguruan tinggi asal.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT