Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Nduga Disemayamkan di Mimika
TEMPO.CO | 08/03/2019 07:45
Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Nduga Disemayamkan di Mimika
Prajurit TNI dan Polri mengusung peti jenazah korban KKB di Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat, 7 Desember 2018. Insiden penyerangan dan penembakan ini terjadi pada 2 Desember 2018 lalu. ANTARA/Jeremias Rahadat

TEMPO.CO, Jayapura - Jenazah tiga prajurit TNI yang gugur saat kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, pada Kamis pagi, 7 Maret 2019, disemayamkan di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Mimika, hingga Kamis malam. Tiga prajurit itu adalah Sersan Dua Mirwariyadin, Sersan Dua Yusdin, dan Sersan Dua Siswanto Bayu Aji.

Baca: Kontak Senjata di Papua, 3 Prajurit TNI Gugur


Jenazah ketiga prajurit TNI tersebut dievakuasi Timika menggunakan dua helikopter Bell milik Penerbangan TNI AD pada Kamis petang. Jezanah itu kemudian dibawa ke kamar jenazah untuk diautopsi.


Rencananya jenazah tiga prajurit TNI tersebut akan diterbangkan ke kampung halaman mereka masing-masing, yaitu Nusa Tenggara Barat, Palopo Sulawesi Selatan, dan Grobokan Jawa Tengah pada Jumat siang, 8 Maret 2019.


Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kol Inf Muhammad Aidi menjelaskan ketiga prajurit yang gugur itu tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum). Saat itu, mereka sedang melaksanakan pengamanan dalam rangka proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu di Kabupaten Nduga.


Pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIT, pasukan TNI mendapat serangan dari pihak kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga.


"Pasukan TNI Satgas Gakkum berkekuatan 25 orang baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan, tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak oleh sekitar 50-70 orang KKB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak," kata Aidi.


Meski mendapat serangan tiba-tiba, pasukanTNI berusaha melakukan perlawanan sehingga berhasil menguasai keadaan dan memukul mundur kelompok bersenjata itu sampai menghilang ke dalam hutan belantara.


Pascakontak tembak itu, tiga prajurit atas nama Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin, dan Serda Siswanto Bayu Aji diketahui gugur sebagai kusuma bangsa.


Prajurit TNI berhasil merampas lima pucuk senjata api milik mereka, tetapi jenis senjatanya masih dalam penyelidikan. Selain itu, ditemukan pula satu mayat yang sat ini identitasnya masih diselidiki. Diperkirakan setidaknya tujuh hingga 10 orang anggota kelompok bersenjata tewas, namun mayatnya dibawa kabur oleh rekan-rekannya.

Baca: TNI: Jenazah 3 Prajurit yang Gugur di Nduga Telah Dievakuasi


Saat dua helikopter Penerbad yang mengevakuasi jenazah ketiga prajurit itu hendak mendarat di Mugi, anggota kelompok bersenjata kembali melancarkan serangan. Namun pasukan TNI berhasil mendarat dan proses evakuasi dapat dilakukan dalam keadaan aman.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT