Satgas Antimafia Sepak Bola Bakal Tindaklanjuti Saksi Mata Najwa
TEMPO.CO | 24/02/2019 09:38
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kedua kanan) bersama Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Rachmad Wibowo (kedua kiri), Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kedua kanan) bersama Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Rachmad Wibowo (kedua kiri), Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Dani Kustoni (kanan) dan Puslabfor Mabes Polri Kombes Pol M Nuh Al Azhar (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan mengenai berita hoax 7 kontainer surat suara tercoblos di Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas atau Satgas Antimafia Sepak Bola Polri akan menindaklanjuti keterangan tersangka dan saksi yang diungkap di acara Mata Najwa yang disiarkan pada 20 Februari 2019. Keterangan mereka akan dijadikan sebagai bukti petunjuk mengusut kasus kecurangan pengaturan skor pertandingan sepak bola di Indonesia.

Baca juga: Polisi Sebut Joko Driyono Perintahkan Rusak Barang Bukti

"Petunjuk-petunjuk itu nantinya bisa didalami dan diselidiki oleh kami," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Ahad, 24 Februari 2019.

Dalam episode 'PSSI Bisa Apa Kilid 4', sopir tersangka Pelaksana Tugas Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono, bernama Dani, menceritakan perintah bosnya tersebut. Ia menuturkan, beberapa kali diminta Joko Driyono untuk mengirim sejumlah uang dengan nominal mencapai RP5 miliar.

Sementara itu, tersangka Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih menyebut bahwa semua manajer klub pasti menjalani komunikasi dengan wasit. Najwa pun juga menghadirkan saksi dari perangkat pertandingan sepak bola yang identitasnya dirahasiakan. Menurut dia, hampir seluruh pertandingan sepak bola di Indonesia telah diatur.

Baca juga: Polri Menduga Joko Driyono Berperan di Kasus Pengaturan Skor Bola

Bahkan, PSSI turut memegang peran penting dalam kecurangan pengaturan skor. "Itu nilainya satu kalau pengakuan saja. Kami butuh bukti dokumen yang menguatkan petunjuk," ucap Dedi.

Dedi menyatakan, tak menutup kemungkinan informasi di acara Mata Najwa itu akan ditindaklanjuti oleh penyidik Satgas Antimafia Sepak Bola dan dituang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), sehingga keterangan tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT