Jerman dan Cina Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Apa saja?
TEMPO.CO | 19/01/2019 11:31
Produsen mobil mewah asal Jerman tengah memamerkan mobil konsep mewahnya dalam Auto Show China 2014 di Beijing, Cina, (20/4). REUTERS/Jason Lee
Produsen mobil mewah asal Jerman tengah memamerkan mobil konsep mewahnya dalam Auto Show China 2014 di Beijing, Cina, (20/4). REUTERS/Jason Lee

TEMPO.CO, Beijing – Pemerintah Jerman dan Cina menandatangani kerja sama untuk memperkuat koordinasi di bidang perbankan, keuangan dan pasar modal. Kedua negara juga bersepakat untuk membuka akses pasar lebih dalam untuk memperluas hubungan ekonomi.

 

Baca:

 

Kesepakatan ini tercapai dalam kunjungan dua hari di Beijing oleh Menteri Keuangan Jerman, Olahf Scholz, yang menemui Wakil Perdana Menteri Liu He. Liu merupakan penasehat ekonomi utama Presiden Xi Jinping.

“Kedua negara bakal memperkuat koordinasi kebijakan makroekonomi dan kerja sama pragmatis dalam bidang fiskal dan keuangan serta memperluas kerja sama strategis,” begitu pernyataan bersama kedua negara seusai pertemuan seperti dilansir Reuters pada Jumat, 18 Januari 2019.

 

Baca:

 

Transaksi perdagangan kedua negara mengalami penurunan di tengah ketidakpastian yang ditimbulkan perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Namun, Jerman dan Cina bersepakat mengenai perlunya kerja sama multilateral, meningkatkan tata kelola ekonomi internasional, dan melawan proteksionisme di bidang perdagangan.

Keduanya juga mendukung sistem perdagangan multilateral berbasis aturan main yang jelas seperti aturan Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO.

 

Baca:

 

“Sangat penting bagi kami, bertolak belakang dengan tren yang kita saksikan di tempat lain, untuk melihat kemajuan dalam kerja sama ini,” kata Scholz kepada media mengenai hubungan Jerman dan Cina. Pembicaraan kedua negara berlangsung di Diaoyutai State Guest House di Beijing, Cina.

Soal hubungan kedua negara ini, Liu He mengatakan,”Seiring perlambatan ekonomi dunia, volatilitas pasar naik dan menciptakan risiko lebih besar,” kata dia.

 

Baca:

 

Berlin menekankan pentingnya hubungan dagang yang dekat dan menguntungkan dengan Cina, yang merupakan ekonomi terbesar kedua dunia setelah AS dengan Jerman nomor empat. Berlin ingin melindungi sektor bisnis Jerman dan Eropa seiring meningkatnya akuisisi industri strategis di luar negeri oleh perusahaan Cina atas dukungan pemerintah.

“Jika Anda bekerja sama dengan dekat, Anda mulai menghargai persamaan dan juga mengetahui perbedaan yang ada,” kata Scholz. Menurut dia, ada ada banyak kesamaan kepentingan dalam urusan keuangan. “Ini memerlukan dialog finansial,” kata dia.

Media Xinhua melansir kedua negara mencapai 34 kesepahaman dari dialog yang digelar. Salah satunya mengenai sinergi antara Proyek Jalur Sutra Baru Cina dengan proyek infrastruktur Eropa.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT