Pangeran Harry Akan Ikut Latihan Perang Melawan Rusia di Norwegia
TEMPO.CO | 06/01/2019 05:00
Meghan,Duchess of Sussex berjalan bersama suaminya, Pangeran Harry saat menghadiri (Dari kiri) pesta kebun di Istana Buckingham di London, Inggris, 22 Mei 2018. Meghan tampil cantik dengan gaya rambutnya yang digulung rapi dengan riasan wajah yang natural
Meghan,Duchess of Sussex berjalan bersama suaminya, Pangeran Harry saat menghadiri (Dari kiri) pesta kebun di Istana Buckingham di London, Inggris, 22 Mei 2018. Meghan tampil cantik dengan gaya rambutnya yang digulung rapi dengan riasan wajah yang natural. (Dominic Lipinski/Pool Photo via AP)

TEMPO.CO, JakartaPangeran Harry akan ikut pasukan elit Inggris dalam latihan perang untuk simulasi melawan Rusia.

Latihan perang musim dingin di Norwegia akan diikuti oleh 1.000 pasukan elit dari Royal Marine Commando untuk menghadang ancaman potensial Rusia jika menyerang negara Skandinavia, menurut laporan Daily Mail, 5 Januari 2019.

Menurut laporan, ini adalah latihan perang terbesar Inggris di Kutub Utara dalam 20 tahun terakhir.

Baca: Ini Gelar Baru yang Disandang Pangeran Harry dan Markle

Pangeran Harry, Duke of Edinburgh, adalah Kepala Upacara di Royal Marines pada 2017.

Pangeran berusia 34 tahun itu berpangkat kapten di kesatuan elit Inggris dan akan menghabiskan beberapa hari dalam simulasi tempur.

Pangeran Harry mengecek kondisi helikopter Apache di Kamp Bastion, Afghanistan, 12 Desember 2012. Kapten Harry Wales, demikian nama resminya dalam kemiliteran, mulai bertugas pada tahun 2005 di Royal Military Academy Sandhurst. John Stillwell - WPA Pool/Getty Images

Tidak diketahui apakah istrinya, Meghan Merkle, yang tengah hamil akan ikut Harry ke Norwegia atau tinggal di Inggris.

Namun sumber dari militer Inggris mengatakan Pangeran Harry tidak akan mengenakan seragam militer dan kunjungannya adalah lawatan resmi.

Baca: Pangeran Harry Pindah, Apa Hubungannya dengan Pangeran William?

Sementara pejabat militer Inggris lain mengatakan latihan perang itu akan sangat intens dengan gerak taktis cepat, realistis dan kehadiran Pangeran Harry akan menjadi penyokong moral bagi pasukan di lapangan, ungkap laporan Mirror.co.uk.

Latihan perang akan melibatkan 8.000 tentara termasuk kendaraan tempur ringan, mortir, roket, artileri dan antitank.

Pangeran Harry, yang sebelumnya berperang di Afganistan dan terekam mengemudikan helikopter Apache di sana, dilaporkan mengatakan kepada teman-teman dekatnya bahwa dia sangat senang bisa kembali ke medan tempur. Pangeran Harry meninggalkan angkatan bersenjata pada 2015.

Baca: Perseteruan di Arktik, Inggris Perkuat Militer Hadapi Rusia

Seorang orang dalam kerajaan mengatakan kepada Mirror bahwa pangeran sedang menikmati perannya sebagai anggota Royal Marines dan ia menganggap karirnya di kesatuan sangat serius.

Pangeran Harry sangat menganggumi kakeknya, Pangeran Philip, yang juga pernah mengabdi di korps Royal Marines, salah satu korps elit Inggris.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT