Ini Progres Pembangunan Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan
TEMPO.CO | 04/01/2019 18:44
Foto aerial suasana kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Jumat 23 November 2018. Kementerian Perhubungan akan mengatur secara bergantian jadwal pengerjaan proyek pembangunan jalan tol layang, LRT dan kereta api cepat Jakarta-Bandun
Foto aerial suasana kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Jumat 23 November 2018. Kementerian Perhubungan akan mengatur secara bergantian jadwal pengerjaan proyek pembangunan jalan tol layang, LRT dan kereta api cepat Jakarta-Bandung yang berada di Tol jakarta-Cikampek agar dapat mengurangi kemacetan yang terjadi di jalan tol tersebut. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasamarga Japek Selatan atau JJS yang mengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan, mempercepat pembebasan atau pengadaan lahan jalan tol sepanjang 62 Km tersebut. PT JSS merupakan kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
 
 
Percepatan pembebasan lahan ini dilakukan setelah terbit Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 593/Kep.1252-Pemksm/2018 tentang Penetapan Lokasi atau Penlok untuk pembangunan Jalan Tol Japek II Selatan pada tanggal 30 November 2018. Dalam Surat Keputusan tersebut, Penlok mencakup empat kabupaten dan satu kotamadya yang terdiri dari 37 kelurahan/desa.
 
Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Japek II Selatan, Nurbaiti mengatakan, setelah Penlok ini terbit, maka dilanjutkan proses tahapan pelaksanaan pengadaan tanah. "Pada tahap ini, Dirjen Bina Marga telah menyampaikan surat ke Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat perihal permohonan pelaksanaan pengadaan tanah Jalan Tol Japek II Selatan pada tanggal 21 Desember 2018," kata Nurbaiti dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 Januari 2018.
 
Selanjutnya, kata dia, tim PPK beserta PT JJS  terus berkoordinasi secara intensif ke Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat ekspos tahapan pelaksanaan pengadaan tanah. 
 
Rencananya, kata dia pada minggu ke-2 Januari 2019, akan dilakukan ekspos tahapan pelaksanaan pengadaan tanah dengan Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan serta Kejaksaan setempat.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT JJS, Dedi Krisnariawan Sunoto mengatakan dengan terbitnya Penlok ini, proses pembebasan tanah segera dapat dilakukan. "Terlebih, PT JJS juga telah mendapat fasilitas pembiayaan sindikasi Dana Talangan Tanah sebesar Rp 4,16 triliun akhir Desember lalu dari sejumlah lembaga keuangan," kata Dedi.
 
Pembangunan konstruksi Jalan Tol Japek II Selatan terbagi dalam tiga paket, yaitu Paket I STA 00  sampai dengan STA 9+300, Paket II STA 9+300 sampai dengan STA 34+500, dan Paket III dari STA 34+500 sampai dengan STA 62+00. Saat ini, PT JJS sedang melakukan lelang pengadaan jasa pemborongan untuk Paket III. 
 
Pekerjaan konstruksi dimulai dari Paket III mengingat kondisi lahan yang bukan perumahan sehingga proses pengadaan tanahnya dapat lebih cepat. Selain itu, pada Paket III juga terdapat lokasi tanah dalam penguasaan Jasa Marga di Simpang Susun (SS) Sadang dan lokasi tanah sepanjang sekitar 10,5 Km yang dimiliki oleh Perum Perhutani. Lebih lanjut, Dedi menyampaikan, pelaksanaan tahap kontruksi akan dimulai di awal 2019.
 
“PT JJS terus mengejar target untuk pengadaan tanah sehingga proses pembangunan untuk Paket II dan I juga segera kita lakukan sehingga target pembangunan ini sesuai dengan rencana,” ujar Dedi. 
 
Jalan Tol Japek II Selatan merupakan akses jalan tol yang dimulai dari Jati Asih menuju Sadang. Jalan Tol Japek II Selatan terintegrasi dengan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan Jalan Tol Purbaleunyi. Nantinya, terdapat tujuh Gerbang Tol (GT) di Jalan Tol Japek II Selatan. Ketujuh GT tersebut adalah GT Jati Asih, Bantar Gebang, Setu, Sukaragam, Taman Mekar, Kutanegara, dan Sadang.
 
 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT