Jasa Marga Diminta Tambah Luas Parkir di Rest Area Trans Jawa
TEMPO.CO | 31/12/2018 06:06
Sejumlah kendaraan melintasi di jalan Tol Solo Ngawi saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah, Jumat, 7 Desember 2018. Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan pekerjaan fisik keempat ruas tol tersebut s
Sejumlah kendaraan melintasi di jalan Tol Solo Ngawi saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah, Jumat, 7 Desember 2018. Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan pekerjaan fisik keempat ruas tol tersebut sudah hampir 100 persen. ANTARA/Zabur Karuru

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Jasa Marga memperluas tempat parkir pada rest area yang ada di sepanjang ruas Tol Trans Jawa. Dengan demikian, daya tampung lokasi peristirahatan itu dapat meningkat untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas pada musim mudik Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.

Baca: Ada Tol Trans Jawa, Bandara Ahmad Yani Sepi Penumpang

Budi berujar saat ini telah ada 61 tempat peristirahatan pengemudi yang tersebar setiap 15 kilometer di sepanjang ruas tol Trans Jawa. Jumlah tersebut dianggap sudah cukup untuk memfasilitasi pengendara untuk beristirahat. "Kita lihat memang pada saat hari-hari biasa atau libur seperti ini tidak ada masalah, tetapi pada saat lebaran itu memang kurang tempatnya, harus disiasati dengan menambah tempat parkir," kata Budi dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad, 30 Desember 2018.

Adanya rest area di sepanjang ruas tol Trans Jawa itu juga diharapkan bisa menggenjot perekonomian rakyat di lokasi ruas jalan tol yang nantinya bakal menghubungkan Banyuwangi ke Merak itu. Salah satu bisnis yang dipacu adalah di sektor kuliner.

Untuk itu, Budi Karya Sumadi memperkenalkan Peta Kuliner Trans Jawa saat mengunjungi rest area KM 207 Tol Palimanan - Kanci, Kota Cirebon, dalam rangka Angkutan Natal dan Tahun Baru pada Sabtu, 29 Desember 2018. Peta Kuliner Trans Jawa diterbitkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada 22 Desember lalu.

Budi Karya berharap peta kuliner dapat membangkitkan perekonomian di masing-masing kota yang dilalui oleh ruas Tol Trans Jawa. Menurut dia, itu sejalan dengan tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo, yaitu menciptakan konektivitas yang langsung bermanfaat bagi masyarakat.

"Jadi berfungsi sebagai sarana perhubungan, tapi juga punya fungsi untuk membangkitkan ekonomi masyarakat di kota-kota yang dilalui," ujar Budi.

Itu pula alasan Budi bersemangat membukukan peta kuliner tersebut. Pasalnya ia sendiri selalu mencari kuliner kala pelesiran ke kota-kota tertentu. "Kalau kuliner bangkit, banyak orang yang punya kesempatan bekerja," kata dia. "Mereka punya kesempatan mengembangkan bisnis."

Buku peta kuliner Trans Jawa berisi informasi kuliner yang dilalui tol Trans Jawa, di antaranya Jakarta, Cikampek, Purwakarta, Cirebon, Pejagan, Pemalang, Batang, Semarang, Solo, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, dan Surabaya. Masing-masing kota memiliki informasi seputar makanan khas, komposisi makanan, juga lokasi tempat makan.

Bagi masyarakat yang ingin mengunduh Peta Kuliner Trans Jawa dari Kementerian Perhubungan dapat mengunjungi situs resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT