Perkelahian di Mybar Cafe Blok M, Diduga Anggota TNI Jadi Korban
TEMPO.CO | 23/12/2018 10:35
Kafe Mybar di Blok M, Jakarta Selatan, tampak dipasangi garis polisi pasca-tragedi pertikaian sejumlah orang terjadi. Peristiwa ini menyebabkan dua orang jadi korban pada Sabtu, 22 Desember 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana
Kafe Mybar di Blok M, Jakarta Selatan, tampak dipasangi garis polisi pasca-tragedi pertikaian sejumlah orang terjadi. Peristiwa ini menyebabkan dua orang jadi korban pada Sabtu, 22 Desember 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

TEMPO.CO, Jakarta - Perkelahian terjadi terjadi di Mybar Cafe Blok M, Jakarta Selatan, pada Sabtu dinihari, 22 Desember 2018. Insiden itu tertangkap kamera pengintai dan rekamannya beredar di kalangan wartawan. Dikabarkan dua orang menjadi korban yang salah satunya diduga anggota TNI.

Baca: Kabar Bentrokan Pemuda Pancasila vs Gibas di Bekasi Hoax

Novi, 49 tahun, pedagang kaki lima di sekitar Mybar Cafe, membenarkan adanya perkelahian itu. "Ada satu orang TNI jadi korban," kata Novi saat ditemui Tempo, Ahad, 23 Desember.

Menurut Novi, perkelahian pecah pada Sabtu lalu sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 WIB. Novi mendapat cerita dari seorang saksi yang mengatakan ada anggota TNI menjadi korban. “Katanya, anggota TNI itu mau melerai tapi justru jadi korban,” ujar Novi.

Diduga pertikaian itu melibatkan pengunjung kafe dan petugas keamanan cafe. Seorang sekuriti cafe dikabarkan mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Mybar Cafe tampak sepi. Bagian depan kafe telah dipasang garis kuning polisi. Ada dua sepeda motor terparkir di halaman kafe tersebut. Novi mengatakan kafe telah tutup sejak semalam. "Biasanya buka dan ramai sampai pagi," ucapnya.

Baca: Polisi Kantongi Identitas Pelaku Bentrokan Dua Ormas di Gandaria

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Komisaris Andi Sinjaya belum bersedia memberikan penjelasan tentang perkelahian di Mybar Cafe Blok M. "Nanti dulu ya, masih pendalaman," katanya. Sedangkan Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar sampai saat ini belum merespons telepon dan pesan pendek.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT