Libur Natal dan Tahun Baru, Pertamina Tambah Pasokan BBM
TEMPO.CO | 20/12/2018 06:34
Petugas tengah melakukan pengisian bahan bakar jenis premium di SPBU kawasan Matraman, Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan untuk menunda kenaikan h
Petugas tengah melakukan pengisian bahan bakar jenis premium di SPBU kawasan Matraman, Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan untuk menunda kenaikan harga Premium menjadi Rp7.000 per liter karena ketidaksiapan PT Pertamina .Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta -Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru 2019, PT. Pertamina Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta membentuk satgas Natal dan Tahun Baru 2019. Ada tambahan untuk bahan bakar minyak dan gas untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat.

BACA: Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenhub: Semua Pesawat Laik Terbang

“Kami memperkuat stock BBM & LPG, mengamankan supply BBM & LPG di Terminal BBM dan Depot LPG Pertamina, memperkuat layanan BBM & LPG di lembaga penyalur serta memberikan layanan BBM dan LPG di tempat yang rawan dengan kepadatan,” kata Dody Prasetya, Brance Manager PT. Pertamina Marketing Operation Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta, Rabu, 19 Desember 2018.

Untuk BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax Series) di DIY disiagakan tambahan stock 12 persen dari rata-rata normal harian 1.832,75 kiloliter/hari yang naik menjadi 2.015,66 kiloluter/hari. Untuk konsumsi LPG Subsidi (PSO) dan non subsidi (NPSO) di wilayah DIY disiagakan tambahan stok sebanyak 8 persen menjadi 128.957 metrikton/hari di banding rata-rata harian normal 119.417 metrikton/hari.

Sedangkan jenis BBM Avtur untuk pesawat udara juga disiagakan tambahan stok sebanyak 7 persen dari rata-rata konsumsi normal yaitu dari 480 kiloliter menjadi 514 kiloliter. Hal tersebut diupayakan untuk mengantisipasi padatnya penerbangan di bandara Jawa Tengah dan DIY selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2019.

Namun, kata dia untuk produk jenis gasoil (biosolar, dexlite dan pertamina dex) di wilayah DIY diprediksi turun 3 persen dari rata-rata harian sebesar 452 kiloliter menjadi 438 kiloliter. Sebab, adanya pembatasan operasional angkutan barang dan penurunan kegiatan angkutan industri di waktu tersebut.

“Kami menyiapkan beberapa fasilitas alternatif tempat pengisian BBM agar masyarakat dapat dengan mudah memperoleh akses mengisi BBM untuk kendaraannya selama mudik atau berwisata yaitu dengan menyebar 11 titik kios pertamax yang dilengkapi dengan mobile dispenser dan BBM Kemasan di jalur toll dan 32 SPBU kantong di wilayah Jawa Tengah dan DIY,” kata dia.

BACA: Sambut Natal, Bandara Soekarno - Hatta Gelar Customer Happiness

Fasilitas ini disebar di beberapa jalur mudik regular, ruas tol serta di jalur wisata yang rawan kepadatan kendaraan. Contohnya, untuk di wilayah DIY disiapkan 1 SPBU kantong di jalur wisata pantai Parangtritis dan 2 SPBU kantong di pantai Baron baik yang dari arah utara maupun yang dari selatan.

SPBU Kantong ini disiapkan untuk memperpendek jarak dan waktu tempuh mobil tangki menuju titik lokasi SPBU untuk kebutuhan suplai.

Andar Titi Lestari, Unit Manager Communication & CSR MOR IV menambahkan untuk memastikan konsumen mendapatkan kemudahan dalam memperoleh BBM dan LPG, Pertamina berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) serta Polda Jateng dan Polda DIY untuk menentukan titik-titik lokasi fasilitas Kiosk dan SPBU kantong.

“Kami mengimbau masyarakat yang hendak mudik dan berwisata agar mengisi tangki penuh di SPBU sebelum berangkat dan untuk mempermudah menemukan SPBU terdekat saat perjalanan,” kata dia.

Baca berita tentang Libur Natal lainnya di Tempo.co.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT