Sri Mulyani Resmi Naikkan Cukai Minuman Beralkohol pada 2019
TEMPO.CO | 17/12/2018 06:15
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pengarahan dalam Sosialisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2019 di Kemenkeu, Jakarta, Senin 10 Desember 2018. Dalam kesempatan itu Sri Mulyani mengingatkan pemerintah daerah tidak menggunakan mak
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pengarahan dalam Sosialisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2019 di Kemenkeu, Jakarta, Senin 10 Desember 2018. Dalam kesempatan itu Sri Mulyani mengingatkan pemerintah daerah tidak menggunakan makelar untuk proses pencairan dana transfer ke daerah karena tidak sesuai dengan tata kelola yang berlaku. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani telah menandatangani aturan baru mengenai penyesuaian terhadap tarif cukai minuman beralkohol. Penyesuaian tarif tersebut diberikan pada minuman yang mengandung etil alkohol atau MMEA dan konsentrat yang mengandung etil alkohol atau KMEA.

BACA: Ditegur Sri Mulyani Karena Candaan Seksis, Anang Latif Buka Suara

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti mengatakan penyesuaian tarif tersebut akan dilakukan untuk MMEA golongan A dengan kadar sampai dengan 5 persen. Penyesuaian tersebut berupa kenaikan tarif dari sebelumnya Rp 11.000 per liter menjadi Rp 15.000 per liter baik produk dalam negeri maupun impor.

"Penyesuaian tarif cukai cukai dilakukan dengan mempertimbangkan kisaran tingkat inflasi dalam empat tahun terakhir," kata Nufransa seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Minggu, 16 Desember 2018.

Keputusan tersebut temaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan atau PMK Nomor 158/PMK.010/2018 tentang Tarif Cukai Etil Alkohol, Minuman yang Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat yang Mengandung Etil Alkohol. Adapun peraturan ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2019. Karena itu, dengan adanya beleid baru ini, maka PMK Nomor 62/PMK.011/2010 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Sementara itu, Nufransa menjelaskan, MMEA golongan B dengan kadar alkohol lebih dari 5 persen hingga 20 persen dan MMEA golongan C dengan kadar alkohol lebih dari 20 persen telah dikenai tarif bea masuk yang cukup tinggi, masing-masing sebesar 90 persen dan 150 persen.

Adapun merujuk pada aturan, untuk MMEA golongan B dalam negeri tarif cukainya berubah dari Rp 40.000 per liter menjadi Rp 33 per liter. Sedangkan MMEA golongan B produk impor tarif cukainya dari Rp 40.000 per liter menjadi Rp 44.000 per liter.

Sedangkan untuk MMEA golongan C produksi dalam negeri tarif cukainya dari Rp 75.000 per liter menjadi Rp 80.000 per liter. Sedangkan untuk MMEA golongan C produk impor tarif cukainya berubah dari Rp 130.000 per liter menjadi Rp 139.000 per liter.

BACA: Sri Mulyani Teken Beleid Cukai Bir Naik Rp 2.000 per 2019

Nufransa juga menuturkan kebijakan non fiskal berupa penindakan MMEA ilegal yang intensif telah berhasil meningkatkan volume impor MMEA golongan B dan C yang sebelumnya diisi oleh MMEA impor ilegal. Kemudian, penyesuaian sistem tarif dilakukan pada KMEA yang dikenakan mengikuti international best practices.

Kemudian, kata Nufransa, sistem tarif cukai untuk KMEA yang selama ini berlaku adalah untuk KMEA jenis cair, sementara best practice yang ada di dunia dapat berbentuk padat atau sering dikenal dengan powdered alcohol atau HS 2106. Sehingga diperlukan penyesuaian tarif cukai KMEA dengan mengkonversi Rp100 ribu per liter menjadi Rp 1.000 per gram.

Baca berita tentang Sri Mulyani lainnya di Tempo.co.

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT