Tawuran Geng Pelajar: Dulu Gusuran Donat, Kini Katak Beracun
TEMPO.CO | 07/12/2018 22:24
Sekitar seribu pelajar dari Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan sekolah Sekolah Menengah Kejuruan di wilayah Tanah Abang menggelar Deklarasi Anti Tawuran di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, (5/10). ANTARA/Dhoni Setiawan
Sekitar seribu pelajar dari Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan sekolah Sekolah Menengah Kejuruan di wilayah Tanah Abang menggelar Deklarasi Anti Tawuran di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, (5/10). ANTARA/Dhoni Setiawan

TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Polisi mengungkap geng tawuran pelajar yang menamakan dirinya Perguruan Katak Beracun. Mereka terlibat tawuran yang berujung satu orang tewas dan tiga luka-luka senjata tajam di Bintaro Sektor 3 Tangerang Selatan, Minggu subuh 2 Desember 2018.

Baca berita sebelumnya:
Polisi Tangkap Tersangka Tawuran Maut Geng Pelajar Katak Beracun

Sebanyak sembilan anggota geng itu ditangkap sebagai tersangka atas tawuran tersebut. "Rata-rata para pelaku ini masih bersatus pelajar SMK dan SMP," kata Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Ferdy Irawan, Jumat 7 Desember 2018.

Geng pelajar dari sejumlah sekolah untuk kepentingan tawuran juga pernah terungkap di Jakarta Selatan. Geng bernama Gusuran Donat atau Gusdon. Sebanyak sebelas anggotanya ditangkap dalam kasus tawuran maut di Kebayoran Lama pada Sabtu dini hari 1 September 2018.

Sejumlah pelajar ketika terlibat tawuran di Jembatan Pasar Klender, Jakarta, Rabu (22/5). Seorang pelajar menjandi korban dengan mengalami luka di kepala. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

Baca:
Tawuran Geng Pelajar Sadistis, SMAN 32: Alumni yang Buat Skenario 
Tawuran Pelajar Geng Gusdon, Ini Pengakuan Siswa dan Alumni SMAN 32

"Ini sudah tawuran antar geng remaja yang anggotanya adalah pelajar," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Stefanus Tamuntuan, pada saat itu.

Sebanyak sepuluh orang termasuk alumni satu sekolah ditetapkan tersangka untuk tawuran sadistis yang diawali janjian lewat media sosial tersebut. Sadistis karena korban yang sudah terkapar karena luka senjata tajam masih disiram dengan air keras. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT