Putra Mahkota Arab MBS Keluhkan Kilang Cilacap ke Jusuf Kalla
TEMPO.CO | 01/12/2018 17:39
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua dari kiri belakang), berfoto dengan para pemimpin G20 dalam KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, Jumat, 30 November 2018. Di sela-sela KTT tersebut, JK diagendakan bertemu dengan Pemerintah Argentina, Arab Saudi, Turki, Br
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua dari kiri belakang), berfoto dengan para pemimpin G20 dalam KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, Jumat, 30 November 2018. Di sela-sela KTT tersebut, JK diagendakan bertemu dengan Pemerintah Argentina, Arab Saudi, Turki, Brasil dan Australia. REUTERS/Kevin Lamarque

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman di sela KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, Jumat waktu setempat, 30 November 2018.

Baca juga: Hadiri Pertemuan G20, JK Bawa Misi Perbaikan Perdagangan Dunia

Dalam pertemuan tersebut, Kalla dan MBS antara lain membicarakan pembangunan kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah. Di kilang Cilacap, Arab Saudi menanam modal senilai Rp 86 triliun atau US$ 6 miliar.

"Kita (Indonesia dan Arab Saudi) kan sudah ada perjanjian untuk membangun kilang minyak di Cilacap, investasinya cukup besar sekitar enam miliar dolar; (jadi) mereka minta dipercepat untuk dimulainya," kata Kalla dalam keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Selain upaya percepatan pembangunan kilang minyak di Cilacap tersebut, Putra Mahkota Salman juga meminta kerja sama terkait proyek itu. Di antaranya pemberian pelatihan tenaga kerja dan pertukaran teknologi.

Terkait keluhan Pemerintah Arab Saudi tentang pembangunan kilang minyak tersebut, Kalla menjelaskan kendala yang dihadapi Indonesia saat ini terkait urusan lahan.

"Kita harus mengakui, terhambatnya itu ada di pihak kita yang belum menyelesaikan masalah lahan. Untuk itu, mereka minta dipercepat," kata Kalla.

Dengan adanya kilang minyak di Cilacap itu, lanjut Kalla, nantinya Pemerintah akan memiliki wadah penyimpanan minyak cukup besar, sehingga dapat berdampak pada upaya pengurangan impor minyak di Tanah Air.

"Kita berharap kalau kilang minyak itu jadi, kita (Indonesia) bisa mengurangi impor minyak," ujar Jusuf Kalla.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT