Ketika Jokowi Bersenandung Lagu Deen Assalam Nissa Sabyan
TEMPO.CO | 30/11/2018 05:25
Presiden Joko Widodo menghadiri Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional XXIII, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis, 29 November 2018. Tempo / Friski Riana
Presiden Joko Widodo menghadiri Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional XXIII, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis, 29 November 2018. Tempo / Friski Riana

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyanyikan sepenggal lagu Deen Assalam yang dipopulerkan grup gambus Nissa Sabyan di acara Festival Bintang Vokalis Qosidah Gambus Tingkat Nasional XXIII di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis, 29 November 2018. "Abtahiyyah wabsalam. Ansyaru ahlal kalam zainuddin yahtirom," kata Jokowi saat bersenandung lagu itu.

Baca: Singgung Situasi Saat Ini, Jokowi Uraikan Arti Lagu Nissa Sabyan

Mendengar Jokowi melantunkan lagu itu, penonton pun tertular dan ikut bernyanyi. Namun, saat penonton hendak melanjutkan lagu lebih panjang lagi, Jokowi menghentikan mereka. Presiden mengaku hanya menghapal lirik lagu itu pada bagian reff-nya.

Menurut Jokowi, grup musik religi gambus Nissa Sabyan muncul sebagai grup qasidah dengan gaya milenial dan fenomenal. "Saya lihat kemarin di Youtube yang lihat videonya hampir 174 juta. Sudah hampir sebanyak jumlah penduduk Indonesia. Dan lagunya yang terkenal Deen Assalam," ujarnya.

Jokowi menilai munculnya grup qasidah milenial ini menandakan bahwa salawat dan qasanah Islam dapat berpadu dengan semangat zaman. Selain itu, grup musik ini membuat qasidah semakin menarik dan indah.

Baca juga: Terkenal, Nissa Sabyan Bersyukur Tak Pernah Dikomentari Negatif

"Semakin dapat menjangkau lebih banyak orang dan lintas negara dengan menggunakan teknologi terbaru. Sekarang ada YouTube, mungkin 10 tahun lagi ada cara yang baru," kata dia.

Jokowi menuturkan, para peserta qasidah sesungguhnya sedang menyiarkan Islam. Melalui qasidah, kata Jokowi, mereka sebetulnya sedang menghadirkan rasa damai di hati umat yang mendengarkannya. "Dan saudara-saudara sedang membangkitkan optimisme dan perilaku positif bangsa. Saudara-saudara terus membesarkan peradaban dan kebudayaan Islam," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT