Calon Pahlawan Nasional A.R. Baswedan: Menggalang Keturunan Arab
TEMPO.CO | 08/11/2018 08:45
AR. Baswedan. Wikipedia
AR. Baswedan. Wikipedia

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan memberikan gelar pahlawan nasional kepada beberapa tokoh pada Hari Pahlawan, 10 November 2018 mendatang. Rencananya, ada enam tokoh yang akan memperoleh gelar pahlawan nasional tersebut. "Direncanakan penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk enam orang," kata Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin, Rabu, 7 November 2018.

Simak: Enam Tokoh Bakal Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Salah satu tokoh yang akan mendapatkan gelar pahlawan nasional ini adalah Abdurrahman Baswedan. A.R. Baswedan adalah tokoh nasional yang berasal dari Yogyakarta dan merupakan kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

A.R. Baswedan merupakan tokoh keturunan Arab yang dikenal sebagai seorang jurnalis, diplomat, serta sastrawan. Pada masa penjajahan, pria kelahiran Surabaya, 9 September 1908 ini berperan mengajak orang-orang keturunan Arab agar bersatu membantu perjuangan Indonesia. A.R. Baswedan berperan penting menyiapkan gerakan pemuda peranakan Arab untuk berperang melawan Belanda.

A.R. Baswedan juga mencetuskan Sumpah Pemuda Keturunan Arab yang digelar pada 4 Oktober 1934. Pada masa itu, A.R Baswedan berkeinginan mengajak serta menyadarkan keturunan Arab bahwa tanah air mereka adalah Indonesia dan tak lagi berorientasi pada negara-negara Arab seperti Yaman dan Hadramaut.

Baca sepak terjang A.R. Baswedan menyiapkan kemerdekaan.

Menjelang masa kemerdekaan, Abdurrahman menjadi salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dia bersama para tokoh nasional lain berkontribusi dalam menyusun Undang-Undang Dasar 1945 dan turut menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).

A.R. Baswedan juga memiliki peran penting dalam perjuangan setelah kemerdekaan. Pada kabinet pertama Presiden Soekarno, A.R. Baswedan menjabat Menteri Muda Penerangan. Dia dan beberapa tokoh lain berjasa dalam mengabarkan kemerdekaan RI dan mencari dukungan diplomatik ke berbagai negara sahabat salah satunya Mesir.

Dia pernah dianugerahi Bintang Mahaputra Adipradana pada tahun 2013 di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penganugerahan bintang ini sebagai tanda kehormatan atas jasa A.R. Baswedan terhadap bangsa dan negara. Aljazair juga memberikan medali kepada A.R Baswedan atas pertemanannya dengan para tokoh Aljazair dan memberikan bantuan moril atas peristiwa Revolusi Aljazair 1 November 1954.

Baca: WNI Keturunan Arab Minta A.R. Baswedan Jadi Pahlawan Nasional

Sejarawan dari Yayasan Nabil, Didik Kwartananda mengatakan usulan A.R. Baswedan agar diberi gelar pahlawan nasional sudah pernah diajukan beberapa tahun lalu. "Kami sudah coba usulkan sejak tahun 2011," ujar Didik saat dihubungi Tempo, Ahad 4 Oktober 2015. A.R Baswedan wafat pada 16 Maret 1986 setelah menyelesaikan naskah autobiografinya. Dia dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT