Polisi Tetapkan Pelaku Pembakaran Bendera Garut Sebagai Tersangka
TEMPO.CO | 29/10/2018 18:30
Umat membawa bendera-bendera Ar-Rayah  saat aksi bela bendera Tauhid di Bandung, Jawa Barat, Jumat 26 Oktober 2018. Ribuan umat islam dari berbagai organisasi melakukan aksi unjuk rasa dan memprotes aparat yang menangkap pembawa bendera Ar Rayah dalam ins
Umat membawa bendera-bendera Ar-Rayah saat aksi bela bendera Tauhid di Bandung, Jawa Barat, Jumat 26 Oktober 2018. Ribuan umat islam dari berbagai organisasi melakukan aksi unjuk rasa dan memprotes aparat yang menangkap pembawa bendera Ar Rayah dalam insiden pembakaran bendera di Garut. TEMPO/Prima mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Jawa Barat menetapkan dua anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai tersangka dalam insiden pembakaran bendera di Garut saat perayaan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober lalu.

Baca: Polisi Tetapkan Pengibar Bendera di Garut Tersangka Huru Hara

"Ada dua pembakar bendera sudah menjadi tersangka. Mereka berinisial M dan F," kata Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat Komisaris Besar Umar Surya Fana melalui pesan singkat, Senin, 29 Oktober 2018.

Polisi, kata Umar, membidik keduanya dengan Pasal 174 KUHP. Beleid ini mengatur soal seseorang yang dengan sengaja mengganggu rapat umum yang tidak terlarang dengan mengadakan huru hara atau membuat gaduh. Hukuman maksimalnya adalah penjara tiga minggu.

Penetapan tersangka keduanya sudah berdasarkan pemeriksaan saksi dan juga alat bukti. Termasuk, pemeriksaan terhadap penyusup pembawa bendera hitam tersebut.

Simak juga: Pakar Hukum: Pembakar Bendera di Garut Mestinya Jadi Tersangka

Hingga saat ini, Polda Jawa Barat telah menetapkan tiga tersangka terkait kasus pembakaran bendera ini. Mereka adalah F dan M, serta U yang membawa bendera tersebut sehingga menimbulkan kegaduhan. U sudah terlebih dulu ditetapkan sebagai tersangka pembakaran bendera.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT