Jamal Khashoggi Tewas, Siapa Deputi Kepala Intelijen Arab Saudi?
TEMPO.CO | 20/10/2018 19:59
Seorang demonstran memegang gambar Jamal Khashoggi saat protes di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul [Osman Orsal / Reuters]
Seorang demonstran memegang gambar Jamal Khashoggi saat protes di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul [Osman Orsal / Reuters]

TEMPO.CO, Riyadh – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberhentikan Deputi Kepala Intelijen, Mayor Jenderal Ahmed al-Asiri, terkait tewasnya kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi.

Baca:

Jamal Khashoggi Tewas, Deputi Kepala Intelijen Diberhentikan

Nama Al-Asiri termasuk dari 5 pejabat tinggi Arab Saudi yang diberhentikan pada Jumat, 19 Oktober 2018.

“Al-Asiri bertindak sebagai penasehat Putra Mahkota Pangeran Mohammed Bin Salman, yang mempromosikannya ke posisi Deputi Kepala Intelijen pada 2017,” begitu dilansir Aljazeera, Sabtu, 20 Oktober 2018. “Dia disebut sebagai salah satu orang dekat MBS.”

 

Baca:

 

MBS adalah singkatan dari Mohammed Bin Salman, yang merupakan putra mahkota. “Dia (Al-Asiri) adalah salah satu tokoh kunci dalam Kerajaan Arab Saudi, seorang tokoh sangat senior,” begitu dilansir Aljazeera. “Dia dituding sebagai salah satu orang yang ikut bersalah dalam kasus ini.”

Al-Asiri sebenarnya tidak termasuk dalam daftar 15 orang terduga pelaku pembunuhan Khashoggi di kantor Konjen Saudi di Istanbul, Turki.

Ke-15 orang ini datang ke Istanbul menggunakan dua pesawat sewaan pada pagi hari 2 Oktober 2018. Saat itu, Khashoggi telah berada di dalam Konjen Saudi untuk mengurus dokumen terkait rencananya menikah dengan seorang perempuan Turki.

 

Baca:

 

Al-Asiri relatif dikenal di kalangan jurnalis yang meliput isu Timur Tengah. Ini karena dia pernah menjabat sebagai juru bicara dari koalisi militer pimpinan Arab Saudi dalam aksi militer di Yaman.

Seperti dilansir Washington, pemerintah Arab Saudi membentuk Komite Menteri, yang diketuai MBS, untuk merombak badan intelijen negara itu terkait tewasnya Jamal Khashoggi. Komite ini beranggotakan sejumlah menteri seperti Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Presiden Jenderal Intelijen, Khalid Alhumaidan, dan Presiden Keamanan Negara, Abdulaziz Alhowairini.

 

Baca:

 

Media Anadolu melansir tim investigasi gabungan dari Turki dan Arab Saudi telah menggeledah rumah dari konsul jenderal Saudi di Turki dan kantornya untuk mencari mayat Jamal Khashoggi. Namun, petugas belum menemukannya hingga ini. Ada dugaan mayat Khashoggi dibuat di sebuah hutan di pinggi Kota Istanbul.  


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT