Hendak Mediasi Sopir Cium Penumpang, Netizen Hujat Grab Indonesia
TEMPO.CO | 11/10/2018 15:35
Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, pada perayaan ulang tahun ke-4 Grab Indonesia di Empirica, SCBD, Jakarta, 3 Juni 2016. TEMPO/Diko Oktara
Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, pada perayaan ulang tahun ke-4 Grab Indonesia di Empirica, SCBD, Jakarta, 3 Juni 2016. TEMPO/Diko Oktara

TEMPO.CO, Jakarta – Perusahaan aplikator transportasi online Grab Indonesia dihujani kritik di media sosial. Netizen mengecam Grab Indonesia karena hendak memediasi satu sopir yang menjadi mitranya dengan seorang pelanggan atau penumpangnya. Si sopir sebelumnya dilaporkan melecehkan penumpang perempuannya itu.

Baca: Viral Sopir Cium Penumpang Perempuan, Ini Tanggapan Grab

Netizen mengkritik kebijakan Grab Indonesia sebagai tidak tegas dan tidak berempati terhadap penumpang yang menjadi korban tersebut. Satu pengguna Twitter, @Whimsical_vin, misalnya menghujat dengan menulis, "F you very much," Kamis, 11 Oktober 2018. Dia sambil menyertakan rekam gambar yang menunjukan penghapusan aplikasi Grab dalam ponselnya.

Akun @cesarinae juga mengkritik tindakan Grab Indonesia. Menurutnya kebijakan yang ingin mempertemukan langsung pelaku dengan korbannya itu sangat tidak tepat. "Kecewa sekali dengan @GrabId saya pikir akan menawarkan solusi yang cerdas ternyata malah solusi bodoh yang ditawarkan kepada korban, mempertemukan kedua pihak hanya akan menimbulkan trauma bagi si korban. Logikanya tolong dipakai," cuit akun tersebut.

Baca: Perampokan di Taksi Online, Grab Indonesia Pasang Fitur Emergency

Sementara, akun @heyitsmonde meminta Grab Indonesia untuk melaporkan sopir pelaku pelecehan itu ke polisi alih-alih menggelar mediasi. "Kalian harusnya dampingin korban bikin laporan ke polisi! Ngajak mediasi, berharap baikan? Dikira ini perkara anak TK rebutan permen?!" cuit akun itu.

Grab Indonesia sebelumnya menyatakan telah membekukan sementara akun sopir Grabcar yang dikabarkan memaksa mencium seorang penumpang perempuan. Peristiwa itu viral di media sosial karena selain melecehkan penumpangnya, pengemudi Grab itu juga meminta agar penumpang tersebut memberikannya skor lima bintang atau terbaik.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan telah melakukan prosedur standar untuk menangani kasus tersebut. Prosedur pertama, kata dia, jika ada laporan terkait tindakan tidak menyenangkan oleh pengemudi pihaknya akan membekukan akun dari mitra Grab tersebut.

Baca: Grab Indonesia Berhentikan Pengemudi Ojek Online yang Pukul Pejalan Kaki

"Pembekuan sementara sampai penyelidikan di Grab selesai dan sampai ada kesimpulan," ujar dia di Ritz Carlton, Rabu, 10 Oktober 2018.

Untuk menuju kesimpulan itu, Grab Indonesia di antaranya menunggu mediasi dilakukan. Menurutnya, penjelasan telah disampaikan kepada si penumpang namun yang bersangkutan menolak untuk datang sekalipun si sopir telah bersedia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT