Kasus Skripal Bocor, Putin Marahi Kepala Intelijen Militer Rusia
TEMPO.CO | 09/10/2018 20:30
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato dalam satu sesi forum internasional Russian Energy Week di Moskow, Rusia 3 Oktober 2018. [REUTERS]
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato dalam satu sesi forum internasional Russian Energy Week di Moskow, Rusia 3 Oktober 2018. [REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Vladimir Putin memarahi kepala lembaga intelijen militer Rusia, GRU, atas kasus peracunan Sergei Skripal.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, 9 Oktober 2018, kepala GRU Kolonel Igor Korobov, 62 tahun, dilaporkan mendadak sakit setelah dimarahi habis-habisan oleh Putin.

Baca: Satu Pelaku Peracunan Skripal Diidentifikasi sebagai Dokter

Kemarahan Putin atas Korobov terjadi ketika tersangka Salisbury yang kedua diidentifikasi sebagai dokter GRU, yang disinyalir menggunakan identitas samaran.

Kepala GRU Kolonel Igor Korobov [Dailymail]

Dokumen identifikasi menyebut salah satu tersangka adalah dr Alexander Mishkin, yang juga mencantumkan markas GRU di Moskow sebagai alamat rumahnya.

Identifikasi tersangka peracunan muncul ketika pejabat Kementerian Pertahanan Rusia dilaporkan bertemu dengan staf senior GRU untuk memarahi taf senior GRU atas operasi luar negerinya.

Baca: Vladimir Putin Sebut Skripal Bajingan dan Pengkhianat

Pertemuan rahasia pada Sabtu 6 Oktober dilaporkan berisi kemarahan atas "orang-orang bodoh" di balik misi di Inggris, Belanda dan Amerika Serikat.

Mereka yang bertanggung jawab atas kesalahan misi dikecam karena ketidakmampuan dan ceroboh.

"Mengapa Anda tidak memakai topi Budenovka saja?' mengacu pada topi-topi yang dihiasi dengan bintang Merah yang merupakan bagian dari seragam militer Komunis setelah Revolusi Rusia, ungkap laporan dalam pertemuan rahasia tersebut.

Alexander Petrov yang disebut oleh situs Bellingcat sebagai Alexander Yevgenyevich Mishkin, berusia 39 tahun, yang diduga sebagai dokter GRU, badan intelijen militer Inggris. [Russia Today]

 

Dua Tersangka Diidentifikasi sebagai Dokter Militer dan Perwira

 

 

Situs investigasi Bellingcat, yang juga mengungkap Ruslan Boshirov sebagai Kolonel Anatoliy Chepiga, mengungkapkan identitas sebenarnya dari tersangka kedua.

Dokumen-dokumen Rusia termasuk dan ahli pengenalan wajah telah digunakan untuk mengkonfirmasi bahwa Alexander Petrov sebenarnya dr Alexander Yevgenyevich Mishkin, seorang dokter militer yang terlatih dalam lembaga intelijen GRU.

Mishkin bahkan menggunakan tanggal lahirnya sendiri dan nama-nama pertama orang tuanya sebagai bagian dari identitas samarannya sebagai Alexander Petrov, dan mendaftarkan alamat rumahnya sebagai Khoroshevskoe Shosse 76B di Moskow, markas besar dinas intelijen militer Rusia.

Mishkin lahir di Rusia bagian utara dan lulus dari Akademi Medis Militer elit.

Dia dilatih sebagai dokter untuk angkatan bersenjata angkatan laut Rusia sebelum direkrut oleh GRU, pindah ke Moskow pada tahun 2010, dan dengan asumsi identitas penyamarannya Alexander Petrov.

Paspor dr Alexander Yevgenyevich Mishkin. [Dailymail]

Mishkin dilaporkan telah bepergian ke luar negeri dengan identitas barunya, termasuk beberapa perjalanan ke Ukraina.

Skripal dan putrinya Yulia diracuni oleh agen saraf Novichok di Salisbury pada bulan Maret, yang menyebabkan mereka kritis.

Bulan lalu Bellingcat mengungkapkan Boshirov sebenarnya Kolonel Anatoliy Chepiga.

Ia juga mengungkapkan ia dijadikan Pahlawan Federasi Rusia dengan keputusan presiden selama upacara rahasia pada tahun 2014.

Baca: Kasus Skripal, Rusia Persilakan Inggris Interogasi Dua Warganya

Kolonel Chepiga dan dr Mishkin didakwa in absentia atas peracunan di bulan Maret oleh Kejaksaan Inggris, tetapi kemudian muncul di saluran berita pro Rusia, RT, dan mengaku bahwa mereka hanya bertamasya di Salisbury setelah gagal mencapai Stonehenge karena salju dan mencari katedral Salisbury, di mana lokasinya dekat dengan kediaman Sergei Skripal.

Keduanya juga menolak menjelaskan mengapa mereka memesan sebuah hotel London timur, 204 kilometer jauhnya, atau jejak Novichok di hotel mereka dan enggan menjelaskan mengapa mereka tidak membawa barang ketika mereka buru-buru pulang ke Rusia.

Dalam video yang disiarkan oleh saluran RT, Ruslan Boshirov (kiri), dan Alexander Petrov menghadiri penampilan publik pertama mereka dalam sebuah wawancara dengan saluran RT di Moskow, Rusia, Kamis, 13 September 2018. (Video saluran RT via AP)

Kasus Skripal dan pengungkapan pekan lalu bahwa GRU juga diduga mencoba meretas ke organisasi pengawas senjata kimia dunia di Belanda semakin memperburuk hubungan Moskow dengan negara Barat.

Baca: Diincar Rusia, Ternyata Skripal Bekerja di 4 Intelijen Berbeda

Pekan lalu, Vladimir Putin menyebut Sergei Skripal bajingan dan pengkhianat.

"Dia hanya mata-mata, seorang pengkhianat ke tanah air ... Dia hanya bajingan," kata Putin dalam sebuah forum energi.

Rusia terus menyangkal berada di balik serangan terhadap Sergei Skripal, mantan agen ganda yang menjual rahasia Rusia kepada Inggris.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT