Hari Kopi Sedunia, Ribuan Warga Serbu Malioboro Coffee Night
TEMPO.CO | 03/10/2018 02:52
Ilustrasi festival kopi. ANTARA/Irwansyah Putra
Ilustrasi festival kopi. ANTARA/Irwansyah Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Pesta kopi gratis dalam ajang Malioboro Coffee Night yang digelar di Jalan Malioboro Yogyakarta Selasa 2 Oktober 2018 untuk Hari Kopi Sedunia, sukses mengundang ribuan warga. Bersama para turis mereka menikmati kopi sembari menikmati musik di pinggir jalan.

Dalam event untuk memeriahkan Hari Kopi Sedunia, Hari Batik Nasional juga peringatan Hari jadi Kota Yogya ke-262 itu disediakan 26.200 cup kopi secara cuma cuma bagi pengunjung.
Baca : Disediakan 26.200 Cup Kopi, Besok Ngopi Gratis di Malioboro

Kopi gratis aneka macam dan jenis itu mulai dibagikan pada pukul Selasa, pukul 22.00 WIB hingga Rabu 3 Oktober 2018 pukul 06.00 WIB.

"Baru sekitar 10 menit sejak jam kopi gratis dimulai, 250 cup kopi langsung habis diserbu," ujar Ahmad Fadol, 31, pemilik lapak Afzad Coffee yang turut menjadi salah satu peserta Malioboro Coffee Night itu.

Pria asal kampung Tegalsari Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah itu mengaku kewalahan dengan membeludaknya pengunjung acara itu.

Namun ia merasa bersyukur karena sambil membagikan kopi gratis, Ahmad juga bisa memasarkan dan menjajakan kopi robusta kemasan miliknya sendiri yang diberi label Afzad Coffee.
Simak : Peneliti ITB Bikin Kopi Fermentasi, Saingi Kopi Luwak

Pantauan Tempo, kepadatan pengunjung yang memburu kopi gratis itu mulai dari kawasan depan Malioboro Mall hingga utara Kampung Pecinan Ketandan. Aneka lapak yang menyajika beberapa daerah di Indonesia seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera sampai Papua dikerubuti warga yang ingin mencicipi.

Grace Ayu, 22, mengaku puas berhasil mendapatkan dua cup kopi gratis untuk dinikmati dalam acara itu. Mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu mengaku tahun 2017 lalu sempat kecele setelah gagal mendapatkan kopi gratis dari berbagai wilayah tanah air yang disajikan ketika event itu kali pertama digelar.

"Sekarang bisa nikmatin rasanya kopi Sumatera dan Papua, puas," ujar dara yang sejak sore menunggu event itu bersama lima kawan kampusnya.

Seorang wisatawan asal Jerman, Patrick, 25, mengaku ikut mencicipi kopi gratis lalu membeli kopi dalam event itu meski ia sebenarnya bukan pecinta kopi. Ia menjajal kopi hitam khas Wonosobo.

"Karena ramai sekali yang datang di sini saya jadi penasaran coba, rasanya enak," ujarnya dalam bahasa Inggris.

Walikota Yogya Haryadi Suyuti mengaku puas menyaksikan antusiasme warga memadati event yang digelar Komunitas Kopi Nusantara dan Pemerintah Kota Yogya itu.
Baca juga : Anies Ganti OK OTrip, Transjakarta: Baru 4 Operator Beroperasi

"Meski bukan hari libur ternyata pengunjung tetap membeludak di Malioboro untuk ngopi bareng dan mengenal kopi nusantara," ujarnya.

Tak hanya kopi dalam bentuk minuman yang bisa dinikmati warga dalam event itu. Kopi yang diolah menjadi isi bakpia, camilan khas Yogya, juga ludes meski tak dibagikan gratis.

Bakpia isi kopi itu dijajakan Sekretariat Bersama Perhimpunan Pecinta Alam Yogya yang menggandeng produsen kopi, SA Coffee. Sebanyak 10 persen keuntungan penjualan di Hari Kopi Sedunia kali ini disisihkan untuk donasi korban gempa Palu dan Donggala.




REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT