Dalam 9 Bulan, Kuwait Usir 13 Ribu Warga Asing
TEMPO.CO | 27/09/2018 15:37
Warga Filipina berunjuk rasa meminta keadilan bagi tenaga kerja wanita Joanna Demafelis, yang tewas dibunuh majikannya di Kuwait. Reuters
Warga Filipina berunjuk rasa meminta keadilan bagi tenaga kerja wanita Joanna Demafelis, yang tewas dibunuh majikannya di Kuwait. Reuters

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri Kuwait mendeportasi 13 ribu warga negara asing dalam waktu sembilan bulan. "Paling banyak dari India, Filipina dan Ethiopia."

Informasi yang diperoleh Middle East Monitor menyebutkan, seluruh warga negara asing yang diusir itu disebabkan oleh bermacam alasan.Jessica Demafelis, saudari dari TKW asal Filipina Joanna Demafelis yang tewas di Kuwait, menangis saat menerima peti jenazah saudarinya. Inquirer -- LYN RILLON

"Mereka diusir karena masalah kesehatan, pelanggaran hukum perburuan dan melakukan tindakan kejahatan," tulis Middle East Monitor mengutip keterangan otoritas Kuwait.

Menurut sumber, sebagian besar warga asing yang diusir itu berasal dari India disusul warga negara Filipina dan Ethiopia. Sesuai dengan prosedur deportasi, otoritas Kuwait menahan mereka di dalam tahanan sebelum persyaratan keberangkatan mereka diselesaikan.

Hubungan Kuwait dengan Filipina sempat memanas terkait dengan insiden pelecehan tenaga kerja wanita Filipina di sana. Kasus ini membuat Presiden Duterte marah dan melarang seluruh warganya bekerja di negeri itu. Namun, hubungan tersebut berangsur membaik setelah diselesaikan melalui saluran diplomatik.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT