• Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi setinggi 1.000 meter. Foto: BNPB

    TERASLAMPUNG.COM -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM melansir data bahwa tubuh Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah berubah akibat erupsi yang terus-menerus.

    Berdasarkan pengamatan visual dan pengukuran, tinggi Gunung Anak Krakatau yang semula 338 meter, saat ini hanya 110 meter. Volume Gunung Anak Krakatau menurun. Volume yang hilang diperkirakan 150-180 juta meter kubik.

    Volume yang tersisa saat ini berkisar 40-70 juta meter kubik. Berkurangnya volume tubuh Gunung Anak Krakarau ini diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunungapi yang disertai oleh laju erupsi yang tinggi dari 24-27/12/2018.

    Pengamatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau secara intensif oleh PVMBG. Status Gunung Anak Krakatau tetap di level Siaga (Level III).

    "Direkomendasikan kepada masyarakat untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau di dalam radius 5 km dari kawah karena berbahaya dari lontaran batu pijar, aliran lava, awan panas dan hujan abu pekat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu malam,29 Desember 2018.

    Sutopo membantah informasi yang menyebutkan status Gunung Anak Krakatau naik jadi Awas (level IV) atau status paling berbahaya.

    "Tidak benar informasi yang mengatakan status Gunung Anak Krakatau naik Awas (Level IV). Bahkan tidak ada rencana menaikkan status gunungapi ke Awas dengan kondisi saat ini. Jadi status Gunung Anak Krakatau tetap di level Siaga (Level III)," katanya.

    [embed]https://twitter.com/i/status/1077045675290812416[/embed]

     

    The post Terus Erupsi, Volume Gunung Anak Krakatau Berkurang Jadi 110 Meter appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Upaya penangangan darurat pasca-stunami Selat Sunda masih terus dilakukan. Tm SAR gabungan terus mencari korban yang berada di bawah puing-puing material hanyutan tsunami.

    "Tim SAR gabungan juga menyisir daerah di sepanjang pantai terdampak. Tim SAR gabungan menemukan jenasah korban di sekitar pantai Pandeglang dan Serang. Penanganan pengungsi terus dilakukan dengan mengirim dan mendistribusikan bantuan logistic. Tiga helicopter BNPB hilir mudik mengirim logistic ke beberapa desa di Kecamatan Sumur Pandeglang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu malam,29 Desember 2018.

    Menurut Sutopo, sampai  H+7 atau 29 Desember 2018 tercatat korban tsunami di Selat Sunda adalah 431 orag meninggal dunia, 7.200 orang luka-luka, 15 orang hilang, dan 46.646 orang mengungsi.

    Kerugian material antara lain 1.527 unit rumah rusak berat, 70 unit rumah rusak sedang, 181 unit rumah rusak ringan, 78 unit penginapan dan warung rusak, 434 perahu dan kapal rusak dan beberapa kerusakan fasilitas public. Korban dan kerusakan material ini berasal dari lima Kabupaten yaitu Pandenglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus.

    Jumlah korban dan dampak bencana paling banyak terjadi di Pandeglang. Tercatat 292 orang meninggal dunia, 3.976 orang luka-luka, 8 orang hilang, dan 33.136 orang mengungsi. Kondisi pengungsi masih memerlukan bantuan.

    "Pengungsi memerlukan bantuan kebutuhan dasar seperti permakanan, air bersih, MCK, pakaian layak pakai, selimut, tikar, pelayanan medis, dan lainnya. Bantuan logistik terus dikirim namun terkendala distribusi ke titik pengungsian yang aksesnya cukup sulit dijangkau dan cuaca, khususnya di daerah Sumur," katanya.

    Untuk membantu proses evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban di Sumur maka dikerahkan 31 alat berat berupa 9 unit excavator, 1 unit greader, 4 unit loader, 3 unit tronton, dan 14 unit dump truck. Tiga helicopter dikerahkan untuk mengirim logistic dari udara.

    Di Kabupaten Serang, tercatat 21 orang meninggal dunia, 247 orang luka-luka, dan 4.399 orang mengungsi. Sementara itu, di Lampung Selatan tercatat 116 orang meninggal dunia, 2.976 orang luka-luka, 7 orang hilang dan 7.880 orang mengungsi. Sedangkan di Pesawaran tercatat 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka dan 231 orang mengungsi, dan di Tanggamus 1 orang meninggal dunia dan 1.000 orang mengungsi.

    Jumlah pengungsi pada malam hari sering lebih banyak daripada siang. Sebab pada siang hari sebagian pengungsi bekerja atau kembali ke rumahnya, pada malam hari kembali ke tempat pengungsian.

    Penangananan darurat masih berlangsung. Kepala daerah telah menetapkan masa tanggap darurat di 4 daerahnya yaitu Kabupaten Pandeglang (22/12/2018 hingga 4/1/2019), Serang (22/12/2018 hingga 4/1/2019), Lampung Selatan (23/12/2018 – 29/12/2018), dan Provinsi Banten (27/12/2018 hingga 9/1/2018).

    Kemungkinan masa tanggap darurat di Kabupaten Lampung Selatan akan diperpanjang mengingat masih banyak korban yang perlu ditangani dan kebutuhan darurat masih diperlukan untuk kemudahan akses dalam penanganan bencana. Pada hari ini akan dilakukan rapat koordinasi membahas perpanjangan masa tanggap darurat di Kabupaten Lampung Selatan.

    Untuk membantu operasional darurat, maka BNPB telah memberikan bantuan dana siap pakai Rp 500 juta kepada BPBD Pandeglang, dan Rp 250 juta kepada BPBD Lampung. Selain itu bantuan logistik juga terus dikirimkan.

    Pemerintah pusat dari TNI, Polri, berbagai kementerian/lembaga bersama NGO, relawan, dunia usaha terus memberikan bantuan kepada masyarakat yang daerah terdampak tsunami di Selat Sunda. Secara umum penanganan terkoordinasi dan berjalan dengan baik.

    The post BNPB: Korban Meninggal karena Tsunami Selat Sunda Jadi 431 Orang appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Banten akhirnya menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar (Pungli) biaya mengurus jenazah korban tsunami di Rumah Sakit dr. Dradjat Prawiranegera (RSDP), Kabupaten Serang, Banten.

    Penetapan tiga tersangka tersebut setelah penyidik memeriksa lima saksi kunci dan mengamankan dua alat bukti berupa dokumen kuitansi pembayaran dan uang tunai sebesar Rp15 juta. Ketiga tersangka merupakan petugas di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSDP Kabupaten Serang, Banten.

    Satu orang tersangka merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di IKFM RSDP Serang berisial F, dua orang karyawan CV Nauval Zaidan berisial I dan B yang bekerja sama dengan pihak rumah sakit, KSO pelayanan ambulans jenazah.

    “Berdasarkan fakta-fakta yang kami dapat setelah pemeriksaan lima saksi kunci kami menetap tiga tersangka,” kata Kabag Wasidik Ditreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Dadang Herli Saputra didampingi Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi dan Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi saat konferensi pers di Mapolda Banten, Sabtu (29/12/2018).

    Menurut Dadang, dari 34 jenazah yang ditangani oleh RSDP Kabupaten Serang, hanya 11 keluarga jenazah yang ditangani CV Nauval Zaidan dan enam orang yang dipungut biaya.

    Ketiga tersangka dikenakan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    “Tersangka diancam dengan pidana 20 tahun atau paling singkat selama 4 tahun. Serta denda sebesar Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar.”

    Bantennews.co.id

    The post Polda Banten Tetapkan 3 Tersangka Pungli Pemulangan Jenazah Korban Tsunami appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung memberikan bantuan bagi warga masyarakat yang terdampak korban tsunami di Kalianda Kabupaten Lampung Selatan yang diserahkan melalui pos penggalangan bantuan di Kalianda Lampung Selatan.

    Bantuan tersebut berupa pakaian dalam untuk pria dan wanita berbagai ukuran, baju anak anak, handuk, sendal, pampers, gula pasir, beras, perlengkapan mandi, biskuit bervariasi, kecap minyak makan, obat obatan dan sabun cuci.

    Selain itu,kain sarung, kain sprey, mukena, dan peci, serta makanan ringan untuk anak anak.

    "Hasil dari penggalangan bantuan di lingkup Dinas Koperasi dan UMKM Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung merupakan bentuk kepedulian sosial, dan berharap dapat meringankan bagi semua saudara saudara kita yang saat ini masih berada di pengungsian di Kabupaten Lampung Selatan," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung Isron Padricar, Minggu (30/12).

    Isron berharap bantuan yang kami berikan sesuai dengan kebutuhan agar bisa bermanfaat bagj saudara saudara kita di lokasi pengungsian," kata dia.

    "Kami akan terus merapatkan barisan dalam internal Dinas, sehingga penggalangan bantuan Insya Allah terus kami galakkan.Alhamdulillah, semua staf dan UPTD Diskop dan UMKM ini menyatakan siap dan tulus akan menggali sumber bantuan, maka kami berharap semoga bisa bermanfaat bagi saudara saudara kita di lokasi pengungsian di Kabupaten Lampung Selatan," katanya.

    Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Agus Nompitu saat memimpin penyerahan bantuan di posko Kalianda menambahkanpihaknya terus berkoordinasi bersama posko dan teman teman Satgas yang ada di lokasi bencana,sehingga kami bisa mengetahui apa apa saja yang harus kami galang agar bantuan terus tepat sasaran bermanfaat di lokasi bencana.

     

    The post Dinas Koperasi Lampung Salurkan Bantuan untuk Korban Tsunami di Lamsel appeared first on Teras Lampung.

  • Penyerahan rendang dari Pemprov Sumatera Barat untuk para pengungsi,di halaman Kantor Pemprov Lampung,Sabtu malam,29 Desember 2018.

    TERASLAMPUNG,COM -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyerahkan bantuan rendang kepada pengungsi di Halaman Kantor Gubernur Lampung, Jl.R.W. Monginsidi, Bandarlampung, Sabtu malam 29 Desember 2018.

    Bantuan dari Pemprov Sumbar itu diterima langsung oleh Kepala BPBD Provinsi Lampung Sena Adhi Witarta di Posko BPBD di Lapangan Korpri sekitar pukul 22.30 Wib.

    “Kita menyiapkan 1,3 ton, Lampung kita beri 600 kg, besok kami ke Lampung selatan yang di sini (Bandarlampung) sekitar 100 kg. Kebetulan yang di Banten kan lebih besar,” jelasnya kepada awak media.

    Dia juga menjanjikan akan memberikan bantuan dana yang akan digunakan untuk bantuan recovery serta bantuan-bantuan lainya seperti baju dan buku-buku.

    “Biasanya ada bantuan dana tapi karena akhir tahun kita belum berani, nanti kalau memungkinkan kita akan kirim bantuan dana. Sedangkan rendang ini kami kumpulkan selama 3 hari, karena libur jadi kita biasanya juga memberikan bantuan lain seperti baju, buku-buku dan alat tulis,” ujar Nasrul Abit yang pernah bertugas selama 24 tahun di Kanwil Depkes Lampung.

    Dia juga menjelaskan kenapa harus rendang yang dikirim dari Sumatera Barat bagi pengungsi Tsunami, selain siap saji rendang juga tahan lama.

    “Rendang kan siap saji dan awet mungkin para pengusi kan bosan dengan makanan itu-itu saja selain itu rendang masih makanan terenak se-dunia,” katanya.

    Lebih lanjut dia menjelaskan Sumbar juga siap memberikan bantuan medis jika Pemprov Lampung membutuhkan.

    “Kami kan daerah rawan bencana jadi Unad (Universitas Andalas), PMI siap. Saya tinggal telpon kalau itu dibutuhkan kami sudah punya tim,” jelasnya.

    Pada kesempatan yang sama Wagub Sumbar Nasrul Abit mengucapkan bela sungkawa atas musibah Tsunami di Lampung.

    “Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Sumatera Barat turut berduka cita atas bencanaTsunami di sini. Harapannya duka ini tidak berlarut-larut dan cepat kembali normal seperti biasa,” harapnya.

    Dandy Ibrahim

    The post Pemprov Sumbar Serahkan Bantuan Rendang untuk Para Pengungsi di Kantor Pemprov Lampung appeared first on Teras Lampung.

  • Perairan di dekat Gunung Anak Krakatau. Foto diambil pada 6 November 2009. (Foto: Oyos Saroso HN)

    TERASLAMPUNG.COM --Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) siap melakukan revitalisasi teknologi deteksi dini tsunami, Buoy, untuk area perairan Gunung Anak Krakatau. Perbaikan dilakukan di Geostech BPPT, Kawasan Puspiptek Tangerang Selatan.

    "Untuk perbaikan dan revitalisasi Buoy dibutuhkan dana khusus sebesar Rp 15 miliar untuk 3 Buoy, termasuk pengoperasian selama satu tahun," ujar Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Hammam Riza, Jumat, 28 Desember 2018.

    Terkait pendanaan tersebut, BPPT meminta adanya alokasi anggaran khusus dari Kementerian Keuangan, juga Bappenas, sehingga BPPT siap membangun sistem deteksi dini tsunami, Buoy ataupun sistem kabel bawah laut (CBT). "Untuk dukungan pendanaan kami harap kesediaan Bapak Presiden," tutur Hammam.

    BPPT berencana memasang tiga Buoy tersebut di kompleks perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Buoy itu diharapkan dapat menjadi langkah tegas untuk antisipasi dan mitigasi bencana letusan susulan Gunung Anak Krakatau yang berpotensi menimbulkan tsunami Selat Sunda.

    Dengan adanya Buoy, kata dia, nantinya dapat memberikan peringatan yang lebih akurat terkait adanya gelombang tinggi tsunami di wilayah tersebut. Dengan demikian tersedia waktu evakuasi yang cukup bagi penduduk setempat menuju dataran tinggi, serta dapat meminimalisir dampak dari datangnya tsunami.

    "Kabel juga sudah ada di BPPT, tinggal pasang dan perlu biaya sekitar Rp 5 miliar untuk deploy menggunakan Baruna Jaya dan peralatan elektronik serta link satelit," kata dia.

    Tempo.co

    The post BPPT Siap Perbaiki 3 Buoy untuk Area Gunung Anak Krakatau appeared first on Teras Lampung.

  • Kuitansi biaya pengambilan jenazah korban tsunami Selat Sunda dari RSUD Serang. Tempo/Ayu Cipta

    TERASLAMPUNG.COM -- Pelaksana tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Drajad Prawiranegara Serang, Sri Nurhayati, memberikan penjelasan soal adanya pungutan biaya penanganan dan pemulangan jenazah korban tsunami Selat Sunda. Dia berkata kejadian pungutan biaya di RSUD Serang itu memang benar terjadi.

    "Kejadian itu benar, tapi itu tanpa sepengetahuan kami pihak manajemen," kata Sri melalui sambungan telepon kepada Tempo, Sabtu, 29 Desember 2018.

    Sebelumnya, beberapa warga mengeluhkan adanya pungutan biaya penanganan dan pemulangan jenazah korban tsunami Selat Sunda. Perwakilan paguyuban keluarga marga Punguan Pomparan Toga Sinaga Boru (PPTSB), Badiamin Sinaga, mengatakan pihaknya diminta lebih dari Rp 6 juta untuk enam jenazah yang terdiri dari empat jenazah dewasa dan dua jenazah bayi.

    Badiamin menuturkan, kondisi ini berbeda dengan di RSUD Pandeglang. Seorang kerabat yang menjadi korban meninggal ditangani di sana. Pihak rumah sakit tidak memungut biaya apapun saat jenazah hendak diambil.

    Menurut Sri, pungutan biaya itu bukan dari manajemen RSUD Serang. Sebab, kata dia, kuitansi pungutan biaya yang digunakan bukanlah kuitansi resmi rumah sakit.

    Selain itu, pungutan biaya resmi akan langsung masuk ke sistem pembayaran resmi RSUD. "Kami sudah pakai pay system. Jadi tak ada pungutan-pungutan di instalasi-instalasi, semua sudah satu pintu," kata Sri.

    Sri mengatakan pihak internal RSUD Serang sudah menyelidiki pungutan biaya penanganan jenazah korban tsunami Selat Sunda ini. Hasilnya, kata dia, lembaganya menemukan ada enam pegawai RS yang diam-diam melakukan hal itu. "Sudah kami mintai keterangan. Kami serahkan semuanya ke penyidik kepolisian," kata dia.

    Menurut Sri, keenam orang ini nantinya akan mendapatkan sanksi dari rumah sakit jika terbukti melakukan pungutan tak resmi ini. Sanksi tersebut, kata dia, dapat berupa dikeluarkan dari pegawai RSUD Serang.

    "Bisa sekali untuk dikeluarkan (dari pegawai).Karena tindakan itu menciderai kami semua," kata dia.

    Tempo.co

    The post Penjelasan RSUD Serang soal Pungutan Biaya Jenazah Korban Tsunami appeared first on Teras Lampung.

  • Ilustrasi pemerkosaan. nation.com.pk

    TERASLAMPUNG.COM -- RA, 27 tahun, seorang tenaga kontrak Asisten Ahli Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan mengaku menjadi korban pelecehan seksual dan pemerkosaan sepanjang menjadi sekretaris pribadi. Kepada wartawan, RA membeberkan peristiwa yang dialaminya itu beserta skandal seks seorang anggota Dewan Pengawas.

    Perempuan pemilik rambut lurus panjang dan hitam itu mengatakan kalau pelecehan seksual dan pemerkosaan dialaminya dari April 2016 sampai November 2018. RA mengaku akhirnya melawan perlakuan yang diterimanya itu sehingga akhirnya dipecat per 5 Desember lalu.

    Setelah mengungkap kepada publik pada Jumat 28 Desember 2018, dia berencana melapor ke kepolisian Senin 31 Desember mendatang. "Saya menghormati proses hukum. Bagaimana caranya nanti kuasa hukum saya yang akan memproses," kata RA di kantor Saiful Mujani Research and Consulting, Cikini, Jakarta pada Jumat 28 Desember 2018.

    RA mengaku bingung mengadukan peristiwa yang dialaminya itu sebelumnya. Sementara dia juga harus menjawab somasi yang dikirim pejabat yang dituduhnya, yakni Syafri Adnan Baharuddin, anggota Dewan Pengawas.

    Syafri mensomasi dua kali pada 18 dan 25 Desember 2018. Isinya, mendesak RA meminta maaf karena mengunggah percakapan keduanya selama ini ke akum media sosial RA. Percakapan yang diunggah di antaranya menunjukkan Syafri memaksa RA berhubungan seksual.

    Syafri tak berkomentar banyak saat diminta konfirmasi atas tuduhan dari mantan sekretaris pribadinya itu. Lewat aplikasi percakapan dalam telepon genggam dia hanya menjawab, "Kita tunggu proses hukum saja."

    Tempo.co | Teras.id

    The post Skandal Seks, Eks Sekretaris Pejabat BPJS Akan Lapor ke Polisi appeared first on Teras Lampung.

  • Ribuan warga Pulau Sebesi dan Sebuku tiba di Pelabuhan Bakauheni.Rabu.26 Desember 2018, setelah dievakuasi tim SAR Gabungan.

    TERASLAMPUNG.COM -- Sekitar 80 orang penduduk Pulau Sebuku di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, masih bertahan di pulau yang dekat dengan Gunung Anak Krakatau tersebut. Mereka memilih bertahan meskipun status  Gunung Anak Krakatau (GAK) naik dari level waspada ke level siaga sejak Kamis, 27 Desember 2018.

    "Sekitar 80 orang, kebanyakan laki-laki dan anak muda," kata Perwira Pelaksana KRI Torani-860 Letnan Satu Laut (P) Alant Ginanda, Sabtu, 29 Desember 2018.

    Sebelumnya KRI Torani ikut dalam upaya evakuasi terhadap 62 warga Pulau Sebuku pada Jumat, 28 Desember 2018. 62 orang tersebut dievakuasi sementara ke sekitar SD Negeri 1 Way Urang, Kalianda, Lampung.

    Alant menceritakan proses evakuasi tersebut. Menurut dia, awalnya kapal yang dia nakhodai hendak menyerahkan bantuan untuk warga di Pulau Sebuku. Tak ada rencana evakuasi. Kapalnya sempat tertahan tak bisa merapat ke pulau karena dermaga di pulau itu rusak diterjang tsunami.

    Namun, tiba-tiba ada kapal dari pulau itu mendatangi kapalnya. Kapal tersebut berisi penduduk yang kebanyakan anak-anak, perempuan dan orang tua. Mereka minta dievakuasi. "Awalnya dikira mereka datang untuk menerima sembako, ternyata di dalam perahu, banyak anak, ibu, ada yang sakit, akhirnya kami terima," kata dia.

    BACA: Letusan Gunung Anak Krakatau Bercampur Air, Menuju Segala Arah

    Alant menuturkan pulau tersebut ikut terdampak tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 21.27 akibat runtuhnya dinding Gunung Anak Krakatau ke laut. Hal itu dapat terlihat dari kapal-kapal yang naik hingga ke daratan pulau. Meski begitu, ada sekitar 80 orang yang masih bertahan.

    "Mungkin mereka optimistis bahwa aktivitas gunung akan menurun dan bisa normal kembali," kata dia.

    Pulau terdekat dengan Gunung Anak Krakatau adalah Pulau Sebesi, yakni sekitar 15 km. Jarak Pulau Sebuku dengan Gunung Anak Krakatau sedikit lebih jauh dibanding Gunung Anak Krakatau dengan Pulau Sebesi.

    Dengan jarak lebih dari 15 kilometer sebenarnya warga yang bertahan itu masih aman dari radius aman yang disarankan PVMBG dan BMKG, yaitu 5 km dari Gunung Anak Krakatau. Namun, jika terjadi tsunami susulan, Pulau Sebuku termasuk wilayah yang rawan tersapu tsunami Selat Sunda.

    Tempo.co | BBS

    The post Gunung Anak Krakatau Siaga, 80 Warga Pulau Sebuku Masih Bertahan appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM --- Pemerintah Provinsi Lampung melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dan TNI/Polri serta seluruh instansi/stakeholder terkait untuk penanggulangan pasca bencana. Hal itu dibahas dalam Rapat Pembahasan Bencana Tsunami Kalianda, yang diselenggarakan di Aula Begadang Resto, Bandarlampung, Sabtu (29/12/18).

    Dalam rapat itu, dibahas kiat-kiat untuk menghindari bencana susulan disebabkan oleh erupsi GAK yang dibahas "Kita harus waspada dan siaga terutama akan terjadinya megathrust Selat Sunda dan erupsi GAK yang berpotensi menyebabkan gelombang tsunami yang dapat melanda daerah pesisir Lampung Selatan, Tanggamus dan Kota Bandar Lampung," ujar Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis.

    Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Anton Sugiharto mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di sepanjang pantai sejauh 500 m sampai 1 Km. Juga segera berevakuasi ke wilayah yang lebih aman.

    "Saat ini GAK berada di status siaga, jadi potensi tsunami masih bisa terjadi, sehingga kita semua baik masyarakat maupun Pemerintah Daerah harus siap siaga dan waspada untuk hal itu," ujar Anton.

    Saat ini, berdasarkan evaluasi pasca tsunami selat sunda sudah semakin terkoordinir meskipun masih banyak terkendala dengan berbagai permasalahan. Di antaranya seperti dijelaskan oleh Danrem 043 Gatam Kolonel Kav Erwin Djatniko bahwa saat ini intensitas kendaraan relawan sangat tinggi sehingga menghambat proses pembersihan puing-puing dan reruntuhan bangunan akibat tsunami. Hal tersebut dibenarkan Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Yosi Hariyoso.

    Pada rapat ini turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto.

    Dia menjelaskan bahwa kondisi saat ini seluruh bantuan baik perlengakapan, pakaian bekas maupun obat-obatan sudah tersalurkan dan ditampung di Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan.

    Selanjutanya pada proses pembersihan material pasca tsunami yakni di Kecamatan Way Muli, seluruh puing-puing ditampung di salah satu pabrik yang berlokasi kurang lebih 3 Km dari bibir pantai.

    Supriyanto mengatakan masyarakat yang berada di Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku sebagian besar sudah diberangkatkan dari pulau tersebut untuk diungsikan di wilayah-wilayah pengungsian yang telah disediakan oleh Pemkab maupun instansi dan stakeholder terkait.

    Meski demikian masih ada beberapa masyarakat yang tidak mau diungsikan disebabkan dengan berbagai alasan.

    "Kami sudah menjemput mereka secara berangsur dan bertahap, dan untuk yang belum diangkut, kita tunggu kesiapan mereka, karena tidak tidak bisa paksa mereka. Pada dasarnya mereka memang tinggal disana, hidup di sana dan mata pencaharian mereka disana dan itu menjadi bahan pertimbangan mereka, kita tidak bisa memaksakan," tambah Supriyanto.

    Pada akhir acara, Hamartoni berterimakasih kepada seluruh peserta dari berbagai macam instansi yang telah hadir dan terus bersama-sama menanggulangi wilayah-wilayah yang terdampak oleh bencana. Hamartoni juga berharap kepada BMKG untuk secara terus-menerus memberikan informasi mengenai aktivitas GAK.

    "Kita harapkan kepada BMKG untuk terus menginformasikan kepada masyarakat mengenai aktivitas GAK dan potensi tsunami,"katanya.

    The post Antisipasi Tsunami Susulan, Pemprov Lampung Koordinasi dengan TNI-Polri-Pekab-Pemkot appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM --  Kelompok Studi Kader (Klasika) gelar diskusi publik dalam rangka memperingati 9 tahun wafatnya Gus Dur. Acara yang bertema "Menolak Intoleransi Merawat Kebhinekaan" ini akan dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2018 di Cafe Dawiels Jl. Raden Ajeng Kartini No.40, Palapa, Tj. Karang Pusat, Bandar Lampung.

    Ahmad Mufid Direktur Klasika mengungkapkan, bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk menjaga ingatan kita semua, terutama anak-anak muda.
    Bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang didirikan diatas segala macam perbedaan, bukan untuk satu kelompok maupun golongan tertentu. Gus Dur adalah salah satu tauladan dalam merawat Kebhinekaan bangsa Indonesia.

    Ahmad Mufid kembali menambahkan, bahwa perlunya menanamkan sikap-sikap toleran ditengah pluralitas bangsa Indonesia. Terlebih menjelang kontestasi politik 2019 dimana maraknya penggunaan politik identitas yang kerap kali memunculkan sikap-sikap intoleran. Hal ini berbahaya, karena dapat memicu konflik komunal ditengah masyarakat.

    Dalam kegiatan ini Klasika mengundang seluruh organisasi kepemudaan (OKP) dan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) di provinsi Lampung untuk bersama-sama berdiskusi dalam upaya menangkal paham-paham intoleran yang belakangan ini kembali mencuat. Dengan harapan kerukunan masyarakat dan umat beragama di provinsi Lampung dapat terus terjaga untuk hidup berdampingan dan damai dalam bingkai kebhinekaan.

    Para narasumber yang akan menjadi pembicara pada diskusi publik kali ini adalah:
    KH. Khairuddin Tahmid (Ketua MUI Lampung)
    Padli Ramdan (Ketua AJI Lampung) Een Riansyah (Penanggung Jawab Program Klasika) dan dimoderatori oleh Umar Robani (Jurnalis Duajurai.co).

    The post Klasika Gelar Diskusi Publik dalam Rangka Memperingati Wafatnya Gus Dur appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Lembaga Advokasi Perempuan Damar mengelar pelatihan paralegal bagi anggota Satgas Desa Pencegahan dan Penanganan kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak,Sabtu,29 Desember 2018.

    Menurut Koordinator Program Damar Sofiyan dalam realesenya menjelaskan pelatihan yang diselenggarakan pada 28 sampai 30 Desember 2018, di Hotel Andalas yang melibatkan 23 orang dari Desa Tegal Ombo, Kecamatan Way Bungur Kabupaten Lampung Timur, Pekon Purwodadi Kecamatan Gisting-Kabupaten Tanggamus dan Desa Margerejo, kecamatan Kota Bumi Utara-Kabupaten Lampung Utara.

    “Pelatihan ini bertujuan untuk membangun perspektif gender dan HAM yang diperlukan dalam mendampingi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.”

    “Selain itu juga memberikan pengetahuan hukum dasar yang meliputi pengenalan tentang sistem hukum, proses pembuatan hukum, serta meningkatkan Keterampilan terkait peran pendampingan, langkah-langkah pendampingan dalam penanganan kasus, dan teknik konseling,” jelas Sofiyan.

    Lebih lanjut dia mengungkapkan selama tahun 2018 lembaganya menerima pengaduan kekerasan terhadap perempuan sebanyak 40 kasus.

    “Dalam satu bulan di Lampung telah terjadi kekerasan terhadap perempuan 4 kasus, ini data yang nampak dipermukaan yang tidak terungkap mungkin lebih banyak lagi,” jelasnya.

    Untuk itu, masih kata Sofian guna menekan angka kekerasan pada perempuan di Lampung dibutuhkan layanan Satgas Desa guna pencegahan serta penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

    “Pelatihan ini difasilitasi Ratna Batara Munti (Pengurus LBH Apik Jakarta) dan Sely Fitriani (Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR),” kata Sofiyan.

    Dandy Ibrahim

    The post Damar Gelar Pelatihan Paralegal bagi Satgas Desa appeared first on Teras Lampung.

  • Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus

    TERASLAMPUNG,.COM -- Malam tahun baru di Lampung Barat yang biasanya dirayakan dengan meriah, tahun ini akan dirayakan secara sederhana. Hal itu karena adanya imbauan dari Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, agar warga Lampung Barat mengajak warga Lambar merayakan penderitaan warga pesisir Lampung Selatan yang baru saja menjadi korban tsunami Selat Sunda.

    "Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk mengganti kegiatan perayaan malam tahun baru dengan kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat.Sebagai wujud empati kepada saudara kita yang terkena musibah, perayaan tahun baru kali ini ditiadakan dan  diganti dengan acara seperti pengajian dan doa bersama," kata Parosil, Sabtu, 29 Desember 2018.

    Bupati Parosiljuga meminta seluruh camat, lurah,dan para peratin (kepala desa) untuk mengimbau masyarakatnya agar tidak merayakan malam tahun baru dengan kegiatan-kegiatan yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri.

    The post Prihatin Tsunami Selat Sunda, Bupati Lambar Ganti Perayaan Tahun Baru dengan Pengajian appeared first on Teras Lampung.

  • Jam dinding jadul yang menunjukkan pukul 21.30 WIB dimana tepat terjadinya gelombang tsunami yang menghantam ratusan rumah di wilayah pesisir Kalianda, Lampung Selatan. Jam didnding itu, berada di reruntuhan bangunan rumah milik Wahid (50), warga Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa.

    Zainal Asikin | Teraslampung.com

    LAMPUNG SELATAN -- Jumat sore, 28 Desember 2018,di Desa Way Muli, Wahid (50)  terlihat mengais-ngais barang di antara reruntuhan bangunan rumahnya yang rata dengan tanah. Memang sudah tidak ada barang di rumahnya yang tersisa.Namun, pria yang sehari-hari bekerja sebagai distributor bakso itu berharap masih ada satu-dua barang yang mungkin berharga untuk bisa ditemukan.

    Saat sedang membolak-balik puing, tiba-tiba matanya melihat jam berbentuk kotak yang biasanya terpasang di dinding rumahnya. Sebelum musiban tsunami Selat Sunda menerjang rumahnya pada Sabtu malam, 22 Desember 2018, jam itu masih menempel di dinding ruang tamunya.

    Wahid kemudian memungut jam dinding dengan warna latar putih itu. Jam dinding jadul itu kacanya sudah pecah. Mesinnya mati. Hal itu tampak dari tidak bergeraknya jarum pendek dan jarum panjang jam tersebut. Dalam kondisi mati, jarum panjang dan jarum pendek jam itu menunjukkan pukul 9.30 atau pukul 21.30 WIB. Itulah saat yang diyakini sebagai momen tsunami di Selat Sunda pada 22 Desember terjadi.

    Desa Way Muli adalah desa di Lampung Selatan yang kondisinya paling parah akibat terjangan gelombang tsunami pada Sabtu malam,22 Desember 2018.  Tidak hanya banyak rumah yang hancur dan rata dengan tanah. Di desa itu juga banyak warga yang meninggal akibat tsunami.

    Saat gelombang tsunami menghantam rumahnya, Wahid sedang membuat bakso.

    [caption id="attachment_124878" align="aligncenter" width="640"]Wahid (50), warga Desa Way Muli saat mengais barang-barang berharga miliknya di reruntuhan bangunan rumah miliknya yang sudah rata dengan tanah  Wahid (50), warga Desa Way Muli saat mengais barang-barang berharga miliknya di reruntuhan bangunan rumah miliknya yang sudah rata dengan tanah[/caption]

    “Ya memang benar mas, karena saat kejadian gelombang tsunami itu pukul 21.30 WIB dan saya sedang membuat bakso. Jam dinding ini tadinya tidak mati, ya rusaknya ini karena terimpa bangunan saat gelombang tsunami itu merobohkan rumah saya ini makanya mati,”kata Wahid saat ditemui Teraslampung.com di lokasi, Jumat 28 Desember 2018.

    Dikatakannya, meski sudah tertimbun dengan reruntuhan bangunan rumah, dirinya berusah mencari barang-barang yang diperkirakan masih bisa terpakai yang ia gunakan untuk usaha membuat bakso.

    “Usaha saya membuat makanan bakso, dan saya yang menyuplai bakso ke seluruh pedang bakso yang ada di wilayah Way Muli ini,”ungkapnya.

    Berdasarkan data yang dihimpun, pasca terjadinya gelombang tsunami yang terjadi pada Sabtu malam 22 Desember 2018 lalu, lokasi paling terparah yang terkena dampak gelombang tsunami itu adalah Desa Way Muli, Way Muli Timur dan Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

    Selain ketiga desa tersebut, wilayah lain yang terkena dampak gelombang tsunami itu adalah Desa Sukaraja, Canti, PPI BOM dan Pulau Sebesi. Kemudian, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo dan Pulau Legundi, Kabupaten Pesawaran.

    The post Inilah Saksi Bisu Saat Tsunami Selat Sunda Menghantam Pesisir Lampung Selatan appeared first on Teras Lampung.

  • Ifan Seventeen dan para penolongnya (instagram @ifanseventeen)

    TERASLAMPUNG.COM -- Musibah tsunami Selat Sunda  pada Sabtu malam, 22 Desember 2018, masih banyak meninggalkan kisah. Salah satunya kisah terkait vokalis Band Seventen yang selamat dari kejadian, Ifan Seventeen.

    Di unggahan terbaru di Instagramnya, misalnya, Ifan Seventeen posting 3 buah foto. Tak sepert sebelumnya yang selalu menampilkan kebersamaannya dengan mendiang isterinya yang menjadi korban, kali ini Irfan menampilkan foto dirinya dengan dua sosok pria dan sebuah kotak berukuran sedang.
    Ifan Seventeen dan para penolongnya (instagram @ifanseventeen) Dalam keterangan fotonya, Ifan menuliskan:

    Sebenernya Allah mengirimkan tiga penyelamat waktu bencana kemarin. Yang pertama, kotak hitam ditengah yang Allah kirimkan sebagai penyambung nyawaku saat aku terkatung2 ditengah laut selama 2 jam, dengan jarak hampir 1km dari bibir pantai bersama 3 orang lainnya Walaupun sudah setengah mengapung, tapi masih mampu menjadi sandaran jari-jari kami saat kami benar2 kelelahan dan kehabisan nafas

    Yang kedua dan ketiga adalah mas @episoemarna (kanan) dan bang @yusrankiyut (kiri), pertemuan tak sengaja di tengah jalan dan di ruang igd rumah sakit, ditengah kebingunganku, tanpa kendaraan, tanpa arah, tanpa uang sepeserpun yang aku pegang waktu itu.

    Dengan keadaan yang tidak saling kenal, mereka dengan ikhlas memberikan waktu mereka 2 hari full, dari mengantarkanku kemanapun, memberikanku makanan, meminjamkan sarung dan pakaian, tas, obat2an, jaket yang mereka pakai saat aku kedinginan, menyebarkan data kepada relawan tentang ciri-ciri istriku, sampai memberikan support moril dalam proses pencarian istri dan drummerku selama disana. Mas Epi, bang Yusron, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan mas Epi dan bang Yusron, ga akan cukup aku yang ngebales

    Ya Allah ya Tuhanku, terimakasih atas kesempatan yang telah Engkau berikan, semoga semua yang selamat selalu dalam lindungan Allah SWT. Dan semua yang telah wafat diterima disisiMu yang paling mulia ya Allah, Al-fatihah.

    Sebelumnya Ifan Seventeen juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa - Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Institut Pertanian Bogor (IPB), yang telah membantunya pada malam kejadian tsunami yang melanda Selat Sunda, pada Sabtu, 22 Desember 2018 malam.

    Ucapan terima kasih tersebut diunggah melalui laman media sosial Instastory miliknya, Kamis. Dalam laman Instastory miliknya Ifan menulis "Aku lupa ucapin makasih buat temen2 BEM KM IPB yang lagi 'farewell' di sekitar kejadian, malah mutusin jadi relawan dadakan".

    Tulisan berikutnya, "Makasih udah kasiin pulsanya buat nelfon ngabarin orang rumah pertama kalinya, udah numpangin 'pick up'-nya hujan2 sama2, udah kasih 'support' pas di sana makasih ya temen2", ucap Ifan Seventeen.

    Tempo.co |Teras.id |Instagram

    The post Jadi Korban Tsunami, Inilah 3 Penyelamat Ifan Seventeen appeared first on Teras Lampung.