• Desa Sidorejo jadi Desa Nabung Saham kedua yang ada di Indonesia. Warga desa bisa membuka rekening saham di kantor desa.
  • 17 pejabat RSU Ryacudu Kotabumi Lampung Utara itu ikut berunjuk rasa agar Plt direktur rumah sakit diganti.
  • TERASLAMPUNG.COM -- Walikota Herman HN mengajak peserta Istighotsah Qubro untuk mendoakan para korban Tsunami Selat Sunda yang meninggal dunia baik itu yang berada Lampung Selatan maupun wilayah Banten.

    Hal itu disampaikannya dalan sambutan akhir tahun dalam rangka menyambut tahun baru 2019, di Bundara Tugu Adipura Bandarlampung, Senin malam (31/12).

    “Mari kita doakan saudara-saudar kita yang meninggal dunia akibat bencana Tsunami semoga mendapat tempat yang layak di sisiNya,” ungkapnya.

    Selian mendoakan korban Tsunami Herman HN juga mengajak mendoakan koban-korban yang meninggal dunia seperti di Poso dan NTB serta berharap pada tahun 2019 tidak ada bencana lagi yang menimpa Indonesia.

    “Ke depan semoga Lampung, khususnya Bandarlampung dan Indonesia dijauhkan dari bencana,” harapnya.

    Pada sambutan akhir tahun itu Walikota Herman HN mengajak warganya untuk menjaga persatuan dan kesatuan apa lagi tahun 2019 merupakan tahun politik.

    “Kita jangan sampai tercerai berai karena urusan politik,” ungkapnya.

    Dia juga mengingatkan bahwa jabatannya akan berakhir hingga bulan Februari 2021 dan tidak bisa mencalonkan kembali, untuk itu dia akan bekerja keras agar Bandarlampung semakin dikenal.

    “Saya akan bekerja keras agar Bandarlampung lebih baik lebih dikenal sebagai buktinya setiap dua minggu sekali ada saja perwakilan dari daerah lain yang belajar di sini,” katanya.

    Terakhir walikota berharap tahun 2019 lebih baik lagi dan tetap minta dukungan dari warga Bandarlampung agar kota ini lebih baik.

    “Saya ini tidak ada apa-apanya tanpa dukungan dari segenap warga Bandarlampung,” tutupnya.

    Selanjutnya usai sambutan akhir tahun Walikota Bandarlampung dilanjutkan acara Istighotsah Qubro yang dipimpin Ustaz Sulaiman Badar dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran.

    The post Istighosah Malam Tahun Baru, Walikota Herman HN Ajak Jamaah Doakan Korban Tsunami appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Pemkot Bandarlampung menggelar Istighotsah Qubro untuk menyambut tahun baru 2019, di Bundaran Gajah, Senin malam (31/12).

    Acara Istighotsah Qubro selain dihadiri Walikota Herman HN dan istri,Ny. Eva Dwiana, juga dihadiri pejabat di lingkungan Pemkot Bandarlampung. Antara lain Sekda Badri Tamam, Kepala BPBD Syamsul, Kasat PoL PP Paryanto.

    Hadir dalam acara tersebut mantan punggawa Cagur Narji, Hafiz, dan Yadi Sembako. Mereka bertugas sebagai pembawa acara.

    Narji yang ditemui Teraslampung.com mengaku sangat damai merayakan tahun baru hadir di acara istigighosah. Menurutnya,merayakan tahun baru dengan istighosah atau pengajian  juga ada di Jakarta.

    [caption id="attachment_125011" align="aligncenter" width="640"] Narji, Hafiz, dan Yadi[/caption]

    “Di Jakarta tempat hiburan juga agak sepi, kata psikolog pada akhir abad 20 orang-orang mulai mencari keberadaan Tuhan,” ujarnya.

    Bundaran Gajah sudah mulai dipenuhi warga sejak lepas Isya. Arus lalu-lintas pun yang dari arah Telukbetung menuju Tanjungkarang dialihkan dari jalan Diponegoro menuju jalan M.H. Thamrin.

    Dandy Ibrahim

    The post Di Bandarlampung, Perayaan Malam Tahun Baru Diganti dengan Istighosah appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM—Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan Provinsi Lampung akan memberikan beasiswa kepada anak-anak korban tsunami yang terjadi pada Sabtu malam (22/12/2018) lalu . Beasiswa yang  diberikan  tidak hanya   di tingkat SMA/SMK saja tetapi hingga Perguruan Tinggi (PT).

    “Pemprov akan memberikan beasiswa kepada anak-anakkorban tsunami tidak hanya sampai SMP, SMA /SMK saja tetapi juga bisa sampai Perguruan Tinggi (PT),sebagaimana beasiswa yang sudah kita diberikan pada teman teman yang sudah kita berikan di Polinela, Itera,Tanry abeng, Sampoerna ,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Sulpakar usai acara Refleksi Akhir tahun 2018 di Ruang Rupatama, Kantor Gubernur ,Senin (31/12/2018).

    Pemberian beasiswa itu,lanjut Sulpakar,berdasarkan hasil pendataan yang akan dilakukan dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

    “ Rata –rata dari mereka kan berasal dari keluarga tidak mampu karena mereka kehilangan keluarga pada saat tsunami,” jelasnya.(Mas Alina Arifin)..

    The post Pemprov Akan Berikan Beasiswa Pada Anak Korban Tsunami appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM ----Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo segera menerbitkan Surat Edaran yang meminta seluruh pemerintah daerah agar menyisihkan dana APBD yang diperoleh dari pos BelanjaTidak Terduga untuk dialihkan menjadi kegiatan bantuan khusus penanganan bencana Tsunami Selat Sunda wilayah pesisir Lampung Selatan.

    Hal itu diungkapkan Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis saat memimpin rapat Pembahasan Bantuan Bencana Tsunami, Senin (31/12/2018) di Ruang Rapat Badan Keuangan Provinsi Lampung.

    “Bantuan keuangan tersebut sebagai bentuk solidaritas untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Anggarannya dibebankan kepada APBD dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah. Besaran dananya tidak ditentukan, akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah,” ujar Hamartoni.

    Dasar hukum penggunaan anggaran di APBD untuk penanganan bencana sudah tersedia di Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Aturan lain yang memayungi anggaran tersebut yakni Permendagri nomor 21 tahun 2011 dan Permendagri 134/2017 yang mengatur teknis penggunaan anggaran untuk penanganan bencana.

    Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto mengungkapkan hingga 5 Januari 2019, kondisi Gunung Anak Krakatau (GAK) masih dalam status tanggap darurat tsunami Lampung. Hingga saat ini, korban meninggal akibat tsunami di Lampung sebanyak 118, 8 orang hilang dan 5.269 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 710 rumah mengalami kerusakan, 544 rumah rusak berat, 70 rumah rusak sedang dan 96 rumah rusak ringan, ujarnya.

    Pemkab Lampung Selatan membutuhkan dana sekitar Rp10 miliar lebih untuk pembangunan Huntara (Hunian Sementara) bagi 544 rumah yang mengalami rusak berat. Lokasi nya disekitar eks Hotel 56. “Estimasi biayanya Rp10 miliar dengam dana Rp20 juta per unit,” ujar Supriyanto.

    Ia menyarankan, agar bantuan yang disalurkan dalam bentuk dana uang karena untuk bantuan logistic jumlahnya sudah tercukupi. “Alhamdulilah bantuan terus mengalir dari berbagai pihak khususnya dalm bentuk kebutuhan pokok, sandang pangan dan obat-obatan," tuturnya.

    Supriyanto menambahkan bahwa kondisi korban bencana tsunami Selat Sunda khususnya di Lampung Selatan masih mengalami trauma berat. Para korban memilih tinggal di dataran tinggi meskipun harus tidur di bawah tenda sederhana yang terbuat dari terpal seadanya.

    “Mereka masih trauma, sulit untuk memberikan pengertian kepada masyarakat kondisi sudah aman, karena masyarakat taunya jika sebelum tsunami datang akan terjadi gempa, namun ini tidak demikian, “ ujarnya.

    Saat ini, guna memperlancar lalu lintas penyaluran bantuan sejumlah pihak membersihkan puing-puing. Jalur akan dibuat satu arah, masuk Kalianda keluar di Gayam. Waktunya pukul 08.00-11.00 WIB seluruh kendaraan tidak ada yang boleh masuk kecuali para pekerja. Jalur akan kembali dibuka normal pada pukul 11.00-14.00. dan akan ditutup kembali pada pukul 14.00-17.00. Jam 17.00 ke atas akan dibuka kembali. Semuanya dalam satu arah.

    “Bantuan ini akan dihimpun pos utama di Rumah Dinas Bupati untuk kemudian didistribusikan kembali kepada masyarakat. Logistik yang dikiirim ke dapur-dapur umum akan diberangkan sebelum jam 8 atau jam 11 sebelum dibuka, “ ujar Supriyanto. (Humas Prov Lampung)

    The post Gubernur Ridho Segera Terbitkan SE Kabupaten/Kota Sisihkan APBD untuk  Korban Tsunami appeared first on Teras Lampung.

  • Desa Way Muli di Lampung Selatan adalah desa terdampak tsunami Selat Sunda yang paling parah.Selain banyak rumah dan bangunan fasilitas umum yang hancur, banyak pula warga Desa Way Muli yang meninggal karena hantaman tsunami pada Sabtu malam, 22 Desember 2018 lalu.

    Pada Sabtu petang, 29 Desember 2018, atau sepekan setelah tsunami serombongan anak muda tampak sedang selfi dengan latar laut dan Gunung Rakata.

    Jangan dibully, mereka adalah anak anak yang peduli dan mau menjenguk sahabat-sahabatnya yang mungkin juga mereka tidak mengenalnya.

    Biarlah mereka tahu dan sadar tentang arti kepedulian dan kebersamaan. Atau mungkin mereka bakal punya cerita kepada anak cucunya tentang dahsyatnya bagaimana kalau alam dan Tuhan yang mungkin sedang menegur dengan kasih sayangnya.

    Dadan Bahtera

    The post Senja di Way Muli, Setelah Tsunami appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Sebanyak 277 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mesuji menerima kenaikan pangkat periode 1 Oktober 2018. Penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat dilakukan secara simbolis oleh Asisten Bidang Administrasi Nawawi Matni saat apel mingguan di halaman Kantor Bupati Mesuji, Wiralaga Mulya, Senin (31/12/2018).

    Pada Periode 1 Oktober 2018 ini kenaikan pangkat terdiri atas 1 orang PNS Golongan I, 84 orang PNS Golongan II, 104 orang PNS Golongan III, dan 38 orang PNS Golongan IV.

    Nawawi mengatakan, bahwa kenaikan pangkat bagi seorang PNS merupakan sebuah penghargaan yang diberikan atas prestasi, dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya serta telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Dia berharap pemberian kenaikan pangkat ini hendaknya menjadi motivasi untuk semakin meningkatkan kinerja, seiring dengan tugas dan tanggung jawab yang semakin meningkat.

    “Saya berpesan kepada seluruh PNS hendaknya dapat terus meningkatkan kedisiplinan kerja, tanamkan rasa tanggung jawab sebagai pelayanan masyarakat, hendaknya senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.

    The post Sebanyak 277 PNS Kabupaten Mesuji Naik Pangkat appeared first on Teras Lampung.

  • Gunung Anak Krakatau dijepret dari kawasan wisata Alau-Alau, Lampung Selatan, Minggu, 30 Desember 2018 (Foto: Dadan Bahtera)

    TERASLAMPUNG.COM -- Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api, Pusat Vulknanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Wawan Irawan, mengatakan posisi kawah Gunung Anak Krakatau terkonfirmasi dari foto udara yang diambil saat ini,31 Desember 2018, berada di permukaan laut Selat Sunda.

    “Posisi kawahnya hampir sama dengan permukaan (laut), ada air masuk ke kawahnya kalau dilihat di foto,” kata dia saat dihubungi Tempo, Senin, 31 Desember 2018.

    PVMBG sebelumnya mengumumkan hasil analisa visual dari Pos Pengamatan di Pasuruan, Banten, didapati puncak Gunung Anak Krakatau hilang. Tinggi gunung tersebut diperkirakan hanya tinggal 110 meter di atas permukaan laut, dari tinggi semula 338 meter.

    “Itu baru dari analisa visual, belum dilakukan pengukuran,” kata Wawan.

    Wawan mengatakan, tubuh Gunung Anak Krakatau yang ambrol bersamaan dengan hilangnya puncak tersebut, ikut memapas saluran magma menuju puncak gunung tersebut. Bukaan kawah gunung tersebut kini berada di bawah. Tubuh gunung sendiri tersisa berupa bukit dengan ketinggian 110 meter.

    “Kawah ada di bagian bawahnya,” kata dia.

    Wawan mengatakan, sejak tubuh gunung terpapas, suara dentuman letusan Gunung Anak Krakatau sudah tidak lagi terdengar. “Sekarang sudah tidak ada dentuman lagi,” kata dia.

    Belum diketahui penyebab pastinya. “Mungkin energinya melemah, karena (gempa) tremornya juga agak berkurang,” kata Wawan.

    Letusan Surtseyan juga terpantau muncul sejak tubuh gunung tersebut terpapas. Letusan Surtseyan itu akibat aliran lava atau magma bertemu dengan air. Wawan belum tahu apakah letusan Surtseyan itu masih terjadi atau tidak. “Belum kelihatan karena tertutup kabut,” kata Wawan.

    Wawan mengatakan, peralatan seismograf PVMBG masih menangkap gempa letusan yang terjadi, tapi jenis letusannya belum bisa dipastikan. Dia beralasan, letusan tipe Surtseyan baru bisa terkonfirmasi lewat visual.

    Wawan mengatakan, jumlah letusan juga mulai menurun. Kendati demikian, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dipatok Siaga atau Level III, dengan areal yang harus dihindari dalam radius 5 kilometer dari puncak gunung tersebut. Wawan mengatakan, lembaganya masih belum mengevaluasi status gunung tersebut.

    “Perlu waktu dulu. Kita harus evaluasi dengan range waktu agak panjang,” kata dia.

    PVMBG memperkirakan volume tubuh Gunung Anak Krakatau yang hilang diperkirakan sekitar 150-180 juta meter kubik. Volume tubuh gunung yang tersisa diperkirakan sekitar 40-70 juta meter kubik. Tubuh Gunung Anak Krakatau diperkirakan berkurang akibat proses rayapan tubuh gunung api disertai laju erupsi yang tinggi pada 24-27 Desember 2018.

    Pengamatan Gunung Anak Krakatau pada 30 Desember 2018 teramati asap kawah dengan tinggi sekitar 300 mter dari puncak, berwarna putih dengan intensitas tebal. Rekaman seismograf saat itu mendapati terjadinya 18 kali gempa letusan, 50 kali gempa hembusan, 1 kali gempa vulkanik dangkal, serta 1 kali tremor dengan amplitudo 2 milimeter selama 2.202 detik.

    Tempo.co

    The post Posisi Kawah Gunung Anak Krakatau di Permukaan Laut Selat Sunda appeared first on Teras Lampung.

  • Para petugas PLN pembenahan jaringan listrik pasca tsunani Selat Sunda di wilayah Lampung Selatan.

    TERASLAMPUNG.COM -- Plt Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung, Junarwin, mengatakan  kelistrikan di lokasi yang terkena dampak bencana alam gelombang tsunami di wilayah pesisir Kalianda kini sudah pulih.

    Menurutnya, untuk mempercepat proses tersebut, selain memberikan arahan juga dorongan semangat kepada tim TRC.

    “Kondisi kelistrikan di wilayah Lampung Selatan dan sekitarnya yang terkena dampak gelombang tsunami telah mengalami perbaikan sebanyak 30 Gardu Distribusi dan sudah dapat dioperasikan kembali,”ujarnya, Minggu 30 Desember 2018.

    Menurutnuya, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menyalurkan bantuan teknis maupun non teknis kepada masyarakat pesisir Kalianda, Lampung selatan terdampak bencana gelombang tsunami yang terjadi pada Selasa malam 22 Desember 2018 lalu.

    Untuk memulihkan pasokan listrik di wilayah tersebut, PT PLN (Persero) UID Lampung mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) PLN yang terdiri dari 40 orang di bidang pelayanan teknik. Kemudian untuk 15 orang pegawai PLN, melakukan pemulihan terhadap kondisi kelistrikan di Lampung Seletan.

    Untuk mendukung tugas tersebut, PT PLN juga mengerahkan tujuh unit kendaraan pelayan teknik dan alat berat (crane). Hal tersebut dilakukan, yakni untuk mempermudah pengangkatan tiang serta jaringan Listrik yang rusak akibat akibat terkena dampak hantaman gelombang tsunami.

    Sedangkan untuk PLTD di Pulau Isolated (Pulau Sebesi) dengan kapasitas 3x100 Kw dan di Pulau Pahawang dengan kapasitas 150 kW, kata Junarwin, tidak mengalami kerusakan dan dalam kondisi aman saat terjadinya gelombang tsunami yang menerjang di wilayah pesisir Lampung Selatan.

    “Kedua PLTD di kedua pulau itu, kondisinya aman dan keduanya sudah dioperasikan,” kata dia.

    Dikatakannya, untuk progres kelistrikan di wilayah Lampung Selatan yang terdampak gelombang tsunami, saat ini sudah mencapai 100 persen. Untuk mempercepat progres itu, yakni melakukan penambahan pengoperasian dua gardu distribusi dan tiga jaringan tegangan rendah, penanaman tiang serta penyalaan lokasi prioritas baik di posko pengungsian, penerangan jalan umum, masjid dan lainnya di sekitar wilayah yang terdampak tsunami.

    Junarwin mengutarakan, sementara untuk bantuan non teknis yang diberikan melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung, berupa bantuan beasiswa lanjut pendidikan hingga SMA kepada dua anak yatim piatu yang jadi korban bencana alam. Kemudian paket sembako, makanan isntant, pakaian layak pakai, obat-obatan, peralatan masak, peralatan mandi dan peralatan ibadah.

    “Bantuan lain yang diberikan, berupa makanan bayi dan perlengkapan bayi, pembalut wanita, tikar dan tissue. Harapannya, bantuan yang diberikan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terkena dampak bencana alam gelombang tsunami tersebut,”terangnya.

    Selain itu juga, lanjut Junarwin, YBM PT. PLN UID Lampung mendirikan tiga posko untuk korban bencana. Seperti Posko Dapur Umum, Posko Logistik , Posko Anak dan Ibu Menyusui. Ketiga posko tersebut, terpusat di tempat pengungsian Lapangan Tenis Indoor Kalianda dan ada juga di Desa Way Muli lokasi yang paling parah terkena dampak gelombang tsunami.

    “Posko ini, sudah dioperasikan sejak 27 Desember 2018 hingga 12 hari ke depan. Tim relawan dari pegawai PLN UID Lampung langsung turun ke lokasi memberikan bantuan kepada para korban dan melihat pengaturan jadwal penyaluran logistik,”ucapnya.

    Menurutnya, di Posko Dapur Umum yang didirkan di Lapnagan Tenis Indoor Kalianda, makan yang disajikan untuk para korban ini sebanyak 4.500 bungkus/harinya. Dengan rincian, 1.500 bungkus untuk makan pagi, 1.500 bungkus untuk makan siang, dan 1.500 bungkus untuk makan malam.

    “Ribuan bungkus makanan yang disajikan tersebut, dibagikan kepada masyarakat korban tsunami Pulau Sebesi, Sebuku, Desa way Muli, Way Muli Timur, Kunjir, Sukaraja dan lainnya,”jelasnya.

    Karena semakin bertambahnya jumlah pengungsi, tim relawan dari seluruh unit pelaksana PLN UID Lampung dan dari unit-unit PLN lainnya turut turun ke lokasi. Bahkan tim relawan dari luar wilayah Lampung seperti YBM PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu turut hadir untuk memberikan bantuan.

    “Bersamaan dengan itu, relawan pegawai PLN melakukan kegiatan trauma healing untuk anak-anak yakni mengajak bermain dan mewarnai. Harapannya, kegiatan ini dapat sedikit meringankan beban dan trauma yg dialami anak-anak dan juga orangtua pascatsunami,” tandasnya.

    The post Pasca-Tsunami di Lamsel, 30 Gardu Distribusi Lisrik Sudah Diperbaiki appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Gedung kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) terbakar,Minggu petang, 30 Desember 2018. Saksi mata mengatakan, bangunan yang terbakar yaitu gedung Pasca Sarjana Pembangunan. "Sebagian gedung SBM (Sekolah Bisnis Manajemen ITB) juga kena," kata saksi mata Joan Ramdan, Ahad, 30 Desember 2018.

    Wakil Rektor ITB Bidang Alumni Dan Komunikasi Miming Miharja mengatakan, berdasarkan laporan, bagian terbakar adalah gedung Program Studi Pembangunan yang dekat dengan gedung SBM. "Saat ini sedang dipadamkan oleh Dinas Pemadaman Kebakaran Kota Bandung," ujar Miming.

    Joan mengatakan ia awalnya menyangka asap yang dilihatnya adalah pembakaran sampah. Karena curiga, juru parkir di pusat jajanan Jalan Taman Sari Bandung itu bergegas masuk dengan seizin petugas polisi yang sedang berada di dekat lokasi. "Masuk lewat gerbang yang terbuka, ternyata kebakaran," katanya.

    Ia segera melaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung. Namanya tercatat sebagai pelapor. Menurut Joan, petugas keamanan kampus sempat berupaya memadamkan kobaran api dengan hidran terdekat. "Tapi api semakin membesar, empat mobil pemadam sudah datang," katanya.

    Joan melaporkan kebakaran itu pukul 17.18 WIB. Belum diketahui jelas asal mula api dan kosong tidaknya gedung dari aktivitas orang. Lokasi kebakaran berada di bagian belakang kampus ITB atau dekat dengan Jalan Taman Sari.

    Tempo.co

    The post Gedung Kampus ITB Kebakaran appeared first on Teras Lampung.

  • LAMPUNG SELATAN -- Dibantu relawan Sekber PAL dan Polinela, para ibu di Ddsun Gubuk Garam, Desa Sebalang, Lampung Selatan mengelola dapur umum bagi para korban tsunami,Minggu, 30 Desember 2018.

    Para ibu warga Dusun Gubuk Garam itu layak jadi contoh,karena meskipun mereka sendiri menjadi korban tsunami, mereka masih memikirkan nasib orang lain.

    Menjelang magrib mereka berduyun-duyun kembali ke tenda pengungsian di perbukitan.

    Ichwanto M.Nuh

    The post Jadi Korban Tsunami, Para Ibu di Dusun Gubuk Garam Lamsel Kelola Dapur Umum appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Respons cepat dilakukan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru terhadap musibah bencana tsunami yang melanda Provinsi Lampung dan Banten Sabtu (22/12) lalu.

    Didampingi Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia, Gubernur Herman Deru melalui Dinas Sosial langsung mengirimkan bantuan dan melepas 30 personel Tagana Provinsi Sumsel di halaman Griya Agung, Jumat (28/12) sore untuk membantu korban tsunami.

    Gubernur Herman Deru dan istri kemudian menyerahkan bantuan tersebut kepada para korban tsunami di Lampung melalui Gubernur Ridho Ficardo, Minggu petang, 30 Desember 2018.

    Saat memberikan arahan kepada utusan yang diberangkatkan, Gubernur HD berpesan agar personel membantu korban sekuat tenaga tanpa memandang agama, suku, ras dan status sosial korban. Bahkan jika memang bantuan masih diperlukan, jadwal petugas ini bisa diperpanjang lebih dari 10 hari.

    "Kalau memang mereka masih butuh 100 hari juga nggak apa-apa dan karena kita lumbung pangan kita bantu beras, itu ada 21 ton. Bila perlu kita kirim alat berat kalau memang diperlukan," jelasnya.

    Menurut Herman Deru ketika kabar bencana itu terdengar, semua orang terhenyak tak terkecuali dirinya. Karena itu sejak beberapa hari kemarin, sejumlah OPD dan organisasi serta instansi terkait sudah diimbau menyiapkan bantuan yang akan dikirimkan Sumsel.

    "Pastinya kita terkejut dan prihatin. Nah kita harusnya berpikir apa yang bisa kita perbuat. Walaupun kita tahu anggaran sudah habis tapi kalau untuk saudara-saudara kita yang jadi korban kita pasti punya cara sendiri. Bisa materi, tenaga bahkan doa agar para korban lepas dari penderitaan," jelasnya.

    Selain itu HD juga berpesan kepada personel ini agar tetap mengutamakan kesehatan dan menjaga nama baik Sumsel selama bertugas.

    Sementaa itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Rosyidin Hasan, menjelaska tim ini akan menjalankan tugasnya selama 10 hari di Desa Way Mulih Lampung Selatan. Mereka akan menolong para korban yang terkena dampak bencana tsunami termasuk membantu proses pengungsian warga yang saat ini tengah berjalan.

    Selain mengirim personel, Pemprov Sumsel juga mengirimkan dapur umum ke lokasi tersebut yang paling banyak terkena dampak tsunami. Perhari dapur ini akan menyiapkan sedikitnya 600 porsi makanan bagi para keluarga korban dan pengungsi.

    "Mengapa kita pilih desa ini karena disana memang paling terdampak. Insya Allah petugas ini akan membantu disana selama 10 hari," jelas Rosyidin.

    Selain wujud kepedulian kemanusiaan, pengiriman bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana. Tak hanya itu, untuk memulihkan rasa trauma bagi para korban bencana utamanya anak-anak, mereka juga mengirimkan tim skotic untuk mendampingi.

    "Ini sejenis layanan psiko sosial. Gunanya untuk memotivasi dan memberikan dukungan pada para korban. Terutama anak-anak di pengungsian," tandas rosyidin.

    Beberapa jenis bantuan yang dikirimkan ke korban tsunami antara lain 21 ton beras, uang sumbangan senilai Rp372 juta, pakaian bekas layak 60 karung dan selimut.

    The post Pemprov Sumsel Serahkan 21 Ton Beras dan Dapur Umum untuk Korban Tsunami di Lampung appeared first on Teras Lampung.

  • Rahmat Mirzani Djausal

    TERASLAMPUNG.COM -- Dalam hitungan jam kita akan meninggalkan tahun 2018 dan memasuki tahun 2019. Banyak peristiwa penting yang harus dijadikan refleksi untuk menghadapi tahun 2019, mulai penanganan bencana, pembangunan ekonomi, serta korupsi.

    Indonesia mengalami tiga bencana besar sepanjang 2018, gempa Lombok, tsunami Palu, dan terakhir tsunami Selat Sunda, menyisakan pekerjaan rumah tentang penanganan bencana ke depan.

    Di sisi pembangunan ekonomi Indonesia dihadapkan pengaruh dari perang dagang Amerika dan Tiongkok yang berakibat pada tekanan nilai tukar rupiah, dan tantangan perubahan ekonomi digital.

    Terakhir, praktik korupsi pejabat daerah yang menjadi sorotan masyarakat. Berdasarkan catatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 29 operasi tangkap tangan terhadap pemangku kebijakan daerah selama tahun 2018. Tiga hal di atas menjadi sorotan utama tokoh muda Lampung Rahmat Mirzani Djausal selama 2018.

    "Banyak hal yang bisa kita refleksikan selama 2018, untuk dijadikan agenda perubahan di tahun 2019. Diantaranya penanganan bencana yang masih belum maksimal, ekonomi yang semakin sulit, serta korupsi pejabat daerah merupakan persoalan yang harus segera diselesaikan kedepan, tiga hal ini menjadi dasar perjuangan kita untuk perubahan," jelas Rahmat Mirzani Djausal, di Bandarlampung, Minggu (30/12/2018).

    Calon anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Bandarlampug Partai Gerindra tersebut menambahkan tahun 2019 merupakan tahun perubahan karena akan dilaksanakan pemilihan umum (Pemilu) yang menjadi sarana evaluasi masyarakat atas apa yang selama ini mereka rasakan, dan perubahan seperti apa yang mereka inginkan.

    "Tahun 2019 menjadi penting untuk mewujudkan agenda perubahan melalui Pemilu, kita berkomitmen untuk memastikan Lampung bisa mengatasi tiga persoalan tersebut," katanya.

    The post Refleksi Akhir Tahun 2018 Rahmat Mirzani Djausal appeared first on Teras Lampung.

  • Perairan di dekat Gunung Anak Krakatau (Foto: Teraslampung.com | Oyos Saroso HN)

    TERASLAMPUNG.COM -- Gunung Anak Krakatau yang erupsinya mengganas sejak beberapa bulan lalu dan berpuncak pada tsunami di Selat Sunda pada Sabtu malam, 22 Desember 2018, menurut penyair Lampung Rudi Suhaimi adalah sahabat manusia di sekitarnya.

    Menurut Rudi Suhaimi, erupsi Gunung Anak Krakatau -- yang memang benar-benar anak induk Gunung Krakatau yang meletus hebat pada Agustus 1883 hingga tubuh sang induk hancur -- bukanlah mesin penghancur layaknya bom atom yang dijatuhkan tentara Sekutu di Nagasaki dan Hiroshima.

    Kesaksian tentang Krakatau dan Gunung Anak Krakatau itu ditulis Rudi dalam sebuah puisi yang diberi judul "Aku Krakatau". Lewat puisinya tersebut Rudi ingin mengajak pembaca bahwa pada hakikatnya Krakatau bukanlah seseram yang tampak saat ini, ketika amukannya dianggap sebagai bencana.

    Berikut larik-larik lengkat puisi Rudi Suhaimi tentang Gunung Anak Krakatau:

    Aku Krakatau

    Puisi Rudi Suhaimi Kalianda

    Bukan mesin pembunuh, bukan pula sumber malapetaka
    Justru penyelamat jutaan biota bumi, sebab aku salah satu pasak penyeimbang dunia

    Aku krakatau, anak dari sang ibu yang mati demi kelangsungan hidup umat manusia, hingga ada cerita tentang 1883

    Aku bukan sosok yang menakutkan, tapi pohon pengetahuan, dari akar hingga pucuk daun menoreh makna-makna

    Ketika keserakahan melubang bumi, menimbun laut, memiliki bantaran sungai, menggerus perbukitan dan pegunungan, betapa beban menahan keseimbangan

    Erupsi, gempa, lontaran abu, adalah kabar yang aku sampaikan, sebelum kehidupan meranatapi diri
    Sebelum orang-orang mempraduga, saling debat tentang seuntai kata yang bernama "bencana"

    Aku krakatau,
    Memeluk lautan
    Menghangatkan ikan-ikan selat sunda untuk terus birahi, bergenerasi
    Memupuk terumbu karang, dan kehidupan dasar lautan
    Agar nelayan-nelayan banyak bawa pulang tangkapan

    Aku krakatau,
    Bukan mesin penghancur, seperti bom atom, bom nuklir atau rudal, seperti kalian buat untuk perang
    Aku menyuburkan tanah, duta pendamai ketika mutasi iklim yang akan ektrem

    Aku krakatau, sahabat dan kerabat dari satu lingkar yang bernama kehidupan.

    (Kalianda, 29 Desember 2018)

     

    Oyos Saroso H.N.

    The post Krakatau Menurut Penyair Lampung Rudi Suhaimi appeared first on Teras Lampung.