• TERASLAMPUNG.COM -- Gelombang pasang laut hingga air meluap ke daratan  di Pesisir Barat Banten, Sabtu malam,22 Desember 2018, menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengimbau masyarakat yang ada di sekitar pesisir pantai Barat Banten untuk tetap tenang dan tidak perlu melakukan evakuasi ke perbukitan.

    “Masyarakat diimbau tidak perlu evakuasi ke perbukitan. Tidak ada gempa yang membangkitkan tsunami. Letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak memicu tsunami. Hanya gelombang laut pasang masuk di daratan. Jangan melakukan aktivitas di pantai untuk sementara ini. Tetap tenang,” ujar Sutupo dalam cuitan twitternya.

    Dalam releasenya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono,, juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Berdasarkan informasi yang beredar, gelombang pasang air laut yang meluap, kini sudah surut dan warga sudah bisa kembali ke rumahnya masing-masing.

    Gelombang pasang di wilayah Kalianda, Lampung Selatan, menurut jurnalis asli Lampung Selatanl, Ricky Oktoro Wiwoho, pada Sabtu tengah malam juga sudah surut.

    "Alhamdulillah sudah surut," katanya.

    The post Air Laut di Pantai Barat Banten Meluap: 1 Orang Tewas, 11 Terluka appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Warga Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon heboh dengan beredarnya isu yang menyatakan bahwa bakal adanya terjangan tsunami. Akibat informasi yang belum jelas kebenarannya itu, bahkan warga mengungsi ke atas bukit. Pasalnya, kabar tsunami tersebut bahkan diumumkan melalui pengeras suara masjid.

    Di Lingkungan Temposo, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Sabtu (22/12/2018),misalnya. Solihin, warga setempat,mengaku banyak warga yang mengungsi akibat adanya isu tsunami. Dia tidak tahu bagaimana awal informasi tersebut menyebar. Sebab warga tampak panik.

    “Saya awalnya juga terlelap tidur, kemudian dibangunkan, katanya ada tsunami,” katanya.

    BACA: Rob Akibat Air Laut Pasang Landa Kawasan Pesisir Kalianda Lampung Selatan

    Menurut informasi yang didapatkannya, bahkan beberapa lingkungan di wilayah sekitar mengonfirmasikan isu tsunami tersebut melalui pengeras suara masjid. “Informasinya di Lingkungan Sekong diumumkan di masjid,” kata dia.

    Dia mengatakan bahwa akibat isu tersebut warga sekitar mengungsi ke bukit yang lebih tinggi untuk mengantisipasi kebenaran informasi.

    BACA: Tsunami di Pantai Barat Banten tidak Dipicu oleh Gempa Bumi

    “Banyak warga yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi seperti bukit,” katanya.

    Bantennews.co.id

    The post Isu Tsunami, Warga Merak Mengungsi ke Atas Bukit appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- BMKG membenarkan adanya tsunami di Pantai Barat Banten pada Sabtu malam,22 Desember 2018 pukul 21.27 WIB. Namun, BMKG menyatakan hal itu tidak disebabkan oleh aktivitas gempa bumi.

    "Berdasarkan informasi peristiwa tersebut, BMKG segera melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di beberapa sensor seismik terdekat dengan lokasi terjadinya tsunami,"kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG,Rahmat Triyono, Sabtu malam.

    Rahmat menjelaskan, berdasarkan analisis sinyal seismik tidak didapatkan adanya rekaman gempabumi pada waktu yang berdekatan dengan waktu terjadinya tsunami di sekitar Banten dan Lampung.

    Berdasarkan hasil pengamatan tidegauge (sementara), didapatkan data sebagai berikut:
    a. Tidegauge Serang tercatat pukul 21.27 WIB ketinggian 0.9m
    b. Tidegauge Banten tercatat pukul 21.33 WIB ketinggian 0.35m
    c. Tidegauge Kota Agung Lampung tercatat pukul 21.35 WIB ketinggian 0.36m
    d. Tidegauge Pelabuhan Panjang tercatat pukul 21.53 WIB ketinggian 0.28m

    "Peristiwa ini tidak disebabkan oleh aktifitas gempabumi tektonik. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.

    The post BMKG: Tsunami di Pantai Barat Banten tidak Dipicu oleh Gempa Bumi appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Bersamaan dengan merebaknya kabar tsunam di Pantai Anyer, Jawa Barat, banjir rob yang disebabkan tingginya gelombang air laut melanda sebagian besar kawasan pesisir di Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu malam, 22 Desember 2018.

    Informasi banjir rob tersebut banyak disebarluaskan warganet disertai foto dan video. Salah satu video yang diunggah netizen lewat pesan berantai di grup WhatsApp menggambarkan luapan air laut yang menggenangi lantai yang diduga sebagai lantai restoran Hotel Grand Elty Kalianda (Kalianda Resort).

    BACA: BMKG: Tsunami di Pantai Barat Banten tidak Dipicu oleh Gempa Bumi

    Teraslampung.com berusaha meminta konfirmasi soal video yang beredar di medsos itu ke pihak Hotel Grand Elty, tetapi hingga Sabtu tengah malam belum ada respons.

    Rizal, warga Kalianda, mengatakan rumah-rumah yang berada di pinggir laut di kawasan pesisir Kalianda saat ini sudah kemasukan air rob.

    Data di BMKG Lampung menyebutkan tidak tercatat adanya hal yang memicu terjadinya tsunami. BMKG Lampung mengimpau masyarakat untuk tetap tenang.

    BACA: Isu Tsunami, Warga Merak Mengungsi ke Atas Bukit

    [embed]https://youtu.be/KOz-_O738c8[/embed]

    The post Rob Akibat Air Laut Pasang Landa Kawasan Pesisir Kalianda Lampung Selatan appeared first on Teras Lampung.

  • Zainal Asikin | Teraslampung.com

    LAMPUNG SELATAN -- Desa Sidorejo di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan kini tercatat sebagai Desa Nabung Saham (DNS) pertama di Lampung atau kedua di Indonesia, Sebagai DNS, Desa Sidorejo memiliki Galeri Investasi Desa di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Menurut Kepala Desa (Kades) Sidorejo, Tommy Yulianto,edukasi pasar modal di Program Desa Nabung Saham (DNS) ini, sudah dimulai pada Februari 2018 lalu dan hingga berjalan sekarang ini.

    Tommy mengaku, untuk ikut program menabung saham, masyarakat tidak perlu harus repot-repot lagi datang ke Kota seperti Jakarta.

    "Masyarakat cukup mendaftarkan diri dengan datang ke Galeri Investasi Desa Bursa Efek Indonesia (BEI) di Kantor Desa Sidorejo, dengan membawa KTP, KK, NPWP dan buku rekening. Setelah itu, mengisi formulir pendaftaran dan menyiapkan uang sebagai modal awal minimal Rp 100 ribu," katanya.

    Untuk mengetahui prosesnya, warga akan diberikan pelatihan oleh tim inovator desa selama satu bulan. Kalau sudah paham, baru akan dibuatkan akunnya dan dibukakan rekening saham (RDN), deposit atas nama sendiri agar bisa login ke aplikasinya,”ungkapnya.

    BACA:Sidorejo, Desa Nabung Saham Pertama di Lampung

    Di Desa Sidorejo ada  2.300 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa 12.000. Dari belasan ribu penduduk itu, setidaknya saat ini ada 400 orang yang sudah ikut dalam progaram edukasi pasar modal “Desa Nabung saham” dengan mendaftar sebagai investor saham. Mereka sudah melakukan transaksi di pasar modal nabung saham tersebut.

    Tomy  berharap  program “Desa Nabung Saham” bisa dikenal lagi secara luas di masyarakat. Untuk itu,  ia bersama tim akan kembali memberikan sosialisasi edukasi pasar modal kepada masyarakat mengenai “saham”. Tujuannya, untuk menghindari agar masyarakat tidak terkena dampak penipuan investasi bodong yang meresahkan.

    “Bagi masyarakat yang ingin tahu mengenai saham, silahkan bisa datang langsung ke Galeri Investasi Desa Bursa Efek Indonesia (BEI) di Kantor Desa Sidorejo,”terangnya.

    Diakuinya, pada bulan Juni 2018 lalu, dirinya mendapatkan deviden senilai Rp 2,6 juta dari perusahaan yang sudah IPO. Menurutnya, nominal tersebut sebuah nilai yang cukup besar untuk warga desa khususnya.

    “Saya tahunya kalau dapat deviden itu, setelah ada email pemberitahuan yang masuk ke ponsel saya,”ucapnya.

    Untuk mendukung pembelian saham, lanjut Tommy, setidaknya ada dua koran bisnis yang selalu dibaca dirinya dalam setiap hari seperti media Bisnis Indonesia dan Tabloid Kontan.

    Tidak hanya itu saja, bahkan dihadapannya diatas meja kantor itu tampak terlihat ada dua buah buku tentang saham berjudul Technical Analysis of The Financial Markets, karya John J Murphy dan Technical Analysis for Mega Profit, karya Edianto Ong.

    [caption id="attachment_124361" align="aligncenter" width="640"]Suratno (39), warga Dusun 3 Desa Sidorejo yang ikut dalam progaram Desa Nabung Saham (DNS). Suratno (39), warga Dusun 3 Desa Sidorejo yang ikut dalam progaram Desa Nabung Saham (DNS).[/caption]

    Di aplikasi ponsel pintar (android) miliknya, RHB Sekuiritas Indonesia menyediakan juga fitur sederhana bagi penggunanya. Dalam fitur itu, terdapat sebuah kolom yang memberikan saran saham-saham yang perlu dibeli pada keesokan hari, pekan depan hingga bulan depan. Selain itu juga, termasuk saham-saham yang perlu ditahan (istilah untuk tidak dijual).

    Tommy Yulianto yang merupakan sebagai Kepala Desa (Kades) Sidorejo ini, menjadi salah satu contoh untuk semua Kepala Desa di Provinsi Lampung sebagai investor saham yang sukses menjalankan program Desa Nabung Saham (DNS) tersebut.

    BACA: DNS, Orang Kampung pun Bisa Menjadi Investor

    Suratno (39) warga Dusun 3 Desa Sidorejo yang ikut dalam progaram Desa Nabung Saham (DNS) mengatakan, awalnya ia medapatkan informasi itu dari temannya, bahwa pemerintah sedang menggalakkan program yuk nabung saham.

    “Tadinya saya tidak begitu percaya dan yakin program nabung saham ini, karena bagi saya warga desa tahunya mungkin itu investasi bodong. Apalagi sudah banyak sekali warga yang tertipu soal investasi-investasi gitu,”ucapnya.

    Setelah mencoba mendalami dan banyak bertanya dengan salah satu inovator desa di program Desa Nabung Saham (DNS) tersebut, kata Ratno sapaan akrabnya, ternyata program nabung sabung saham ini, bukanlah investasi bodong dan benar-benar sebuah program yang diakui atau disahkan oleh pemerintah.

    “Setelah saya mendaftar dan ikut di program Desa Nabung Saham (DNS) ini, saya dapat keuntungan dari jual beli saham itu dan alhamdulillah bisa membantu menaikkan ekonomi saya,”ungkap bapak dua orang anak ini.

    Dikatakannya, masyarakat jangan khawatir untuk ikut program investasi di DNS ini, karena program inilah yang benar-benar resmi dan diakui oleh pemerintah.

    Sementara Lusia Rita Undani (48), salah seorang ibu rumah tangga (IRT) yang kesehariannya membantu suaminya membuka usaha bengkel motor, service dan sparepart “Teguh Motor” di Pasar Sidomulyo mengatakan, ia ikut bermain saham itu dimulai dengan keputusannya membuka sebuah akun di salah satu perusahaan sekuiritas. Pilihannya, PT. RHB Sekuiritas Indonesia yang saat itu melakukan sosialisasi saham di Balai Desa Sidorejo melalui program Desa Nabung Saham (DNS) beberapa waktu lalu.

    [caption id="attachment_124363" align="aligncenter" width="640"] Lusia Rita Undani (48), salah seorang ibu rumah tangga (IRT) yang ikut dalam program Desa Nabung Saham (DNS).[/caption]

    “Sejak saat itulah, saya mulai ikut nabung saham. Apalagi modal awal yang diperlukan dalam program itu hanya Rp 100 ribu, dan menurut saya sebuah nilai sangat terjangkau sekali bagi warga desa seperti saya ini,”ujarnya saat di Galeri Investasi BEI di Kantor Desa Sidorejo.

    Nabungnya rutin tiap bulan, ada uang Rp 100 ribu bisa tabungkan bahkan lebih pun bisa. Jadi setiap bulan uang itu kita setorkan, nantinya dibelikan saham dan itu rutin dilakukan setiap bulan bahkan kalau bisa sampai jangka panjang menabungnya. Karena manfaat nabung saham ini, dapat dirasakan kalau saham itu sudah naik sekian persen.

    “Setiap bulan saja kita rutin nabungnya, meski berapapun itu nominalnya. Ya hasilnya kan, nantinya buat masa depan anak. Karena Investasi di program Desa Nabung Saham (DNS) ini tidak akan hilang dan menjanjikan, selain itu juga bisa diwariskan ke anak cucu,”ucapnya.

    Sembari berbincang-bincang, mata Ibu dua orang anak ini, begitu awas melihat halaman aplikasi sebuah perusahaan sekuiritas di ponsel pintarnya yang mana warna hijau dan merah mendominasi. Menurutnya, warna hijau menunjukkan harga saham di perusahaan sedang naik dan warna merah menandakan kalau harga saham sedang turun.

    “Kalau pas warnanya itu banyak yang hijau, rasanya ya pasti senang sekali mas karena harga saham sedang naik,”bebernya.

    Dikatakannya, sembari menjaga bengkel, ia terus aktif menggunakan ponsel pintarnya untuk terus melakukan tranding atau jual beli saham di akun miliknya. Aktivitasnya itu, dimulai dirinya pada awal Maret 2018 lalu.

    [caption id="attachment_124282" align="aligncenter" width="640"]Kantor Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan (Foto: Teraslampung.comZainal Asikin) Kantor Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan (Foto: Teraslampung.comZainal Asikin)[/caption]

    Untuk memudahkan informasi pergerakan saham, Rita memiliki catatan harian sendiri dari setiap informasi dan transaksinya. Catatan itulah yang dijadikan acuannya untuk membeli saham di akun miliknya, baik harga terendah dan tertinggi.

    “Kita melihat catatan, ya supaya bisa cuan (untung). Awalnya yang pertama saya tahu itu, hanya buy and sell. Setelah saya coba untuk terus rajin belajar, lalu baca berita dan buka google, barulah saya tahu bagaimana caranya agar supaya bisa cuan tersebut,”kata dia.

    Dalam memilih saham, dikaui Rita tidak perlu bertele-tele dan tanpa analisa terlebih dulu. Tapi yang paling terpenting baginya adalah, apakah perusahaan itu cukup prospek di pekan ini hingga pekan depan atau tidak. “Ya kalau dirasa memang prospek, maka kita beli saja,”ungkapnya.

    Rita mengutarakan, mengenai keuntungan di jual beli saham, cukup lumayan besar hasilnya. Mayoritas dalam sehari kerja, mendapat keuntungan 1 persen dari modal pokok. Apabila dalam satu bulan ada 20 hari kerja saja, maka keuntungan yang didapat bisa mencapai 20 persen dari modal pokok.

    “Saat baru mulai berjalan, saya pernah satu kali meraup untung Rp 1,5 juta dan keuntungan itu saya dapat dalam waktu tiga hari kerja saja. Bayangkan saja, siapa yang mau menggaji 20 persen sebulan dari modal pokok. Tapi kalau sekarang ini, saya sudah beberapa kali dapat keuntungan dari nabung saham ini,”terangnya.

    Keuntungan dari hasil nabung saham tersebut, lanjut Rita, digunakan untuk membeli ponsel, menambah bayar angsuran dan juga simpanan untuk investasi lagi dengan membeli 1.000 lot saham. Beberapa diantara saham yang dimilikinya, bahkan sudah melakukan bagi hasil keuntungan dari perusahaan.

    “Kalau pertama saya ikut itu, yang saya tahu Cuma buy and sel saja. Karena terus belajar, yakni baca buku-buku tentang saham dan buka google. Sekarang ini, saya sudah sedikit tahu dan paham bagaimana caranya untuk bisa cuan (keuntungan). Setiap sore saya kerap dapat kiriman email dari RHB Sekuiritas, dan itu setelah pasar bursa saham ditutup,”jelasnya.

    Meski demikian, Rita mengaku masih belum cukup piawai bermain saham dan sampai saat ini, ia belum dapat membaca harga support dan resistance di bursa saham tersebut. Tak jarang, Rita seringkali menemukan saham miliknya terlanjur sudah dijual. Beberapa saat kemudian, harga sahamnya masih melambung atau ketika saham yang dikira turun nilainya. Karena terlanjur sudah dijual, ternyata malah kemudian naik harganya.

    Rita menambahkan, kelebihan dari nabung saham ini jika dibandingkan nabung di bank, jika simpan uang Rp 100 ribu di bank pasti uang itu akan habis dipotong administrasi. Tapi kalau nabung saham dengan modal yang sama Rp 100 ribu, uang itu tidak akan berkurang meski didiamkan. Beberapa tahun kemudian, nominalnya akan bertambah menjadi beberapa ratus persen.

    “Yang jelas, program Desa Nabung Saham sangat aman karena program ini resmi dari pemerintah dan sudah diresmikan oleh BEI dan OJK. Jadi dengan menabung saham ini, dapat membantu untuk diri kita sendiri. Untuk masyarakat dengan sadar memikirkan masa depannya, silahkan bergabung di nabung saham ini untuk masa depan yang lebih baik lagi,”tukasnya.

    Apa yang dilakukan oleh Kepala Desa Sidorejo, Tommy Yulianto dan warganya yakni Suratno dan Lusia Rita Undani ini, terbilang hal baru di Provinsi Lampung khususnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

    Mendapat keuntungan lebih besar, membuat Tommy, Ratno, Rita dan lainnya tetap serius dalam perdagangan saham. Bahkan beberapa buku mengenai perdagangan saham, dibaca mereka untuk menambah wawasan mengenai hal tersebut.

     

    The post Kisah di Balik Sukses Sidorejo sebagai Desa Nabung Saham Pertama di Lampung appeared first on Teras Lampung.

  • Zainal Asikin | Teraslampung.com

    LAMPUNG SELATAN -- Rian Ahmad (29), salah satu inovator di program “Desa Nabung Saham” (DNS) Desa Sidorejo,Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, mengatakan edukasi investasi di pasar modal saham ini, tidak harus orang yang “berduit” dan tidak harus orang yang tinggal di Kota. Orang desa pun bisa ikut berinvestasi di bursa saham meski hanya modal Rp 100 ribu, bahkan hingga terkecil Rp 5.000 sudah bisa beli saham.

    “Meski hanya menggunakan ponsel android, warga sudah bisa beli saham di perusahan seperti PT Unilever, PT. Gudang Garam, PT PP, PT bukit Asam, Bank dan perusahaan terkenal lainnya. Yang jelas, berinvestasi di pasar modal (saham) ini sangat menyenangkan,”ucapnya.

    Dari data yang diterima dari RHB Sekuiritas, kata Rian, bahwa transaksi jual beli saham di program Desa Nabung Saham (DNS) Desa Sidorejo mulai Juli hingga Desember 2018, saat ini telah tembus senilai Rp 10 miliar.

    “Alhamdulilah, untuk transaksi jual beli saham di Desa Sidorejo ini, tembus Rp 10 miliar dan nominal yang didapat ini sangat fantastis untuk sekelas desa,”terangnya.

    Dikatakannya, jumlah warga (investor) di program DNS ada 400 orang, dari jumlah tersebut 300 orang warga Desa Sidorejo. Sementara lainnya, warga yang berasal dari Kecamatan Way Panji, Candipuro, Kalianda dan Bandarlampung.

    BACA: Kisah di Balik Sukses Sidorejo sebagai Desa Nabung Saham Pertama di Lampung

    Rian menuturkan, awalnya banyak masyarakat yang terkena investasi bodong, sebagai pemuda Desa Sidorejo kami berinisiatif mensosialisasikan tentang waspada investasi bodong. Berangkat dari itulah, lalu kita sosialisakan ke 7 dusun di Desa Sidorejo. Hal tersebut, untuk memberikan wawasan kepada masyarakat desa agar yang sudah kena investasasi bodong jangan sampai terkena lagi.

    “Dengan adanya wawasan ini, harapannya masyarakat bisa berpikir lagi agar masuk dalam investasi yang benar-benar resmi dari pemerintah. Salah satunya program Desa Nabung Saham (DNS) ini,”beber bapak satu anak yang tinggal di Dusun Kediri, Desa Sidorejo ini.

    Manfaat adanya Galeri Investasi saham di Desa Sidorejo ini, lanjut Rian, pertama untuk menghindari adanya investasi bodong. Kedua, menambah aset atau pendapatan bagi masyarakat itu sendiri.

    "Jadi ketika masyarakat memiliki dana lebih, mereka tidak perlu masuk ke investasi yang merugikan. Tapi sudah ada tempatnya, yakni di Desa Nabung Saham," katanya.

    BACA: Sidorejo, Desa Nabung Saham Pertama di Lampung

    The post DNS, Orang Kampung pun Bisa Menjadi Investor appeared first on Teras Lampung.

  • PERMAMPU sebagai konsorsium 8 ORNOP/LSM Perempuan di Sumatera untuk Advokasi Pemenuhan Hak Kesehatan Seksual & Reproduksi (HKSR) dan Gizi Perempuan di Sumatera merayakan Hari Pergerakan Perempuan, yang di Indonesia lebih dikenal sebagai Hari Ibu. Hari Pergerakan Perempuan dimaknai Permampu untuk mengenang semangat dan perjuangan perempuan, yang pada tanggal 22 Desember 1928 untuk pertama kalinya Perempuan Indonesia berkumpul dalam sebuah Kongres Perempuan Indonesia di Yogyakarta, untuk membahas peran perempuan dalam pergerakan Kemerdekaan Indonesia. Perayaan 90 tahun Pergerakan Perempuan ini menjadi momentum untuk merefleksikan capaian dan pembelajaran Advokasi HKSR dan Gizi Perempuan dalam Pertemuan Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput (FKPAR) dan Konsorsium Permampu Akhir Tahun 2018 di Sidikalang, Kab. Dairi, Sumatera Utara.

    Sepanjang tahun 2018, Permampu telah berhasil mencapai beberapa tujuan strategis, di antaranya:

    1. Penguatan ekonomi dan pengorganisasian perempuan akar rumput, yang hingga saat ini sudah terbentuk 549 kelompok yang beranggotakan 21. 241 anggota dengan total saham sejumlah Rp 44.140.682.906 (data per November 2018). Seluruh kelompok ini tersebar di 36 Kabupaten/kota di 8 propinsi.
    2. Sebanyak 952 perempuan pedesaan dan perempuan miskin kota mengakses berbagai layanan terkait HKSR, seperti test IVA, Pap Smear dan juga mammografi.
    3. Permampu telah mengembangkan Pusat Layanan dan Pembelajaran HKSR (OSS&L) untuk Perempuan dan Perempuan Muda di 23 Puskesmas/23 Kecamatan di 20 Kabupaten di Pulau Sumatera dengan melibatkan FKPAR, Forum Perempuan Muda (FPM), Keluarga Peduli HKSR, Pembatra, Tokoh Adat dan Tokoh Agama.
    4. Keterlibatan aktif 792 laki-laki dalam program yang ditandai dengan telah terpilihnya Keluarga Peduli HKSR di 7 propinsi, dan 1 Desa Peduli HKSR yang telah digagas sebagai “role model” untuk Advokasi HKSR di SUMUT.
    5. Terdapat 758 Perempuan Potensial dampingan Permampu di 8 Propinsi sebagai pemimpin publik di tingkat desa/kelurahan sampai tingkat Kabupaten/Kota. Sebanyak 48 orang di antaranya adalah Caleg Perempuan dalam Pemilihan Legislatif tahun 2019.
    6. Telah berhasil mendorong disahkannya 30 kebijakan terkait kesehatan (HKSR) dan Gizi Perempuan dalam bentuk Perda, Pergub/ Perbup/ Perwali/ Perwako/ Perdes/ Perna, Surat Keputusan dan MoU di 8 Propinsi di Pulau Sumatera.

    Berbagai capaian di atas masih perlu ditingkatkan lagi di tahun yang akan datang, karena masih banyak tantangan dan persoalan yang ditemukan dan harus segera diselesaikan di tahun 2019, khususnya terkait dengan arah dan fokus Program Advokasi Kesehatan (HKSR) dan Gizi Perempuan. Untuk itu, FKPAR dan Permampu telah menyampaikan rekomendasi sebagai berikut:
    1. Perempuan harus lebih terorganisir dari tingkat desa sampai ke Nasional, memiliki kekuatan ekonomi, bersatu untuk berjuang bersama.
    2. Lebih aktif mengadvokasi perbaikan kualitas layanan di Puskesmas, sesuai dengan SPM Kesehatan.
    3. Akan terus mengembangkan strategi khusus untuk pemenangan Caleg Perempuan di Pemilu Legislatif 2019, serta untuk kepemimpinan perempuan potensial dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/SDGs.
    4. Memastikan implementasi berbagai kebijakan yang sudah disahkan terkait HKSR dan Gizi Perempuan dalam bentuk Perda, Pergub/ Perbup/ Perwali/ Perwako/ Perdes/ Perna, Surat Keputusan dan MoU di 8 Propinsi di Pulau Sumatera dengan didukung kebijakan alokasi anggaran daerah dan desa secara berkelanjutan.
    5. FKPAR dan Permampu akan terus menyuarakan kepentingan HKSR Perempuan dan mempengaruhi pengambilan keputusan untuk mengeluarkan kebijakan dan anggaran yang peka gender dalam pemenuhan HKSR termasuk gizi perempuan dan perempuan muda.

    “Perempuan Akar Rumput Bergerak Bersama untuk Penghapusan Pemiskinan Perempuan dan Penguatan Kepemimpinan Perempuan Sumatera”

    Sidikalang, 22 Desember 2018
    FKPAR Sumatera dan Konsorsium PERMAMPU :

    1. FKPAR dan Flower Aceh- Aceh (Riswati, HP: 08116821800)
    2. FKPAR dan PESADA -Sumut (Berliana Purba, HP: 082361529186)
    3. FKPAR dan PPSW Sumatera - Riau (Endang Sulfiana, HP: 08129160031)
    4. FKPAR dan LP2M –SUMBAR (Ramadhaniati, HP:081363936566)
    5. FKPAR dan Aliansi Perempuan Merangin- Jambi (Aljimah, HP: 081366593473)
    6. FKPAR dan Cahaya Perempuan WCC- Bengkulu (Artety Sumeri, HP: 082186982811)
    7. FKPAR dan WCC Palembang- Sumatera Selatan (Yeni Roslaini, HP:082179544594)
    8. FKPAR dan Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR- Lampung (Sely Fitiani, HP: 081278281187)

    The post Meningkatkan Kepemimpinan Perempuan Untuk Penghapusan Pemiskinan Perempuan appeared first on Teras Lampung.

  • Presiden Joko Widodo bersama menteri Kabinet Kerja, CEO PT Freeport-McMorran Copper & Gold Inc., Rochard Adkerson, dan Direktur Utama PT Inalum Budi Gunawan Sadikin mengumumkan 51,2 persen saham PT Freeport yang telah beralih ke PT Inalum di Istana Merdeka, Jakarta, 21 Desember 2018. TEMPO/Friski Riana

    TERASLAMPUNG.COM -- Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum telah melunasi pembayaran divestasi saham PT Freeport-McMorran.

    "Saya baru saja menerima laporan dari seluruh menteri terkait, Dirut PT Inalum dan dari CEO dan Dirut PT Freeport-McMorran. Disampaikan bahwa saham PT Freeport sudah 51,2 persen sudah beralih ke PT Inalum dan sudah lunas dibayar," kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018.

    Menurut Jokowi, hari ini juga menjadi momen bersejarah setelah PT Freeport beroperasi di Indonesia sejak 1973. Kepemilikan mayoritas saham Freeport, kata Jokowi, akan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

    "Nantinya income, pendapatan baik dari pajak maupun nonpojak, royalti semuanya akan tentu saja lebih besar dan lebih baik. Saya kira ini lah yang memang kita tunggu," katanya.

    Dalam konferensi pers itu, Jokowi turut didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Direktur Utama PT Inalum Budi Gunawan Sadikin, CEO PT Freeport-McMorran Copper & Gold Inc., Rochard Adkerson.

    Sebelumnya, Inalum menyatakan siap membayar akuisisi Freeport Indonesia sejalan dengan telah masuknya dana senilai US$ 4 miliar (Rp 58 triliun) dari penerbitan obligasi global. Dana yang digunakan untuk akuisisi Freeport senilai US$ 3,85 miliar (Rp 56 triliun).

    Inalum, Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto telah menandatangani sejumlah perjanjian sebagai kelanjutan dari Pokok-Pokok Perjanjian (Head of Agreement/HoA) terkait terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di Freeport Indonesia ke Inalum pada September 2018.

    Sejumlah perjanjian tersebut meliputi perjanjian divestasi Freeport Indonesia, perjanjian jual beli saham PT Rio Tinto Indonesia (PTRTI), dan Perjanjian Pemegang Saham Freeport Indonesia.

    Jumlah saham Freeport Indonesia yang dimiliki Inalum akan meningkat dari 9,36 persen menjadi 51,23 persen. Pemerintah Daerah (Pemda) Papua akan memperoleh 10 persen dari 100 persen saham PTFI. Perubahan kepemilikan saham ini akan resmi terjadi setelah transaksi pembayaran sebesar US$ 3,85 miliar atau setara dengan Rp 56 triliun kepada FCX diselesaikan sebelum akhir 2018.

    Beberapa bulan lalu ketika kabar rencana pengambil-alihan sebagian besar saham Freeport dilakukan pemerintah Indonesia, tokoh seperti Amien Rais, Fadli Zon, dan Rocky Gerung menyebut informasi tersebut sebagai hoax atau kabar bohong.

    Tempo.co|DBS

    The post Jokowi Umumkan 51,2 Persen Saham Freeport Resmi Beralih ke Inalum appeared first on Teras Lampung.

  • Oleh M.Arman AZ*

    Beberapa tahun lalu, dalam buku lama terbitan Dinas P & K Provinsi  Lampung tahun 80-an, saya memergoki nama Atje Padmawiganda (selain Kamaroeddin dan Mas Arga, nama yang lebih dulu familiar dalam sejarah pers di Lampung) dan perannya dalam penerbitan koran di Lampung. Nama itu mengeram dalam memori saya karena nyaris tidak pernah terdengar.

    Hingga akhirnya saya bersua lagi dengan nama Atje, kali ini lengkap dengan arsip koran Medan Ra’jat di Perpustaan Leiden, Belanda. Apa yang selama ini saya ketahui tentang masa-masa awal kehidupan pers di Lampung, ternyata belum lengkap dan berbeda (jika tak mau dibilang keliru atawa tidak tepat).

    Koran Medan Ra’jat diterbitkan tahun 1916 oleh Lampongsche Snelpersdrukkerij “Tjia Eng Thiam” yang kantor pusatnya beralamat di Kampong Tjina, Telok Betong. Semboyan koran ini: “Damailah Segala Bangsa Pendoedoek Hindia – Sa’ija Sekata Peangkat Derdjat Bangsa”. Seingat saya, di Padang juga pernah ada koran bernama serupa. Setelah memastikan, ternyata koran Medan Ra’jat di Padang terbit tahun 1930-an.

    Membaca berita-berita di Medan Ra’jat yang terbit tiga dekade sebelum kemerdekaan, ternyata sudah ada benih-benih wacana dan semangat kebangsaan di dalamnya. Saya juga memergoki kritik atau protes terhadap sejumlah situasi yang belum ideal di Lampung pada era itu, bagaimana pentingnya pendidikan, juga memuat berita dari belahan dunia lain (terutama Eropa), dan sebagainya.

    Seiring waktu, Atje mengundurkan diri dari jabatannya sebagai redaktur. Dia menulis ihwal itu di Medan Ra’jat. Posisi Atje digantikan oleh Na Ban Seng. Uniknya, di koran Medan Ra’jat beberapa edisi berikutnya (status Atje masih di MR), Atje merilis berita bahwa dia akan menerbitkan koran Hindia Moeda, dengan Direktur & Administasi dipegang oleh Kiagoes Anang Somad.

    Informasi mengenai pengunduran Atje itu menjadi lebih jelas pada edisi terakhir Medan Ra’jat, 28 April 1917. Halaman depan koran itu memuat berita bahwa mulai tanggal 1 Mei 1917, Medan Ra’jat sudah dioper ke pihak lain. Juga disertai berita bahwa sejak awal Mei itu pula, koran Medan Ra’jat berubah namanya menjadi Hindia Moeda.

    Di kolom lain, dipergoki informasi Hindia Moeda beralamat di kantor Sarikat Islam. Artinya, terjadi alih kepemilikan sekaligus perubahan nama koran (dari Medan Ra’jat menjadi Hindia Moeda) dan Atje Padmawiganda tetap menjadi “koki” di dapur kedua koran itu.

    Bagaimana dengan koran-koran lain yang pernah terbit di Lampung era Hindia Belanda atau pra-kemerdekaan? Antara tahun 1917 hingga awal 1930, ada kekosongan informasi tentang koran di Lampung kala itu. Baru pada tahun 1930-an ada petunjuk mengenai hal itu. Ada koran Soeara Lampung, koran Fadjar Soematra, dan koran Pengharapan Banten.

    Koran Soeara Lampung, diterbitkan oleh Oesaha Lampongs, edisi perdananya 9 April 1932, dengan semboyan “Penoendjang Kemadjoean Indonesia”. Redakturnya bernama Toejoeng. Koran ini terbit setiap Selasa, Kamis, Sabtu. Pada edisi kesepuluh, posisi redaktur berganti. Sudjalma menjadi redaktur, sementara Toejoeng menjadi Administratur.

    Koran Fadjar Soematra terbit tahun 1930, pimrednya bernama H. Boerhan Kartadiredja. FS diterbitkan oleh N.V. Handel & Exploitatie Maatschaprij ”Oesaha Lampong”. Koran yang terbit setiap Rabu dan Sabtu ini beralamat kantor di Doerianpajoengweg (mungkin daerah Durenpayung sekarang).

    Dalam berita di FS edisi kedua, Maret 1930, ada informasi mengenai beberapa koran yang pernah gelar hingga gulung tikar di Lampung. Ternyata, selain Medan Ra’jat dan Hindia Moeda, pernah terbit koran Perobahan, koran Peroekoenan, dan koran Perasaan. Arsip dan informasi lebih jauh mengenai tiga koran tersebut - setakat ini - nihil. Merujuk berita ini, setidaknya ada lima koran yang terbit di Lampung sebelum kemunculan koran-koran di era 1930-an.

    FS edisi 11 (3 Mei 1930) tidak lagi memajang nama Boerhan Kartadiredja sebagai Pimred. Di halaman berikutnya ditemukan pemberitahuan langsung dari Boerhan bahwa sejak edisi itu dia tidak lagi menjabat Pimred. Pada FS edisi 20, terpajang nama redaktur anyar, Mhd Zain Sanibar (kemungkinan mantan redaktur koran Perasaan). Beberapa edisi berikutnya bertambah nama redaktur, Mas Arga. Edisi nomor 52, nama Mhd Zain Sanibar sudah tidak terpajang lagi.

    Pada FS edisi 75-76, 20-24 Desember 1930 diumumkan bahwa mulai edisi berikutnya, menjelang awal tahun 1931, nama FS akan diubah menjadi Rakata.

    Koran Pengharapan Banten, terbit tahun 1923, berbahasa Belanda, kantor pusatnya di Banten. Meski demikian, koran ini memuat berita-berita dari Lampung. Redaksinya W.B. Klaarwater, R.S Prihatin dan Entik, alamat penerbitnya di Rangkasbetoeng (Rangkasbitung).

    Arsip keempat koran ini (Medan Ra’jat, Soeara Lampung, Fadjar Soematra, dan Pengharapan Banten) tersimpan di Perpustakaan Leiden. Seluruhnya dalam bentuk mikrofilm.

    Saya pernah mendengar, ada buku sejarah pers Lampung yang diterbitkan organisasi wartawan di Lampung, namun belum pernah membacanya.

    Saya pikir, ada baiknya buku sejarah pers Lampung diterbitkan ulang, dengan sejumlah perbaikan berdasarkan informasi di atas. Dan Atje Padmawiganda, Medan Ra’jat, nama-nama koran dan individu yang disebut di atas, harus didudukkan di tempat yang tepat dalam sejarah pers Lampung.

    Ketiadaan atau minimnya arsip tentang sejumlah hal di Lampung (termasuk pers) - selain keengganan melacak-menggalinya karena (mungkin) dianggap nirguna dan nirlaba - menyebabkan Lampung ibarat rumah megah tak berpondasi.***

    M. Arman AZ adalah cerpenis dan peneliti. Pada Oktober-November 2018 lalu melakukan studi pustaka di Perpustakan Leiden, Belanda, untuk penelitian tentang kamus Bahasa Lampung karya Van Der Tuuk dan sejarah Lampung.

    The post Atje Padmawiganda, “Medan Ra’jat”, dan Sejarah Pers di Lampung appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM  -- Sejumlah perwakilan 57 marga Batak, tergabung keluarga besar Paguyuban Raja Nayambaton (Parna) Rayon Panjang, Bandarlampung, mendeklarasikan dukungan politik pemenangan paslon capres-cawapres RI nomor urut 01 masa bakti 2019-2024 Jokowi-Ma'ruf Amin, di Warung Oleh-Oleh Elsye, Jalan Soekarno-Hatta (By Pass), Baruna, Panjang, Bandarlampung, Jum'at (20/12/2018) siang.

    Di hadapan Sekretaris Bravo-5 Lampung Muhammad Endi Saputra Hasibuan, Ketua Parna Rayon Panjang Selamat Ginting dan penasihat Berlian Rumahorbo, menyatakan kebulatan tekad paguyuban yang eksis sejak 1982 itu demi memenangkan kembali capres petahana Jokowi, berdasarkan basis pertimbangan rasional.

    "Kami mayoritas masyarakat perantau, dukung Jokowi-Ma'ruf karena pertama, Jokowi asli Solo, Jawa Tengah tapi membangun Indonesia-centris. Kedua, di mata semua agama yang diakui di Indonesia, Jokowi orang baik, semua agama juga baik. Ketiga, Jokowi terlihat nyata hasil kerjanya pro-rakyat," kata Berlian Rumahorbo.

    Asal tahu saja, di 8 kelurahan se-Kecamatan Panjang, seperti dijelaskan Selamat Ginting, Parna kini menaungi 107 kepala keluarga (kk). Sedang di 15 kabupaten/kota se-Lampung, hampir mencapai 10 ribu kk.

    Sebagai perkumpulan marga, Parna sendiri, memiliki kesepakatan adat bahwa sebanyak 37 kakak-beradik keturunan marganya tidak boleh menikah satu sama lain.

    Lazimnya komunitas adat, mereka rutin pula berkonsolidasi dalam bentuk arisan, kunjungan antarkeluarga, dan meramaikan undangan hajat perkawinan maupun kabar duka antarsesama anggota kekerabatan.

    "Parna Rayon Panjang mengucapkan terima kasih atas kehadiran, tanggapan positif, dan kepedulian tim Bravo-5 Lampung atas kegiatan hari ini," kata Selamat Ginting saat pidato.

    Dalam sambutannya, Sekretaris Bravo-5 Lampung M. Endi Saputra Hasibuan mewakili Ketua Bravo-5 Lampung Andi Desfiandi menjabarkan capaian hasil program pembangunan nasional pemerintahan Jokowi-JK yang telah, sedang, dan akan selesai.

    "Keunggulan Pak Jokowi dan Kyai Ma'ruf mari sama-sama, terus kita kampanyekan setiap berjumpa dengan siapa saja, termasuk yang bukan dari keluarga besar Parna. Saya harap Amang, Opung, Boru, dan perwakilan yang berkesempatan hadir saat ini, memiliki semangat yang sama dengan Bravo-5, memiliki semangat yang sama dengan Pak Jokowi, bersih, jujur, dan kerja nyata," kata Endi, sapaan mantan bankir itu dalam sambutannya.

    Selain para sesepuh Parna, hadir pada kesempatan itu, utusan komisariat wilayah (Komwil) Parna, diantaranya Pasaribu (Waylunik dan Jalan Baru), Sinaga (Srengsem), Elsitanggang Boru Sinaga (Km 10 UK), Rumahorho dan Ferry Aritonang (Srengsem Uka), Firda Sitanggang (Tarahan), Suryadi Tambupolon (sekitaran Jalan Baru), dan Simbolon (pengurus muda-mudi).

    Dari Bravo-5, turut hadir Kasatgas Opini Publik Muzzamil, Kasatgas Sekretariatan Dedy Rohman, dan Ketua Bravo-5 Tanggamus Arief Budiman Paksi.

    Acara yang berlangsung cair di kios milik Sepdina boru Sinaga itu diakhiri prosesi pemakaian simbolis kaos Bravo-5 Lampung oleh Sekretaris Bravo-5 Lampung kepada Selamat Ginting. Mereka bahkan sempat merekam video pernyataan deklarasi.

    Parna Rayon Panjang juga mengharapkan bisa difasilitasi Bravo-5 agar mereka dan masyarakat Kecamatan Panjang umumnya dapat memiliki fasilitas publik berupa gedung pertemuan umum yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.

    The post Paguyuban Batak Parna Panjang-Bandarlampung Dukung Jokowi-Ma’ruf appeared first on Teras Lampung.

  • epala BPK Perwakilan Lampung, Sunarto, pada acara Media Workshop Hasil Pemeriksaan Semester II BPK Perwakilan Provinsi Lampung, Jumat (21/12/2018) di lantai II Kantor BPK Perwakilan Provinsi Lampung.

    TERASLAMPUNG.COM -- Banyak dana pendidikan dari pemerintah pusat mengalir ke Lampung. Namun, kucuran dana itu menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Lampung belum efektif.

    Hasil pemeriksaan  BPK Perwakilan Provinsi Lampung pada semester dua menemukan pengelolaan dana  pendidikan bagi peserta didik di Lampung yang belum sepenuhnya efektif antara lain adalah dana untuk progam Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

    "Pada Provinsi Lampung ditemukan adanya besaran dana BOS dan BOS Daerah (BOSDa) yang diterima sekolah belum berdasarkan data, bantuan PIP belum sepenuhnya tepat waktu, dan belum semua peserta didik yang membutuhkan bantuan biaya personal menerima dana bantuan PIP, serta monitoring dan evaluasi pengelolaan BOS, BOSDA, dan PIP belum dilaksanakan secara memadai," kata Kepala BPK Perwakilan Lampung, Sunarto, pada acara Media Workshop Hasil Pemeriksaan Semester II BPK Perwakilan Provinsi Lampung, Jumat (21/12/2018) di lantai II Kantor BPK Perwakilan Provinsi Lampung.

    BACA: Soal Dana PIP, Walikota Herman HN Janji akan Tindak Lanjuti Temuan BPK 

    Sementara itu, pemeriksaan kinerja bidang pendidikan di Kota Bandarlampung ditemukan adanya dana bantuan PIP belum diterima oleh seluruh peserta didik yang membutuhkan bantuan biaya personal, pencairan dan penyaluran dana Biling belum tepat waktu.

    Selain itu, pada pemeriksaan kinerja bidang kesehatan dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional tahun anggaran 2017 dan 2018 (semester I) di kabupaten Lampung barat dan Way Kanan.

    Di Kabupaten Lampung barat, ditemukan dinas kesehatan belum memenuhi kebutuhan dokter dan tenaga kesehatan secara memadai dan kadis juga belum bisa menyediakan, memfasilitasi,melaksanakan serta memonitor pelaksanaan diklat oleh tenaga kesehatan dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan.

    Sedangkan di Kabupaten Way Kanan , ditemukan alat kesehatan di RSUD belum dikelola secara memadai sehingga pelayanan terhadap kesehatan masyarakat kurang optimal dan alat kesehatan belum sepenuhnya terealisasi sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat.

    Mas Alina Arifin

    The post BPK: Program BOS, BOSDa, dan PIP di Lampung Belum Efektif appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri melantik dan mengambil sumpah jabatan dua pejabat tinggi pratama Pemrov Lampung, yaitu Taufik Hidayat dan Fachrizal Darminto. Pelantikan dilakukan di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Jumat (21/12/2018).

    Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 821.21/1007/VI.04/2018, Taufik Hidayat dikukuhkan sebagai Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Lampung dan Fachrizal Darminto sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintah dan Politik Provinsi Lampung.

    Pelantikan susulan ini dilakukan karena pada tanggal 18 Desember 2018 lalu (saat rolling jabatan) keduanya sedang melakukan dinas luar.

    Dalam sambutannya, Wagub mengatakan, alih tugas merupakan hal biasa yang terjadi dalam PNS. Rotasi ini akan memberikan pengalaman yang banyak. "Tidak ada jabatan yang enak dan tidak enak, hanya bagaimana cara kita me-manage nya,” tambah Wagub

    Mantan Bupati Tulang Bawang Barat ini meminta agar pejabat yang baru saja dilantik dapat bekerja dan memberikan yang terbaik. “Ini adalah amanah dari Allah SWT. Saya berpesan agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan tidak melakukan perbuatan yang tercela. Apalagi ini merupakan tahun anggaran bagi saya dan Pak Gubernur Ridho. Lakukan yang terbaik” ucapnya.

    Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis dan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

    The post Wagub Bachtiar Basri Lantik Dua Pejabat Tinggi Pratama appeared first on Teras Lampung.

  • Ratusan pegawai honorer RSU Ryacudu Kotabumi Lampung unjuk rasa di kantor Pemkab Lampung Utara.
  • Harta Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin melonjak hingga Rp 54,4 miliar dalam kurun dua tahun.
  • TERASLAMPUNG.COM -– Gerakan Alumni UI untuk Jokowi – Amin akan menggelar “Deklarasi Alumni UI Untuk Jokowi – Amin” di Plaza Selatan dan Tenggara Gelora Bung Karno, Jakarta. Sabtu, 12 Januari 2019, jam 06.00 – 10.00.

    Panitia mengklaim deklarasi ini rencananya akan dihadiri ribuan alumnus Universitas Indonesia dari berbagai fakultas dan angkatan.

    “Gerakan kami terbentuk dari inisiatif para alumnus Universitas Indonesia yang secara pribadi berhimpun untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 01,” kata Ketua Gerakan Alumni UI Untuk Jokowi – Amin, Fajar Soeharto, Rabu,19 Desember 2018.

    Fajar menegaskan deklarasi ini murni didasarkan pada kehendak dan kesamaan pilihan para alumnus yang mendukung paslon 01.

    "Kami percaya Pak Joko Widodo dan Pak Ma’ruf Amin merupakan pasangan calon yang paling tepat, diukur dari rekam jejak, integritas dan prestasi yang sudah nyata terbukti, untuk meneruskan pembangunan Indonesia di segala bidang demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

    Jay Subyakto, alumnus Universitas Indonesia, yang merupakan Event Director Deklarasi menyampaikan bahwa acara ini akan diisi dengan menyanyikan bersama lagu-lagu kebangsaan dipimpin oleh Addie MS dan Erwin Gutawa; pembacaan deklarasi oleh Tompi; dan berbagai kegiatan lain yang menggugah semangat dan menyerukan dukungan bagi paslon 01.

    “Acaranya dirancang dan dipersembahkan untuk seluruh alumnus UI dan simpatisan lainnya yang hadir, agar tergugah semangat dan kebanggaannya untuk solid mendukung Pak Joko Widodo dan Pak Ma’ruf Amin di pilpres April 2019,” kata Jay Subyakto.

    Toto Sugito,  Wakil Ketua Gerakan menyerukan dan mengundang semua alumnus UI yang mempunyai visi sama agar bergabung dengan Gerakan ini dan hadir di acara Deklarasi.

    “Caranya mudah, kirim donasi ke rekening Gerakan Alumni UI untuk Jokowi-Amin. Kami menerima berapapun jumlah donasi yang akan diberikan, karena pelaksanaan Deklarasi dilakukan murni dari pengumpulan dana sumbangan perorangan alumni UI yang secara sukarela memberi bantuan,” lanjut Toto Sugito.

    Panitia Deklarasi berencana mengundang calon presiden 01 untuk hadir di acara. Upaya ini sedang dilakukan melalui jalur resmi Tim Kampanye Nasional.

    The post Para Alumnus UI akan Deklarasikan Alumni UI untuk Jokowi – Ma’ruf Amin appeared first on Teras Lampung.