• Kunjungan Gubernur Lampung dan Menteri Kabinet Kerja ke Desa Way Muli,Selasa, 25 Desember 2018.

    TERASLAMPUNG.COM -- Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo bersama Wagub Bachtiar Basri dan sejumlah menteri Kabinet Kerja meninjau lokasi terjadinya gelombang pasang tsunami di Desa Way Muli, Lampung Selatan, Selasa siang, 25 Desember 2018.

    Rombongan Menteri Kabinet Kerja antara lain Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menteri Koordinator PMK Puan Maharani. Tampak pula Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.

    Selain mengunjungi Desa Way Muli, rombongan Gubernur Lampung dan Menteri Kabinet Kerja juga mengunjungi para korban luka-luka di RSUD Bob Bazar di Kalianda, Lampung Selatan.

    Dalam kunjungan tersebut Gubernur Ridho menyatakan pihaknya dirinya telah berkordinasi dengan Menteri PU PR dan Bupati Lampung selatan untuk melakukan perbaikan dan pembangunan rumah bagi masyarakat yang rumahnya hancur terkena terjangan gelombang pasang pada Sabtu malam, 22 Desember 2018..

    "Hari ini begitu banyak masyarakat kita yang terkena musibah, yang rumahnya itu rata dengan tanah. Kemarin saya juga sudah meninjau kesini, juga kerumah sakit. saya berbincang-bincang dengan para korban, ada yg dioperasi dan lain sebagainya. Mereka sedih, menangis, tapi bukan nangis kareana sakit di operasi, tapi karena harta bendanya sudah hilang semua, rumahnya rata dengan tanah. Untuk itu sesegera mungkin kita akan lakukan rehabilitasi area pemukiman, karena nggak mungkin kita menampung mereka semua dipenampungan maupun dirumah sakit hingga terlalu lama," papar Gubernur Ridho.

    Gubernur Ridho juga mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Lampung Selatan untuk mempersiapkan pemukiman dengan segera.

    "kita akan siapkan area pemukiman dengan segera, Pak Bupati Lampung Selatan sudah memberikan gambaran lokasi alternatif yang dapat dijadikan area pemukiman yang aman tapi juga tidak jauh dari mata pencaharian masyarakat, karena seperti kita ketahui, sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah nelayan," kata Gubernur Ridho.

    Sementara itu untuk lokasi lain seperti pulau sebuku, sebesi dan pulau lainnya, Gubernur Ridho menyatakan Pemprov Lampung telah mendistribusi bantuan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Polair. Adapun bantuan yang disalurkan berupa makanan dan minuman, obat-obatan, selimut dan logistik lainnya yang diperlukan masyarakat setempat.

    The post Pasca-Tsunami Selat Sunda, Pemerintah akan Bangun Kembali Rumah Warga yang Hancur appeared first on Teras Lampung.

  • Zainal Asikin | Teraslampung.com

    KALIANDA -- Empat menteri kabinet kerja Presiden Jokowi Widodo, mengunjungi korban bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi di wilayah pesisir Lampung Selatan, Selasa, 25 Desember 2018.

    Keempat menteri itu adalah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, Menteri Sosial (Mensos), Agus Gumiwang Karta Sasmita, Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Men PUPR), Basuki Hadimuljono.

    Rombongan menteri kabinet kerja Jokowi tersebut, datang dengan menggunakan helikopter. Usai mendarat, rombongan para menteri melanjutkan perjalanannya dengan mobil bertolak ke wilayah yang terkena dampak paling parah gelombang tsunami yakni di Desa Way Muli dan Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

    Ikut bersama rombongan menteri tersebut, Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto, Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto dan Kapolres Lampung Selatan, AKBP M. Syarhan.

    Rombongan para menteri juga mengunjungi posko pengungsian para korban dan posko tanggap darurat yang ada di Desa Way Muli.

    [caption id="attachment_124631" align="aligncenter" width="640"] Mneteri Puan Mahaani di Way Muli, Lampung Selatan,Selasa,25 Desember 2018.[/caption]

    Dalam kunjungannya itu, Puan Maharani sempat berbincang-bincang dengan korban dan menyerahkan bantuan berupa uang secara simbolis kepada empat orang korban yang terkena dampak bencana gelombang tsunami.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani mengatakan, sementara ini, pemerintah masih menunggu data dan masukan dari pemerintah daerah mengenai sarana dan prasarana yang rusak.

    Menurut Menteri Puan, nanti Kementerian PUPR akan membantu rumah yang rusak berat dan sudah tervalidasi. Tidak hanya itu saja, nanti kita akan membuat peta tata ruang apakah korban bencana tsunami yang rumahnya rusak perlu di bangun kembali di tempat itu atau direlokasi.

    “Jadi ini perlu ada pendataan dan masukan dari Pemda setempat, wilayah-wilayah mana yang habis terkena tsunami. Karena hal ini penting, jangan sampai nantinya kita bangun rumah di tempat yang sama di pinggir laur bisa terkena dampak gempa dan tsunami lagi,”ujarnya, Selasa 25 Desember 2018.

    Tapi ini yang paling penting, kata Puan, yakni relokasi penempatan rumah-rumah yang aman dari bencana khususnya yang terletak di pinggiran laut yang ada di wilayah Lampung Selatan ini. Selain itu juga, pemerintah akan memberikan santunan kepada ahli waris untuk korban yang meninggal.

    “Untuk santunan yang diberikan, satu orang Rp 15 juta. Saat ini, kita masih mendata berapa orang yang meninggal dan berhak mendapatkan santunan untuk ahli warisnya,”ungkapnya.

    Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan langkah tanggap darurat selama satu pekan, dan langkah ini bisa diperpanjang setelah satu pekan dijalankan.

    “Kementerian sudah turun langsung ke lapangan bersinergi dengan pemerintah daerah, berkaitan dengan pengungsi dan terkait dengan hal-hal bencana agar dapat segera ditanggulangi,”tukasnya.

    Setelah menijau posko tanggap darurat, keempat menteri tersebut langsung meninjau ke lokasi yang terkena dampak paling parah akibat gelombang tsunami yang terjadi pada Sabtu 22 Desember 2018 malam lalu.

    The post Empat Menteri Kunjungi Korban Tsunami di Lamsel, Ini yang akan Dilakukan Pemerintah appeared first on Teras Lampung.

  • PT KAI Tanjungkarang menyerahkan bantuan untuk korban tsunami di Lampung Selatan,

    TERASLAMPUNG.COM -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Tanjungkarang menyerahkan bantuan sembilan kebutukan pokok (sembako) kepada para korban tsunami di Lampung Selatan, Senin, 24 Desember 2018.

    Bantuan diberikan oleh Manager SDM, Mohamad Soleh mewakili Managemen PT KAI Divre IV Tanjung Karang berupa barang kebutuhan sehari-hari warga tersebut diterima oleh Firdsus B Fadli dari PT BA, koordinator bantuan sekaligus juga sebagai penanggung jawab operasi siaga bencana tsunami Lampung Selatan.

    Bantuan tersebut  berupa kebutuhan sehari-hari seoerti biskuit, handuk, pampers, susu, mie instan dan makanan ringan lainnya.

    "Kami hadir di sini sebagai bentuk kepedulian PT KAI terhadap masyarakat yang sedang dirundung duka karena bencana tsunami yang melanda. Bantuan ini wujud simpati dan empati PT KAI  yang peduli terhadap sesama," kata Sapto Hartoyo, Manager Humas Divre IV Tanjung Karang PT Kereta Api Indonesia (Persero).

    Sapto berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban bencana tsunami.

    Untuk bisa menjangkau seluruh korban tsunami yang ada di wilayah Lampung, PT KAI telah berkoordinasi dengan PT Bukit Asam (PT BA)  yang ditunjuk sebagai koordinator pengumpulan bantuan BUMN.

    The post PT KAI Serahkan Bantuan untuk Korban Tsunami di Lampung Selatan appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM  – Untuk membantu korban bencana tsunami di Pesisir Lampung Selatan, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung  Mukhlis Basri bersama Lesty Putri Utami membangun Posko Penanggulangan Bencana “Balai Perjuangan Rakyat 45” di beberapa titik di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Salah satunya di Desa Banding, Kecamatan Rajabasa.

    “Kita semua wajib peduli membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Gerakan nyata dari kita semua dibutuhkan korban yang terdampak bencana tsunami sebagai bentuk rasa simpati kita” ujar Mukhlis, Selasa (25/12).

    Mukhlis mengakui, penanganan bencana terutama untuk memenuhi kebutuhan makanan dan obat-obatan bukan hanya tanggungjawab pemerintah.

    "Karena ada keterbatasan anggaran, juga karena adanya prosedur yang harus dilalui, maka kita sebagai pribadi akan bergerak lebih cepat," katanya.

    Menurut caleg DPR RI PDI Perjuangan Dapil Lampung 1 ini, posko penanggulangan bencana “Balai Perjuangan Rakyat 45” menyiapkan makanan serta obat-obatan dan ambulans yang bisa dimanfaatkan langsung oleh korban terdampak tsunami

    “Bagi yang membutuhkan bantuan makanan, obat-obatan dan jasa ambulance bisa berkoordinasi dengan petugas posko yang kita buka di beberapa titik di Lampung Selatan,” tambahnya.

    Mukhlis menegaskan pendirian posko ini sebagai bentuk rasa duka yang mendalam atas bencana tsunami Selat Sunda. Di posko ini juga ada petugas yang siap membantu warga yang membutuhkan.

    “Pendirian posko ini dilatarbelakangi duka mendalam kita dan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana dan belum mendapat sentuhan,” terang Mukhlis.

    Hadirnya posko bantuan ini, sambung Mukhlis, sebagai upaya untuk meringankan beban korban yang sedang tertimpa musibah  tsunami Banten dan Lampung beberapa hari yang lalu.

    “Hasil sumbangan yang telah terkumpul akan segera kami salurkan langsung kepada korban bencana di Lampung Selatan,” tegas mantan Bupati Lampung Barat itu.

    Informasi yang dihimpun di posko Balai Perjuangan Rakyat 45 sudah mulai menerima sumbangan untuk korban tsunami. Hingga Selasa Pagi (25/12), tercatat sudah masuk dana tunai sekitar Rp 60 juta.

    "Dana bantuan bisa ditransfer via Bank Mandiri Nomor Rekening: 1140007078705 A/N LESTY PUTRI UTAMI," katanya.

    The post Peduli Korban Tsunami, Mukhlis Basri dan Lesty Putri Utami Buka Posko Bantuan appeared first on Teras Lampung.

  • Tim SAR mengevakuasi korban tsunami di Lampung Selatan,Senin, 24 Desember 2018 (Foto:Basarnas)

    TERASLAMPUNG,COM -- Korban meninggal dunia dan luka-luka akibat terdamak tsunami Selat Sunda terus bertambah. Untuk memudahkan koordinasi evakuasi dan pendataan, Badan SAR Nasional (Basarmas) Lampung mendirikan posko di depan Kantor Bupati Lamsel Kalianda.

    Posko ini berfungsi sebagai pusat pengaduan maupun informasi jika terdapat informasi orang hilang maupun penemuan jenazah yang diduga merupakan korban tsunami.

    Masyarakat bisa datang langsung ataupun menghubungi kontak center dr posko tersebut kpd Andriansyah (0812 1817 4111) atau Fitri (0812 7330 6562). Kami akan mendata apabila ada keluarganya yg belum ditemukan pasca tsunami tsb.

    Sampai Senin sore, 24 Desember 2018 pukul 16.00 WIB Basarnas Lampung berhasil mengevakuasi 26 jenazah yang terdiri dari beberapa tempat penemuan yaitu Alau Alau Resort 5 jenazah, Dermaga Bom 4 jenazah, Dermaga Canti 1 jenazah, Kalianda Bawah 2 jenazah, Betung : 1 jenazah, Kunjir : 1 jenazah, Tanjung Gading : 1 jenazah, Merak Belantung : 1 jenazah, dan Way Muli : 10 jenazah

    Dalam proses evakuasi tersebut dierahkan juga alat berat karena banyak material bangunan yang menimpa dr tubuh jenazah yg ditemukan.

    Basarnas memperkirakan masih banyak korban yg tertimpa oleh rumah yg hancur akibat tsunami.

    Pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dg menggunakan alat berat dan kerja keras tim SAR gabungan yg ikut mendukung operasi ini.

     

    The post Pasca-Tsunami, Basarnas Dirikan Posko di Depan Kantor Bupati Lampung Selatan appeared first on Teras Lampung.

  • Kondisi Gunung Anak Krakatau lewat udara yang terus mengalami erupsi pada Ahad, 23 Desember 2018. Pada Sabtu, 22 Desember 2018, secara visual teramati letusan dengan tinggi asap berkisar 300 sampai 1.500 meter di atas puncak kawah. TEMPO/Syafiul Hadi

    TERASLAMPUNG.COM -- Setelah tsunami Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018,  tipe letusan Gunung Anak Krakatau berubah dari tipe strombolian menjadi tipe surtseyan.

    “Tipe letusannya sekarang sudah berbeda. Kalau dulu strombolian seperti air mancur. Kalau sekarang istilahnya (tipe letusan) Surtseyan,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Wawan Irawan kepada Tempo, Senin, 24 Desember 2018.

    Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy K. Syahbana, mengatakan perubahan tipe letusan tersebut dapat dilihat dari rekaman video letusan Gunung Anak Krakatau yang beredar pasca kejadian tsunami Selat Sunda yang terjadi Sabtu malam, 22 Desember 2018.

    BACA: Kesaksian Nelayan yang Selamat: Tsunami Diawali Suara Letusan Gunung Anak Krakatau dan Runtuhan Lahar

    “Kalau melihat videonya, itu terlihat seperti magma yang telah berinteraksi dengan air, letusannya menyebar kemana-mana, ke segala arah,” kata dia, Senin, 24 Desember 2018.

    Devy mengatakan, posisi awal Gunung Anak Krakatau saat dindingnya belum roboh itu di ibaratkan punya satu pipa saluran yang mengalirkan magma ke permukaan.

    “Magma keluar dari situ, lubangnya kecil sehingga keluarnya strombolian, kecil-kecil. Tapi kemarin, terjadi longsoran tubuh gunung api. Tubuh gunung api yang tadinya seperti rumah dengan cerobong asap, sekarang rumahnya runtuh, asapnya bisa keluar kemana-mana,” kata dia.

    Menurut Devy, rubuhnya dinding gunung api itu diduga membuat aliran magma tidak lagi terkonsentrasi di satu lubang. “Tubuh gunung sebagian collaps, jadi magma keluarnya itu bisa ke mana-mana tidak terkonsentrasi di satu lubang. Akhirnya magma berinteraksi dengan air,” kata dia.

    Devy mengatakan, Gunung Anak Krakatau itu tumbuh di atas Gunung Krakatau yang tubuhnya hancur pasca letusan hebat 1883. Gunung Anak Kratau baru terlihat muncul ke permukaan mulai tahun 1927, dan tumbuh selama lebih dari 90 tahun hingga saat ini terlihat memiliki ketinggian 338 meter di atas permukaan laut.

    Devy mengatakan, karakter tipe letusan Surtsyeyan ini sempat menjadi tipe letusan Gunung Anak Krakatau saat gunung tersebut mulai muncul di permukaan laut sekitar tahun 1927-1928. Saat itu juga dilaporkan sempat terjadi tsunami.

    Tempo.co | Teras.id

    The post Letusan Gunung Anak Krakatau Bercampur Air, Menuju Segala Arah appeared first on Teras Lampung.

  • Para relawan Ben Bella membangun posko di Pantai Wartawan, Kalianda, untuk membantu para korban tsunami di Lampung Selatan.

    TERASLAMPUNG.COM -- Jumlah korban meninggal dan luka-luka karena hantaman gelombang akibat tsunami di Selat Sunda pada Sabtu malam, 22 Desember 2018, terus bertambah. Hingga Senin,24 Desember 2018, tidak kurang dari 100 orang korban meninggal duia ditemukan di wilayah pesisir Lampung Selatan.Sedangkan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

    Korban terbanyak dan kerusakan paling parah terjadi di Desa Waymuli, Kecamatan Rajabasa.Ratusan rumah permanen dan semi permanen banyak yang rata dengan tanah. Sedangkan beberapa desa lainnya kerusakan dialami rumah semi permanen saja.

    Untuk membantu para korban, calon anggota DPD RI Dapil Lampung Nomor Urut 23, A.Ben Bella, membangun posko tanggap bencana di kawasan Pantai Wartawan Kalianda. Ia pun mengatakan, bahwa posko sudah kita bangun dan mulai kita membantu warga-warga setempat yang terkena musibah ini, ujarnya

    “Bersama tim dan warga kami membangun posko ini, kami sedang mendata keperluan yang dibutuhkan seperti popok untuk bayi, pembalut untuk ibu-ibu, baju bersih untuk anak-anak dan ibu-ibu, obat-obatan, air bersih untuk minum dan mie instan,” kata Ben Bella, Selasa, 25 Desember 2018.

    Ben Bella mengaku pihaknya berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk bisa menyiapkan tenda-tenda darurat dan dapur umum agar warga sekitar tidak kelaparan dan tidak kesulitan untuk beristirahat karena kebanyakan warga rumahnya hancur tersapu gelombang tinggi tsunami yang lalu.

    Ben Bella juga membuka rekening untuk menghimpun donasi dari masyarakat yang ingin memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita di Kalianda dan sekitarnya.

    "Kami membuka rekening untuk donasi di Bank Mandiri 1140012143619 A/n Noni indah wulandari. Kita berharap musibah ini bisa kita lewati bersama dengan sebaik mungkin dan membuat para warga terkena menjadi lebih semangat untuk menatap masa depan mereka, kalian tidak sendiri, masyarakat lampung akan berbondong-bondong membantu dengan secepat mungkin,"katanya.

     

    The post Pasca-Tsunami di Lamsel, A.Ben Bella Buka Posko Tanggap Bencana di Pantai Wartawan  appeared first on Teras Lampung.

  • Danpak tsunami Selat Sunda di Desa Kunjir, Kalianda, Lampung Selatan. Foto:Ichwanto M.Nuh

    Zainal Asikin I Teraslampung.com

    LAMPUNG SELATAN -- Jumlah korban jiwa pasca terjadinya gelombang tsunami Selat Sunda yang menerjang di wilayah pesisir Lampung Selatan terus bertambah.

    Hingga senin malam,  24 Desember 2018 sekitar pukul 21.30 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercata mencapai 108 orang. Namun, baru 99 yang sudah bisa dientifikasi, sedangkan 9 korban meninggal lainnya belum dapat teridentifikasi.

    Berdasarkan data jumlah korban di ruang IGD RSUD Bob Bazar Kalianda, masih tercatat sebanyak 290 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sebagian sudah ada yang pulang kerumah dan ada juga yang masih dilakukan rawat inap.

    Berikut Daftar nama 99 korban meninggal dunia yang sudah teridentifikasi:

    1. Rindu Rahmadani, 5 th (w)
    2. Tirta, 75th (p)
    3. Azizah amalia, 9th (w)
    4. Halma mutmaina, 16 th (w)
    5. Didit purwanto, 19 th (p)

    Desa Way Muli

    6. Marsinah, 19 th (w)
    7. Juanda (p)
    8. Husin, 52 th (w)
    9. Dirta, 73 th (p)
    10. Masinah, 65 th (w)
    11. Mahfudin, 30 th (p)
    12. Jaya, 35 th (p)
    13. Aisyah, 70 th (w)
    14. Rumsiah, 70 th (w)
    15. Munawati, 40 th (w)
    16. Azirah, 5 th (w)
    17. Hamidah, 75 th (w)
    18. Zahrah, 9 th (w)
    19. M. Yusin, 50 th (p)
    20. Sumsiah, 75 th (w)
    21. Otiah, 56 th (w)
    22. Senen, 75 th (P)
    23. Rafei, 45 th (p)
    24. Ayu Saputra, 3 th (w)
    25. Ika, 16 th (w)
    26. Mamad Saputra, 12 th ( p)
    27. Armaisah, 52 th
    28. H. Syafredi, 65 th (p)
    29. Nova, 14 th (w)
    30. Tubagus Kasim, 70 th (p)
    31. Rizki Saputra, 7 th (p)
    32. Ilham, 3 th (p)

    Desa Kunjir

    33. M yusuf, 70 th (P)
    34. Nurhayati, 56 th (W)
    35. Ibrahim, 70 th (P)
    36. Edi Suwarno, 50 th (P)

    Desa Terusan Nunyai

    37. M Rayyan haidar, 15 bulan (P)

    Desa Raja Basa

    38. Afifah khairunnisa, 4 th (W)
    39. Magdalena, 42 th (W)

    Desa Maja

    40. Nasiroh, 80 th (W)

    Desa Banding

    41. Sahiri, 69 th (P)

    Desa Legundi

    42. Roni, 55 th (P)

    Desa Sukaraja

    43. Selvi, 1,5 th (W)
    44. MRS. X1
    45. Ny Warni 45 thn, Kunjir
    46. Ahmad Syaiful putra 8 thn, Kunjir
    47. Rifki (kindeng), Kunjir
    48. Zahra 2 thn, Way Muli

    Tanggamus

    49. Neni Murniati, 4 th (W)

    Desa Way Muli Timur

    50. Mukmin (P)
    51. Joko (P)
    52. Endang
    53. Imi (W)
    54. Sardiansyah (P)
    55. Rohimi (P)
    56. Kuwer (P)
    57. Ardi (P)
    58. Ismail (P)
    59. Majid (P)
    60. Juher (P)
    61. Yahya (P)
    62. Fatmawati (W)
    63. M. Yudha (P)
    64. Fernando ( P)
    65. Pradika Al Zapran (P)
    66. Inara (W)
    67. Neni (W)
    68. Zulaikho ( W)
    69. Munajah (W)
    70. Rivai (P)
    71. Epi riyadi (P)
    72. Agus Supriyadi (P)
    73. Rosnawati (w)
    74. Wak Kanah (W)
    75. Kholifah (W)
    76. M.Yusuf ( P)
    77. M. Ibrahim (P)
    78. Nenek Syamsiah ( W)
    79. Ibu Otiah ( W)
    80. Senen (P)
    81. Rafei ( P)
    82. Ayu Saputra (P)
    83. Ahmad Saputra ( P)
    84. Yolanda Friska (W)
    85. Armisah ( W)
    86. Hj. Safrida ( W)
    87. Nova (W)
    88. TB Kasim ( P)
    89. Rizky Saputra ( P)
    90. Ilham (P)
    91. Bakti bin Aliya ( P)
    92. Edi Suwarno ( P)
    93. Agus Supriyadi (P)
    94. Rifki bin Suhadi (P)
    95. Asiah (W)
    96. Eliana (W)
    97. M. Yusuf (P)
    98. Zakri (P)
    99. Mahfudi (P)

    Korban meengungsi di Yankes Biddokkes di Way Muli: 104 orang.

    Korban luka 240 orang :

    1. RSUD Bob Bazar 223 orang,

    2. Puskesmas Way Muli 6 orang,

    3. Puskesmas Sukaraja 6 orang,

    4. Puskesmas Banding 5 orang.

    The post Tsunami Selat Sunda, Ini Daftar 99 Nama Korban Tewas di Lamsel dan Tanggamus appeared first on Teras Lampung.

  • Korban meninggal dunia di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

    Zainal Asikin I Teraslampung.com

    LAMPUNG SELATAN-Jumlah korban jiwa di wilayah Lampung Selatan dan Kabupaten Tanggamus dalam musibah tsunami Selat Sunda pada Sabtu,22 Desember 2018 terus bertambah. Sampai Senin 24 Desember 2018 malam ini sekitar pukul 21.30 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercata mencapai 108 orang. Sedangkan untuk 9 korban meninggal lainnya, belum dapat teridentifikasi.

    “Mulai sore hingga malam ini, masih ada tambahan temuan korban meninggal dunia. Untuk sampai malam ini, ada 108 korban yang meninggal dunia yang sudah ditemukan oleh tim gabungan dan relawan,”kata Kabid Dokkes Polda Lampung, Kombes Pol Andre Bandarsyah saat ditemui di RSUD Bob Bazar Kalianda, Senin 24 Desember 2018 malam.

    Kombes Pol Andre Bandarsyah juga memastikan, upaya pencarian korban masih terus dilanjutkan oleh tim gabungan dan juga relawan.

    "Besar kemungkinan, masih ada korban lain yang saat ini belum ditemukan karena tertimbun oleh reruntuhan bangunan dan lainnya.Pencarian terhadap korban, pastinya masih akan terus dilanjutkan Selasa besok,”ungkapnya.

    Pada hari kedua pasca terjadinya gelombang tsunami, kata Kombes Pol Andre Bandarsyah, pihaknya telah menerima 20 kantong jenazah yang dibawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda.

    “Khusus untuk hari ini saja, ada 20 jenazah yang sudah masuk ke Kamar Jenazah RSUD Bob Bazar Kalianda. Dimana 14 orang diantaranya, sudah teridentifikasi dan sisanya belum dapat teridentifikasi,”bebernya.

    Kombes Pol Andre Bandarsyah mengutarakan, jumlah keseluruhan korban meninggal dunia sejak hari pertama hingga hari ini pasca terjadinya gelombang tsunami di wilayah pesisir Kalianda dan Rajabasa, Lampung Selatan, sudah mencapai 108 korban jiwa. Mengenai rinciannya, 99 jenazah sudah teridentifikasi dan 9 jenazah lainnya belum teridentifikasi.

    “Memasuki hari kedua pascagelombang tsunami, kondisi jenazah meski berhasil ditemukan namun sudah mulai memburuk karena jenazah terendam air dan mulai proses pembusukan. Untuk hari ini jenazah yang masuk di RSUD Bob Bazar, kondisinya lebih rusak dari kondisi jenazah yang datang Minggu kemarin,”katanya.

    Berdasarkan data jumlah korban di ruang IGD RSUD Bob Bazar Kalianda, masih tercatat sebanyak 290 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sebagian sudah ada yang pulang kerumah dan ada juga yang masih dilakukan rawat inap.

    The post Tsunami Selat Sunda, Korban Meninggal di Lamsel dan Tanggamus ada 108 Orang appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menyebutkan langkah rekomendasi agar dampak tsunami yang dipicu oleh erupsi Gunung Anak Krakatau dapat diantisipasi lebih baik di waktu mendatang. Ia merekomendasikan agar tide gauge - alat pendeteksi tsunami - dipasang di tiga pulau dekat gunung Krakatau.

    "Kalau di situ dipasang tide gauge, apabila terjadi air naik akibat erupsi atau runtuhnya batuan kepundan Krakatau, akan segera terbaca oleh tide gauge karena posisinya masih sangat dekat dengan Krakatau," ujar Dwikorita saat konferensi pers di kantor BMKG, Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.

    Skenarionya, jika muncul tsunami lantaran erupsi gunung Krakatau, tide gauge di pulau-pulau terdekat itu akan segera memberi peringatan untuk diteruskan di daratan yang mungkin akan tergulung tsunami. Sehingga masyarakat di tepian pantai masih punya waktu untuk menyelamatkan diri. "Kalau perlu waktu 20 menit, kita bisa mendahului 20 menit. Itulah yang namanya peringatan dini, sebelum sampai ke pantai," tutur Dwikorita.

    Ia juga mengatakan tsunami Selat Sunda Sabtu lalu datang tanpa peringatan lantaran BMKG tak punya akses untuk data-data gempa vulkanologi. Karena itu, Dwikorita meminta Badan Geologi agar BMKG mendapat akses-akses informasi gempa-gempa vulkanik, terutama untuk gunung api yang ada di laut. Ia mengatakan akses informasi itu perlu diketahui BMKG agar turut dapat memberi peringatan tsunami dini yang dipicu erupsi gunung api di laut.

    Ridwan Djamaluddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, di kesempatan yang sama juga menyambut positif usulan Dwikorita itu. Ia mengatakan pulau-pulau terdekat dari Krakatau itu dapat menjadi buoy - alat pendeteksi tsunami - alami.

    "Usulnya bagus, kalau kita belum punya buoy tsunami, pulau itu saja kita jadikan buoy. Kita beruntung karena punya pulau Krakatau, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang. Jadi sebelum (tsunami) sampai ke Banten dan Lampung, dia sudah sampai di tiga pulau itu. Kita punya waktu 20-an menit," kata Ridwan.

    Tempo.co

    The post Saran Kepala BMKG untuk Antisipasi Tsunami Akibat Erupsi Anak Krakatau appeared first on Teras Lampung.

  • Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi setinggi 1.000 meter. Foto: BNPB

    TERASLAMPUNG.COM -- Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin, setuju usulan Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati untuk menjadikan tiga pulau di sekiar Gunung Anak Krakatau sebagai lokasi pendeteksi tsunami dini. Ketiga pulau itu adalah Pulau Krakataum Pulau Sertung, Pulau Panjang,

    "Usulnya bagus, kalau kita belum punya buoy tsunami, pulau itu saja kita jadikan buoy. Kita beruntung karena punya pulau Krakatau, pulau Sertung, dan pulau Panjang. Jadi sebelum (tsunami) sampai ke Banten dan Lampung, dia sudah sampai di tiga pulau itu. Kita punya waktu 20-an menit," kata Ridwan di kantor BMKG, Senin, 24 Desember 2018.

    Sebelumnya, Dwikorita Karnawati, merekomendasikan agar Tide Gauge - alat pendeteksi tsunami - dipasang di tiga pulau dekat Gunung Anak Krakatau.

    BACA: Tanggapan Badan Geologi Tentang Kejadian Tsunami di Selat Sunda 22 Desember 2018

    "Kalau disitu dipasang Tide Gauge, apabila terjadi air naik akibat erupsi atau runtuhnya batuan kepundan Krakatau, akan segera terbaca oleh Tide Gauge karena posisinya masih sangat dekat dengan Krakatau," ujar Dwikorita pada kesempatan yang sama.

    Skenarionya, kata dia, jika muncul tsunami lantaran erupsi gunung Krakatau, Tide Gauge di pulau-pulau terdekat itu akan segera memberi peringatan untuk diteruskan di daratan yang mungkin akan tergulung tsunami. Sehingga masyarakat di tepian pantai masih punya waktu untuk menyelamatkan diri.

    "Kalau perlu waktu 20 menit, kita bisa mendahului 20 menit. Itulah yang namanya peringatan dini, sebelum sampai ke pantai," tutur Dwikorita.

    Ia juga mengatakan tsunami Selat Sunda Sabtu lalu datang tanpa peringatan lantaran BMKG tak punya akses untuk data-data gempa vulkanologi. Karena itu, Dwikorita meminta Badan Geologi agar BMKG mendapat akses-akses informasi gempa-gempa vulkanik, terutama untuk gunung api yang ada di laut. Ia mengatakan akses informasi itu perlu diketahui BMKG agar turut dapat memberi peringatan tsunami dini yang dipicu erupsi gunung api di laut.

    Tempo.co

    The post Pulau Krakatau, Sertung, dan Panjang Bisa Jadi Pendeteksi Dini Tsunami di Selat Sunda appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Walikota Herman HN berkeliling meninjau pengamaman perayaan Natal di sejumlah gereja di Bandarlampung, Senin (24/12).
    Tujuan memantau perayaan Natal itu agar umat Kristiani dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang, damai tanpa ada rasa khawatir
    “Kehadiran saya untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadahnya dengan khusuk,” kata Herman HN usai mengunjungi gereja Katedral Kristus Raja di jalan Kota Raja.
    Lebih lanjut dia menjelaskan dengan menjaga sikap toleransi dalam beragama serta kompak meski berbeda agama, suku Provinsi Lampung dan Bandarlampung akan aman-aman saja.
    “Lampung khususnya Bandarlampung aman-aman saja, tapi saya tetap meminta kepada satgas gabungan yang berada di lokasi - lokasi gereja untuk menjaga perayaan Natal umat Kristiani sampai acara berakhir,” katanya.
    Dandy Ibrahim

    The post Sambangi Gereja, Walikota Bandarlampung Cek Pengamanan Perayaan Natal appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo dan Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Ariyanto bersama rombongan Forkopimda mengunjungi beberapa Gereja yang ada di Bandar Lampung pada perayaan malam Misa Natal, Senin (24/12) malam.

    Rombongan bertolak dari Mahan Agung, Rumah dinas Gubernur Lampung sekitar pukul 20.30 WIB dan langsung menuju beberapa gereja di Bandar Lampung. Diantaranya yakni Gereja Immanuel, GPIB Marturia Lampung, dan Gereja Katedral Kristus Raja Tanjung Karang.

    Adapun kunjungan yang dilakukan Gubernur Ridho dan Kapolda adalah untuk memastikan pengamanan di beberapa gereja yang tengah melangsungkan prosesi Misa Malam Natal. Pengamanan malam Natal dilakukan oleh anggota Polri dan TNI serta instansi terkait lainnya dalam gelar Operasi Lilin 2018.

    Gubernur Ridho dan Kapolda Purwadi Ariyanto mengucapkan selamat hari raya natal dan tahun baru 2019 kepada umat kristiani yang sedang melakukan ibadah misa malam Natal.

    "Saya atas nama Gubernur Lampung dan Pak Kapolda mengucapkan selamat hari raya natal kepada saudara-saudara kita yang merayakan. Mudah-mudahan kegiatan malam ini, serta perayaan natal kali ini dapat berjalan dengan tenang, aman, damai, dan sejuk, serta dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan saudara-saudara semua," ucap Gubernur Ridho.

    Selain itu Gubernur Ridho juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung, beserta unsur Polri dan TNI menjamin kebebasan umat beragama, untuk dapat menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.

    Selain itu Gubernur Ridho juga menyatakan jika sekiranya dalam pelaksanaan ibadah dan perayaan natal ada keperluan yang harus disampaikan ataupun ganguan-gangguan, maka Pemprov Lampung bersama instansi terkait siap membantu.

    Selain itu, Gubernur Ridho juga mengajak semua umat kristiani yang tengah melaksanakan malam misa natal untuk turut mendoakan dan membantu warga masyarakat Lampung yang saat ini tengah terdampak bencana tsunami dan gelombang pasang.

    "Terakhir, saya ingin mengajak bapak-ibu semua untuk mendoakan saudara-saudara kita, khususnya yang berada di Banten dan Lampung yang terkena bencana gelombang pasang. Kita doakan, kita bantu semampu kita, agar dapat diringankan bebannya," pungkas Ridho.

    Sementara itu Ibu Pendeta Miss Pelletimu Sonobogar dari Gereja GPIB Marturia Lampung mengapresiasi kedatangan Gubernur Lampung dan Kapolda Lampung yang hadir ditengah-tengah umat yang sedang melaksanakan misa natal.

    "Kami sangat senang sekali kedatangan pak Gubernur, pak Kapolda dan rombongan hadir ditengah-tengah kami untuk memastikan ibadah kami berjalan dengan lancar dan damai," katanya

    Ibu Pendeta Miss Pelletimu Sonobogar juga menyatakan turut berduka cita atas bencana yang terjadi di lampung. Untuk itu jemaat GPIB Marturia Lampung akan melakukan sumbangan kasih untuk masyarakat Lampung yang terkena bencana.

    "Besok kami akan melakukan kegiatan sumbang kasih dalam suka cita natal, kita akan bagi kebersamaan dengan saudara-saudara kita yg terkena musibah, karena kita semua bersaudara," pungkasnya.

    The post Pengamanan Malam Misa Natal, Gubernur Ridho Dan Kapolda Lampung Kunjungi Gereja appeared first on Teras Lampung.

  • Dampak tsunami Selat Sunda di Desa Kunjir, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. Foto: Ichwanto M.Nuh

    TERASLAMPUNG.COM -- Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis update data jumlah korban tsunami di Selat Sunda, Senin malam,24 Desember. Menurut BNPB, hingga Senin malam total kirban meninggal akibat tsunami di Selat Sunda yang melanda kawasan Lampung dan Banten sebanyak 373 orang. Sedangkan korban lula-luka 1.459 orang dan yang masih dinyatakan hilang 128 orang.

    Hingga Senin petang Tim SAR gabungan terus menyisir sejumlah wilayah pantai di Banren dan Lampung Selatan untuk mencari dan menyelamatkan  korban bencana tsunam.

    Beberapa daerah yang sebelumnya sulit dijangkau karena akses jalan rusak dan tertutup oleh material hanyutan tsunami, sebagian sudah dapat jangkau petugas beserta kendaraan dan alat berat. Hal ini menyebabkan korban terus ditemukan oleh petugas tim SAR gabungan.

    "Data sementara dampak bencana tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda hingga Senin (24/12/2018) pukul 17.00 WIB, tercatat 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi. Kerugian fisik akibat tsunami meliputi 681 unit rumah rusak, 69 unit hotel dan villa rusak, 420 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, dan puluhan kendaraan rusak," kata epala Pusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin malam, 24 Desember 2018.

    Dampak bencana tsunami ini melanda daerah pesisir di pantai barat Provinsi Banten yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, dan di pantai selatan Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran. Jumlah korban dan daerah yang terdampak paling parah kerusakannya adalah daerah pesisir di Kabupaten Pandenglang.

    "Di daerah ini merupakan kawasan wisata pantai dengan fasilitas hotel dan vila yang banyak berderet di sepanjang pantai. Apalagi saat kejadian tsunami saat libur panjang sehingga banyak wisatawan menginap di hotel dan penginapan," katanya.

    Menurut Sutopo, tidak adanya peringatan dini tsunami juga menyebabkan jatuh korban yang cukup banyak karena masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk evakuasi.

    Dari jumlah keseluruhan korban bencana yaitu 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi terdapat di 5 kabupaten.

    Di Kabupaten Pandeglang, 13 kecamatan terdampak terjangan tsunami. Daerah pantai di kecamatan Carita, Panimbang, Cigeulis, Sumur, Labuan, Tanjung Lesung, Cibaliung, Cimanggu, Pagelaran, Bojong, Jiput, Menes dan Pulau Sangiang tercatat 267 orang meninggal dunia, 1.143 orang luka-luka, 38 orang hilang, 473 unit rumah rusak, 350 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, 84 mobil rusak dan 49 sepeda motor rusak.

    Jumlah pengungsi yang semula 11.453 orang, saat ini berkurang menjadi 5.361 orang. Berkurangnya pengungsi karena mereka kembali ke rumahnya. Kemarin mengungsi karena adanya isu tsunami susulan.

    Daerah di Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang telah berhasil dijangkau petugas. Sebelumnya akses terbatas karena adanya kerusakan jalan dan jembatan. Petugas dan alat berat sudah beroperasi di Sumur. Tercatat 36 orang meninggal dunia dan 476 orang luka di Sumur. Evakuasi akan dilanjutkan besok pagi.

    Di Kabupaten Serang, daerah yang terdampak adalah Kecamatan Anyer dan Cinangka. Tercatat 29 orang meninggal dunia, 62 orang luka-luka, 68 orang hilang dan 40 unit rumah rusak. Posko Tanggap Darurat didirikan di Puskesmas Cinangka Jl. Raya Karang Bolong Km 139 Kabupaten Serang.

    Di Provinsi Lampung, daerah terdampak tsunami ada di Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus. Di Lampung Selatan daerah terdampak meliputi Kecamatan Kalianda, Rajabasa, Sidomulyo dan Ketibung. Tercatat 75 orang meninggal dunia, 253 orang luka-luka, 22 orang hilang di Kecamatan Rajabasa, 73 orang mengungsi dan 30 unit rumah rusak. Bupati Lampung Selatan telah menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari yaitu 23 – 29 Desember 2018.

    Di Pesawaran terdapat 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka-luka, 231 orang mengungsi dan 134 unit rumah rusak. Daerah terdampak di Pulau Legundi Desa Legundi Kecamatan Punduh Pedada. Sedangkan di Tanggamus tercatat 1 orang meninggal dunia, 4 rumah rusak berat, dan 70 perahu rusak berat.

    Penanganan darurat terus dilanjutkan dengan fokus pada evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, penanganan korban luka-luka di tim medis, pelayanan pengungsi, perbaikan darurat sarana dan prasarana umum.

    Kondisi listrik sebagian masih padam. Sebanyak 125 unit gardu masih padam. Semula ada 150 unit gardu yang padam. Perbaikan yang dilakukan kemarin tidak optimal karena adanya isu tsunami susulan. Sebanyak 187 personil dan alat berat dikerahkan untuk memulihkan jaringan PLN yang rusak.

    The post Tsunami Selat Sunda : 373 Orang Meninggal, 1.459 Luka-Luka , 128 Hilang appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Reaksi cepat tanggap darurat bencana yang di galang Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo dan jajaran Pemerintah Provinsi Lampung terus bergulir. Bentuk kepedulian untuk membantu warga yang terkena dampak bencana tsunami yang menerjang kawasan Lampung Selatan dan sekitarnya pun terus berdatangan.

    Tidak terkecuali bagi warga di Pulau Sebesi yang merasakan dahsyatnya terjangan air laut pada Sabtu (22/12/2018) Malam.

    Salah satu bentuk kepedulian tersebut, datang dari Gubernur Ridho beserta jajaran Pemprov Lampung melalui Dinas Kelautan dan Perikanan.

    Kepala Bagian Humas dan Komunikasi Publik Pemprov. Lampung Heriyansyah mengatakan, selain bentuk dukungan dan bantuan dari Pemprov Lampung melalui Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, lalu Palang Merah Indonesia (PMI), Tim Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan unsur lainnya, partisipasi kali ini datang dari Dinas Kelautan dan Perikanan.

    Heriyansyah menyebutkan Pemprov Lampung melalui Dinas Kelautan dan Perikanan pada Senin (24/12/2018), telah menyalurkan bantuannya kepada warga di Pulau Sebesi, Lampung Selatan berupa bahan pokok makanan, alat perlengkapan tidur dan juga perlengkapan untuk bayi.

    Bantuan tersebut dikirim dari Pantai Duta Wisata menuju ke Pulau Sebesi dengan menggunakan Perahu Motor (Kapal Boat).

    "Dinas Kelautan dan Perikanan menyampaikan bahwa ada barang-barang jenis makanan dan perlengkapan lainnya yang di bawa dari duta wisata, seperti selimut, pampers, air mineral, mie instan, beras, roti, telur dan lainnya," ujar Heriyansyah.

    Tidak hanya itu, Heriyansyah menyebutkan selain melalui Pantai Duta Wisata, bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan akan bertambah lagi melalui Dermaga Bom, Kalianda.

    "Iya nanti mereka (Dinas Kelautan dan Perikanan) akan ambil barang lagi di Dermaga Bom, Kalianda untuk di bawa ke Pulau Sebesi," katanya.

    Diinformasikan, hingga saat ini sejak tsunami menghantam Pulau Sebesi, masih banyak warga yang didapati terluka, selain itu sebagian korban hilang masih belum ditemukan. Pulau Sebesi juga sebelumnya dalam keadaan terisolir, karena untuk menuju ke Pulau Sebesi sendiri, terkhawatir kondisi cuaca dan arus gelombang air laut.

    The post Tsunami Selat Sunda, Gubernur Ridho Kirim Bantuan untuk Warga Pulau Sebesi appeared first on Teras Lampung.