• Korban meninggal dunia di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

    Zainal Asikin | Teraslampung.com

    LAMPUNG SELATAN -- Jumlah korban meninggal dunia akibat terjangan gelombang tinggi tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 di wilayah Lampung Selatan terus bertambah. Dinas Kominfo Kabupaten Lampung Selatan melansir, sampai Senin, 24 Desember 2018 korban meninggal dunia yang ditemukan sebanyak 75 orang.

    “Satu hari setekay kejadian gelobang tinggi ada 58 korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan. Untuk hari ini (Senin) sampai siang pukul 11.30 WIB tadi, ada 17 korban meninggal yang kembali berhasil ditemukan. Jadi untuk total sementara ada 75 korban meninggal yang sudah ditemukan tim gabungan,’kata Plt Kadis Kominfo Lampung Selatan, Sefri Masdian, Senin 24 Desember 2018.

    Hal tersebut dibenarkan juga oleh Afendi, Kabid Penanganan Bencana BPBD.

    Sefri Masdian mengatakan, dari 17 korban meninggal terserbut sebanyak 9 orang ditemukan di wilayah pesisir Kalianda, sebanyak 9 orang, 6 di Way Muli, dan 2 orang  di Pantai Tanjung Tua, Bakauheni.

    “Sampai saat ini, tim gabungan masih terus menyisir wilayah pesisir pantai yang terkena dampak terjangan gelombang tinggi tsunami untuk mencari korban lainnya yang masih mungkin belum diketemukan,”ungkapnya.

    Menurutnya, jumlah korban kemungkinan masih bertambah, karena mengingat sampai siang ini banyak dari pihak keluarga yang mencari dan melaporkan anggota keluarganya yang hilang pasca terjadinya gelombang tinggi tsunami tersebut.

    The post Tsunami Selat Sunda, Korban Meninggal di Lampung Selatan Bertambah Jadi 75 Orang appeared first on Teras Lampung.

  • Dampak tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 di Desa Pulau Sebesi

    Zainal Asikin | Teraslampung.com

    LAMPUNG SELATAN -- Polres Lampung Selatan bersama tim gabungan, hari ini Senin 24 Desember 2018 berencana akan menembus Pulau Sebesi untuk menjangkau warga yang tinggal di pulau yang wilayah cukup dekat dengan kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK).

    Sampai sejauh ini, warga di Desa Pulau sebesi masih terisolir pasca terjadinya gelombang tinggi tsunami yang terjadi di wilayah pesisir Lampung Selatan, pada Sabtu malam 22 Desember 2018 lalu.

    “Ya, rencanan hari ini kami bersama tim akan mencoba untuk bisa menuju ke Pulau Sebesi. Karena warga yang tinggal di sana juga, sangat membutuhkan tanggap darurat,”kata Kapolres Lampung Selatan, AKBP M. Syarhan, Senin 24 Desember 2018.

    Dikatakannya, saat ini pihaknya masih terus memantau situasi dan kondisi gelombang laut dan kecepatan angin untuk menuju ke Pulau Sebesi tersebut. Karena dalam dua hari terakhir ini, pasca terjadinya gelombang tinggi tsunami gelombang dan anginnya cukup kencang.

    “Kita masih pantau dulu kondisi gelombang dan anginnya hari ini, kalau kondisinya hari ini memang memungkinkan saya dan tim akan langsung menuju ke sana (Pulau sebesi),”ungkapnya.

    Untuk menuju ke lokasi tersebut, kata mantan Kapolres Pesawaran ini, tidak memungkinkan kalau menggunakan kapal kecil. Karena, banyak peralatan juga yang akan dibawa untuk menuju ke Pulau tersebut.

    “Yang jelas, saat ini kita akan berusaha semaksimal mungkin agar kiranya bisa menembus ke Pulau Sebesi dan mohon doanya mudah-mudahan bisa berjalan lancar,”jelasnya.

    Diketahui, gelombang tinggi tsunami menghantam kawasan pesisir pantai Lampung Selatan, pada Sabtu malam 22 Desember 2018. Dampak dari gelombang tinggi itu, sejumlah wilayah di kawasan pesisir Lampung Selatan mengalami kerusakan cukup parah.

    Hantaman gelombang tinggi ini juga, dirasakan oleh warga yang tinggal di Desa Tejang Pulau sebesi yang lokasinya berdekatan dengan kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK). Berdasarkan informasi yang dihimpun, mulai Minggu 23 Desember 2018 kemarin hingga sampai saat ini kondisi warga yang tinggal di Pulau Sebesi belum dapat diketahui kabarnya.

    Hal tersebut dikarenakan, akses informasi jaringan komunikasi (ponsel) warga, tidak ada yang aktif atau lumpuh total. Selain itu juga, kondisi cuaca gelombang dan agin masih cukup kencang untuk bisa menuju ke lokasi Pulau Sebesi.

    Berdasarkan data yang dihimpun teraslampung.com, kondisi terparah pasca kejadian bencana itu yakni Desa Way Muli, Desa Way Muli Timur, Desa Kunjir, Desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa serta Kelurahan Kalianda, Kecamatan Kalianda. Selain itu juga, Pulau Legundi dan Pulau Sebesi.

    Ratusan rumah warga dan bangunan lainnya di beberapa wilayah pesisir pantai tersebut, hancur porak-poranda rata dengan tanah disapu gelombang hingga mengakibatkan banyak korban jiwa.

    Selain di wilayah tersebut, wilayah lain yang terkena dampak gelombang tinggi tsunami adalah Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Beberapa rumah warga yang tinggal di pesisir pantai Suak porak-poranda dihantam gelombang tinggi, namun tidak ada korban jiwa.

    Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto langsung memimpin upaya evakuasi dan tanggap bencana di kawasan pesisir Rajabasa dan Kalianda. Selain itu juga, membuka akses jalan menuju Desa Kunjir yang terputus akibat tertimbun material rumah warga yang ambruk setelah dihantam gelombang tinggi dengan mengerahkan beberapa alat berat.

    Material runtuhan bangunan yang bercampur dengan perabot rumah tangga, kayu dan lainnya yang menutup jalan menuju Desa Kunjir disingkirkan, sehingga akses jalan menuju desa bisa dibuka dan dilalui kembali.

    The post Pasca-Tsunami: Pulau Sebesi Belum Bisa Ditembus, Jaringan Komunikasi Lumpuh Total appeared first on Teras Lampung.

  • Gubernur Ridho Ficardo berkoordinasi dengan Pangdam Sriwijaya dan Danrem Garuda Hitam untuk mengatasi masalah pasca-tsunami di wilayah Lampung Selatan.

    TERASLAMPUNG.COM -- Gubernur Lampung Ridho Ficardo berkoordinasi dengan Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Irwan untuk mengatasi masalah pascatsunami Selat Sunda yang menimpa kawasan pesisir Lampung Selatan.

    Kordinasi dilakukan Gubernur Ridho di Kodim 0421, Jln Lintas Timur Sumatera KM.45 Lampung Selatan, Minggu (23/12) malam.

    Rapat kordinasi yang di langsungkan di Kodim 0421 Lampung Selatan tersebut dihadiri Pangdam II Sriwijaya, Danrem Korem 043/Gatam, GM PLN Distribusi Lampung, Bupati Lampung Selatan, perwakilan BNPB dan Basarnas, dan jajaran Forkopimda Provinsi Lampung.

    Dalam rapat kordinasi tersebut, Gubernur Lampung Ridho Ficardo meminta bantuan semua pihak bekerja sama membahu mengatasi bencana Gelombang Pasang yang menimpa sebagian wilayah di Pesisir Lampung.

    Menanggapi pernyataan Gubernur, Pangdam 2 Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Irwan menyatakan telah mensiagakan 500 anggota TNI untuk membantu menangani bencana.

    Pangdam mengatakan sudah menginstruksikan untuk membuat posko-posko penanganan bantuan yang akan menjadi titik-titik penyaluran bantuan.

    The post Tsunami Selat Sunda, Gubernur Lampung Koordinasi dengan Pangdam Sriwijaya appeared first on Teras Lampung.

  • GM PT PLN Distribusi Lampung Julita Indah *(tengah), GM Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan Raden Bambang Anggono (kiri) di wawancarai media di PLTU Tarahan, Rabu (%/9/2018).

    TERASLAMPUNG.COM -- General Manager PT PLN Distribusi Lampung, Juwita Indah, mengatatakan ada 30 gardu PLN mengalami kerusakan akibat tsunami di pesisir Lampung Selatan, Sabtu malam,22 Desember 2018.

    Dari puluhan gardu PLN itu, 9 gardu diantaranya sudah berhasil diperbaiki sementara sisanya masih dalam proses pemulihan.

    Akibat rusaknya puluhan gardu PLN, banyak wilayah di Lampung Selatan yang tidak bisa dialiri listrik.

    Jumlah gardu PLN yang rusak di wilayah Banten jauh lebih banyak,yakni mencapai 248. Hingga Minggu malam,23 Desember 2018,baru 146 gardu yang berhasil dinyalakan kembali. Sedangkan, gardu yang masih padam mencapai 102 gardu.

    "Selain itu terdapat 20 tiang SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) roboh akibat diterjang tsunami," kata EVP Coprorate Communications and CSR PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) I Made Suprateka,  dalam rilisnya, Minggu (23/12) pagi.

    Made mengaku saat ini PLN masih terus melakukan upaya evakuasi, pendataan serta pencarian staf PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat dan keluarga yang menjadi korban bencana tsunami, pada Sabtu (22/12) malam.

    Mereka diketahui tengah mengadakan acara family gathering di Tanjung Lesung.

    PLN telah mengirimkan 36 ambulans untuk membantu evakuasi di lokasi bencana.

    Ainanto menjelaskan, pihaknya masih terus mendata dan melakukan upaya pencarian korban bersama pemangku kepentingan lain. Ia meminta kepada masyarakat agar seluruh korban bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat.

     

    The post 30 Gardu PLN Rusak Akibat Tsunami Terjang Pesisir Lampung Selatan appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Di koordinasikan melalui Pusat Khidmat PKS melalui Pos Penanggulangan Bencana (P2B) PKS Lampung, relawan PKS Lampung Selatan terjun ke lokasi musibah tsunami di Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo dan Desa Way Muli, Kecamaran Rajabasa Lampung Selatan, Ahad (23/12).

    Seperti yang dituturkan oleh Anggota Fraksi PKS Lampung Dapil Lampung Selatan, Antoni Imam melalui pesan singkat dan status facebook yang bersangkutan.

    "Sahabat, tadi malam gelombang besar melanda wilayah pesisir Lampung Selatan dan Banten. Dini hari tadi saya meninjau lokasi di Desa Suak. Warga disini mengungsi ke ketempat yang lebih tinggi. Sebagian warga juga mengungsi ke rumah saya, Rumah Aspirasi. Semoga Allah beri kekuatan dan ketabahan pada kita atas bencana ini, dan terhindar dari bencana yang lebih besar," tulis Anton di status akun facebooknya, Ahad (23/12) pagi.

    Sementara itu, relawan tanggap bencana PKS Lampung Selatan, Andi Apriyanto, Ahad (23/12) siang menerobos puing reruntuhan di lokasi musibah tsunami di Way Muli, Lamsel untuk memetakan kebutuhan-kebutuhan di lapangan.

    "Iya tadi Pak Andi Aprianto yang juga Sekretaris PKS Lampung Selatan, naik motor roda dua untuk nerobos puing-puing bangunan di Kalianda," ungkap Martono Koordinator P2B PKS Lampung.

    Menurut informasi dari pusat komando Pusat Khidmat PKS/ P2B PKS Lampung, malam ini satu regu dari Pusat Khidmat PKS Lampung sedang meluncur ke Lampung Selatan, mem_back up_ relawan PKS disana.

    [caption id="attachment_124512" align="aligncenter" width="557"]Antoni Imam menyambangi korban tsunami di Desa Way Muli, Lampung Selatan, Minggu, 23 Desember 2018. Antoni Imam menyambangi korban tsunami di Desa Way Muli, Lampung Selatan, Minggu, 23 Desember 2018.[/caption]

    "Insya Allah sedang menuju Way Muli, mohon doanya" kata Sahroni, relawan tanggap bencana PKS dari Bandar Lampung.

    Berdasarkan catatan Teraslampung.com, anggota DPRD Lampung Antoni Imam dengan Rumah Aspiranya selama ini banyak berkiprah dalam kegiatan sosial dan pendidikan.

    Antoni Imam tidak hanya rajin menyambangi warga di wilayah Sidomulyo dan sekitarnya yang terkena musibah,tetapi menyediakan Rumah Aspirasi untuk kegiatan sosial dan tempat belajar secara gratis.

    The post Rumah Aspirasi Antoni Imam Jadi Tempat Mengungsi Musibah Tsunami appeared first on Teras Lampung.

  • Tsunami di Selat Sunda juga menerjang pesisir Lampung Selatan terutama Kalianda dan Rajabasa. BPBD mencatat ada 7 orang meninggal.
  • Oleh: Mirzam Abdurrachman*

    Ada beberapa kemungkinan terjadinya gelombang tsunami di sekitar Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam.

    Seperti diketahui, sebelumnya telah terjadi gelombang tinggi yang oleh BMKG diperbaharui sebagai Tsunami. Menurut laporan BNPB sampai saat ini jumlah korban telah mencapai ratusan dan masih ada sebagian yang hilang.

    Gelombang tsunami yang mencapai garis pantai tanpa didahului oleh adanya gempa atau surutnya muka laut menimbulkan banyak pertanyaan mengenai penyebab terjadinya. Apakah gempa tektonik, pasang purnama, letusan anak krakatau atau bahkan tumbukan meteor di tempat tertentu.

    Aktivitas Anak Krakatau memang terus menggeliat akhir-akhir ini lebih dari 400 letusan kecil terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Letusan besar terjadi pukul 18.00 dan terus berlanjut hingga pagi ini dan terdengar hingga Pulau Sebesi yang berjarak lebih dari 10 km arah timur laut seperti di laporkan tim patroli.

    Suatu gunung yang terletak di tengah laut seperti halnya Anak Krakatau atau yang berada di pinggir pantai, sewaktu-waktu sangat berpotensi menghasilkan Volcanogenic Tsunami.

    Volcanogenis Tsunami ini, bisa terbentuk karena perubahan volume laut secara tiba-tiba akibat letusan gunung api. Setidaknya ada empat mekanisme yang menyebabkan terjadinya volcanogenic tsunami.

    Pertama, karena kolapsnya kolom air akibat letusan gunung api yang berada di laut. Itu seperti meletuskan balon pelampung di dalam kolam yang menyebabkan riak air di sekitarnya.

    Kedua, pembentukan kaldera akibat letusan besar gunung api di laut menyebabkan perubahan kesetimbangan volume air secara tiba-tiba. Menekan gayung mandi ke bak mandi kemudian membalikannya adalah analogi pembentukan kaldera gunung api di laut.

    Mekanisme pertama  dan kedua pernah terjadi pada letusan Krakatau, tepatnya 26-27 Agustus 1883. Tsunami tipe ini seperti tsunami pada umumnya didahului oleh turunnya muka laut sebelum gelombang tsunami yang tinggi masuk ke daratan.

    Mekanisme ketiga adalah, karena longsor. Material gunung api yang longsor bisa menyebabkan memicu perubahan volume air di sekitarnya. Tsunami tipe ini pernah terjadi di Mt. Unzen Jepang 1972, banyaknya korban jiwa saat itu hingga mencapai 15.000 jiwa disebabkan karena pada saat yang bersamaan sedang terjadi gelombang pasang.

    Mekanisme keempat yakni karena aliran piroklastik atau sering disebut sebagai wedus gembel yang turun menuruni lereng dengan kecepatan tinggi saat letusan terjadi, bisa mendorong muka air jika gunung tersebut berada di atau dekat pantai.

    Tsunami tipe ini pernah terjadi saat Mt. Pelee, Martinique meletus pada 8 Mei 1902. Saat aliran piroklastik Mt. Pelle yang meluncur dan menuruni lereng akhirnya mendorong muka laut dan menghasilkan tsunami.

    Volcanogenic tsunami akibat longsor atau pun aliran piroklastik umumnya akan menghasilkan tinggi gelombang yang lebih kecil dibandingkan dua penyebab sebelumnya. Namun demikian, bisa sangat merusak dan berbahaya karena tidak didahului oleh surutnya muka air laut, seperti yang terjadi di Selat Sunda tadi malam.

    Diperlukan penelitian lebih lanjut buat memastikan penyebab utama Tsunami di Selat Sunda.***

    *Dr. Mirzam Abdurrachman adalah Volkanolog Institut Teknologi Bandung (ITB). Tulisan juga dimuat di itb.ac.id

     

     

     

    The post Empat Kemungkinan Terjadinya Tsunami di Selat Sunda appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo mengunjungi korban tsunami Selat Sunda yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (23/12) sore.

    Menurut Gubernur Ridho, sejak Sabtu malam Pemerintah Provinsi Lampung telah menurunkan tenaga medis dan peralatan bedah dari RSUD Provinsi Abdul Moeloek ke RSUD Bob Bazar untuk membantu penanganan korban yang terjadi di wilayah Lampung Selatan, khususnya yang terdampak paling parah, yakni di desa kunjir, way muli, dan sekitarnya.

    Selain bantuan tenaga medis dan obat-obatan, Pemprov Lampung juga mendirikan dapur umum di Balai Keratun untuk warga yang mengungsi di Kantor Gubernur Lampung. Selain dapur umum Pemprov Lampung juga memberikan bantuan seperti obat-obatan, makanan, selimut, dan lain-lain.

    BACA: Tsunami di Pesisir Lamsel, Korban Meninggal Dunia Bertambah Jadi 43 Orang

    Gubernur Ridho meminta semua pihak untuk bahu-membahu membantu warga lampung yang terdampak bencana agar segera mendapatkan bantuan.

    "Data sementara yang dilaporkan saat ini ada 250 orang yang dirawat di RSUD Dr.Bob Bazar, kemudian ada total 58 orang meninggal di wilayah Lampung, 19 diantaranya meninggal di RSUD Dr.Bob Bazar. Oleh karenanya saya menyatakan situasi tanggap bencanan, saya minta semua pihak untuk bahu-membahu membantu warga lampung yang terdampak bencana agar segera mendapatkan bantuan," papar Gubernur

    Selain way muli dan sekitarnya, menurut Gubernur Ridho, gelombang pasang juga ikut menerjang warga yang berada di pulau Sebuku, Sebesi, dan pulau Legundi. Gelombang pasang juga telah memutuskan aliran listrik di beberapa daerah. Untuk itu Pemprov Lampung bekerjasama dengan pihak terkait untuk menyediakan listrik melalui diesel maupun tenaga baterai.

    BACA: Tsunami Selat Sunda: 222 Orang Meninggal, 843 Orang Luka-Luka, 28 Orang Hilang

    Sementara itu Ibu Sartanah (45) warga way muli yang dirawat di RSUD Dr.Bob Bazar saat berbincang-bincang dengan Gubernur Ridho mengatakan bahwa rumah dan semua harta bendanya hanyut terseret ombak.

    Menanggapi hal tersebut Gubernur Ridho berjanji, Pemprov Lampung akan membantu pembangunan atau renovasi rumah yang hancur akibat gelombang pasang.

    "Pemprov juga kan punya program bedah rumah, nanti kita akan bantu masyarakat yang rumahnya terkena dampak gelombang pasang. Kalau kita sudah tidak sanggup, nanti kita juga akan minta bantuan pusat untuk mengatasi bencana ini," kataRidho.

    The post Gubernur Ridho Ficardo Kunjungi Korban Tsunami di Lampung Selatan appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM --  Komedian Heriyanto atau Aa Jimmy menjadi salah satu korban meninggal dalam musibah tsunami di Tanjung Lesung, Banten, Sabtu, 22 Desember 2018.

    Aa Jimmy yang terkenal lewat gaya dan penampilannya yang meniru Aa Gym itu meninggal saat menjadi MC bersama Ade eks Teamlo di acara Employee Gathering PLN UIT JBB, di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten, yang sesuai rencana berlangsung tiga hari dua malam, 21-23 Desember 2018.

    Kabar meninggalnya Aa Jimmy dibenarkan oleh Ifan, vokalis Seventeen yang juga berada di lokasi yang sama. Ifan Seventeen selamat setelah sempat tersert arus gelombang tsunami ke tengah laut. Ifan mengaku melihat jenazah personel grup Jigo itu tergeletak di pantai.

    Kabar duka meninggalnya pria bernama asli Heriyanto itu juga disampikan pesinden Rita Tila. Rita Tila yang sempat digosipkan dekat dengan Sule ini rupanya satu SMA dengan Aa Jimmy. Lewat akun Instagramnya Rita Tile menyampaikan ucapan belasungkawa.

    "Innalillahi wrjn.. Argo (Heriyanto) temanku, sahabatku satu angkatan di SMK N 10 Bdg, kami sangat kehilangan setelah mendengar kabar duka ini,, smoga Khusnul Khotimah, diampuni segala dosanya, di tempatkan ditempat yg paling mulia di sisi Allah.. Aamiin Yra..," tulis Rita Tila, Minggu, 23 Desember 2018.Rita Tila (Instagram - @rita_tila)

    Dari unggahan tersebut diketahui bahwa Aa Jimmy juga membawa istri dan anak-anaknya ke lokasi acara. Kabar yang beredar, istri dan dua anak Aa Jimmy masih belum ditemukan. Adapun anak bungsu Aa Jimmy yang masih berusia empat bulan berhasil diselamatkan.

    "Alm beserta anak dan istri, kebetulan istrinya sahabat saya @radea_putri (Hati) semoga beliau dan anak”nya di ketemukan dalam keadaan selamat. aamiin yra..," tulis Rita Tila.

    Tempo.co

    The post Aa Jimmy Meninggal Terseret Tsunami, Anak dan Istri Masih Hilang appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM-- Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB) melansir jumlah korban meninggal hingga Minggu petang, 23 Desember 2018 bertambah menjadi  222 orang, korban luka-luka sebanyak 843 orang, dan 28 orang hilang.

    "Kerusakan material akibat tsunawi di wilayah Banten dan Lampung meliputi 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak. Tidak ada korban warga negara asing. Semua warga Indonesia. Korban dan kerusakan ini meliputi di 4 kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu petang.

    BACA: Tsunami di Pesisir Lamsel, Korban Meninggal Dunia Bertambah Jadi 43 Orang

    Sutopi mengatakan, jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi.

    "Belum semua Puskesmas melaporkan korban, dan belum semua lokasi dapat didata keseluruhan. Kondisi ini menyebabkan data akan berubah,"katanta,

    Berikut perincian korban tsunami di Selat Sunda:

    Di Kabupaten Pandeglang tercatat 164 orang meninggal dunia, 624 orang luka-luka, 2 orang hilang. Kerusakan fisik meliputi 446 rumah rusak, 9 hotel rusak, 60 warung rusak, 350 unit kapal dan perahu rusak, dan 73 kendaraan rusak. Daerah yang terdampak di 10 kecamatan. Lokasi yang banyak ditemukan korban adalah di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo.

    Banyak korban adalah wisatawan dan masyarakat setempat. Daerah wisata sepanjang pantai dari Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang dan Pantai Carita sedang banyak wisatawan berlibur yang kemudian diterjang tsunami.

    Korban di Kabupaten Serang tercatat 11 orang meninggal dunia, 22 orang luka-luka, dan 26 orang hilang. Kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

    Sedangkan korban di Kabupaten Lampung Selatan tercatat 48 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka dan 110 rumah rusak. Di Kabupaten Tanggamus terdapat 1 orang meninggal dunia.

    Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU Pera, Kementerian ESDM, dan K/L terkait terus mendampingi Pemda dalam penanganan darurat.

    Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Posko, pos kesehatan, dapur umum dan pos pengungsian didirikan untuk menangani korban.

    Alat berat dikerahkan membantu evakuasi. Saat ini sedang bekerja 5 unit excavator, 2 unit loader, 2 unit dump truck dan 6 unit mobil tangki air. Bantuan alat berat akan ditambah.

     

    The post Tsunami Selat Sunda: 222 Orang Meninggal, 843 Orang Luka-Luka, 28 Orang Hilang appeared first on Teras Lampung.

  • Korban meninggal dunia di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

    Zainal Asikin | Teraslampung.com

    LAMPUNG SELATAN -- Korban meninggal dunia akibat gelombang tinggi di wilayah Kecamatan Kalianda dan Rajabasa, Lampung Selatan bertambah menjadi 43 orang. Sedangkan korban yang mengalami luka-luka mencapai 112 orang, dan saat ini para korban sudah di rawat di RSUD Bob Bazar Kalianda.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun teraslampung.com, kerusakan rumah dan bangunan lainnya palig parah berada di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa. Ratusan rumah di Desa tersebut porak-poranda dan bahkan rata dengan tanah disapu gelombang tinggi yang terjadi Sabtu 22 Desember 2018 malam.

    Kemudian untuk penanganan para korban Desa Way Muli, telah didirikan beberapa posko dan dapur umum.

    Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto menuturkan, untuk jumlah korban masih bisa terus bertambah. Karena kemungkinan, masih ada korban lain yang belum ditemukan dan evakuasi akibat terjangan gelombang tinggi yang terjadi Sabtu malam 22 Desember 2018.

    “Ya masih ada kemungkinan korban masih terus bertambah, dan kami berharap agar warga tetap tenang,”tuturnya saat mengunjungi Desa Way Muli yang terkena gelombang tinggi paling parah, Minggu 23 Desember 2018.

    Kemudian untuk penanganan korban bencana gelombang tinggi di Kecamatan Rajabasa dan Kalianda, kata Nanang Ermanto, sudah didirikan beberapa posko dan dapur umum.

    “Posko dan dapur umu sudah didirikan, hal ini untuk mempermudah penanganan terhadap para korban,”ungkapnya.

    Dikatakannya, tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri dan elemen lainnya serta warga saat ini masih terus melakukan evakuasi dan pencarian terhadap korban lainnya.

    The post Tsunami di Pesisir Lamsel, Korban Meninggal Dunia Bertambah Jadi 43 Orang appeared first on Teras Lampung.

  • Zainal Asikin I Teraslampung.com

    LAMPUNG SELATAN -- Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto saat kunjunganya di RSUD Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan mengatakan, korban tsunami yang melanda di wilayah pesisir Kecamatan Kalianda dan Rajabasa, Lampung Selatan hingga saat ini mencapai 22 orang.

    Dari jumlah korban tersebut, 17 diantaranya korban meninggal dunia dan para korban tersebut sudah teridentifikasi. Sementara sisanya, masih dilakukan identifikasi oleh tim.

    “Untuk 17 korban sudah diidentifikasi, 5 jenazah lainnya masih dilakukan identifikasi. Hasil ini berdasarkan data yang terima pagi tadi pukul 10.30 WIB,”ujarnya didampingi Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto dan Kapolres Lampung Selatan, AKBP, M. Syarhan, Minggu 23 Desember 2018.

    Dikatakannya, jumlah korban tersebut kemungkinan masih bertambah, karena pihaknya sampai saat ini masih terus menerima laporan adanya orang hilang dari keluarga korban yang terkena dampak gelombang tinggi.

    “Untuk jumlah korban yang mengalami luka-luka, mencapai 129 orang dan jumlah ini mencakup keseluruhan baik korban luka berat dan ringan,”terangnya.

    Selain itu, kata orang nomor satu di kepolisian daerah (Polda) Lampung ini menuturkan, mengenai korban yang masih dilaporkan hilang, pihaknya juga telah mendirikan pos DVI untuk menerima segala aduan dari masyarakat terkait korban bencana alam.

    “Bencana alam ini, kita sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membantu warga masyarakat yang terkena dampak bencana,”tukasnya.

    The post Korban Meninggal Akibat Tsunami di Pesisir Lampung Bertambah Jadi 22 Orang appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo kembali mengunjungi warga pesisir Lampung yang terdampak tsunami yang mengungsi di Kantor Gubernur Lampung, Minggu (23/12) siang.

    Dalam kunjungannya Gubernur Ridho memastikan agar para pengungsi mendapatkan bantuan dan terlayani dengan sangat baik. Gubernur Ridho yang datang bersama kedua putrinya juga tampak berbincang-bincang bersama warga agar warga tetap tenang dalam menghadapi bencana ini.

    Warga Lampung yang berdatangan sejak tadi malam (22/12/2018) sebelumnya sempat pulang setelah diberikan arahan oleh Gubernur Ridho yang sigap menenangkan warga yang saat itu panik karena air pasang menerjang sebagian wilayah di Lampung. Namun karena kondisi cuaca yang masih belum menentu, warga kembali mengungsi ke kantor Gubernur Lampung.

    Sebelumnya Gubernur Ridho juga sudah berkoordinasi dengan TNI,  POLRI, BPBD, dan Tim Medis untuk senantiasa siap siaga terhadap potensi bencana.

    Menurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, atas perintah Gubernur Lampung, saat ini sudah dibangun dapur umum untuk para pengungsi di Balai Keratun. Berbagai bantuan pun sudah disalurkan kepada masyarakat.

    "Semalam masyarakat memang sempat pulang kembali kerumah masing-masing setelah mendapat arahan dari Pak Gubernur, namun karena cuaca belum menentu masyarakat berdatangan kembali. Tapi kita sudah kordinasi jadi kita sudah siapkan dapur umum, makanan, obat-obatan, tempat tidur, selimut dan lain sebagainya," kata Sumarju.

    Sementara itu salah seorang pengungsi, Ibu Yati (50) warga pasar kangkung, Bandar Lampung, mengatakan bahwa dirinya baru pagi ini mengungsi di Balai Keratun.

    "Sebelumnya saya sempat ngungsi di rumah kerabat, tapi karena rumahnya sempit akhirnya saya dan keluarga mengungsi disini. Alhamdulillah pemprov mau memfasilitasi kami," tuturnya.

    Darmaji (48) warga teluk betuk yang mengungsi dari semalam, mengatakan sempat pulang tapi karena kondisi rumah masih banjir maka dirinya memutuskan untuk kembali ke Kantor Gubernur Lampung.

    "Cuacanya masih belum menentu mas, kami ngungsi disini aja. Alhamdulillah kami dilayani dengan baik oleh pemprov Lampung, Pak Gubernur Ridho juga sudah dua kali menemui kami," ucapnya.

    Dari pantauan tim media, sampai saat ini pukul 16.00 wib, warga yang mengungsi di Kantor Gubernur Lampung sudah berjumlah kurang lebih 1700 orang, dan terus bertambah.

    The post Tsunami Selat Sunda, Gubernur Ridho Pastikan Para Pengungsi Dilayani dengan Baik appeared first on Teras Lampung.

  • anto Sadwijan Ambonius Pasaribu (kiri) dan Dewi Marthalena Simanungkalit (kanan) berjabat tangan usai terpilih menjadi Ketua dan Sekretaris GMKI Bandar Lampung Periode 2018-2020, Minggu, 23/12/2018. | dok. GMKI Bandar Lampung

    TERASLAMPUNG.COM – Duet Ranto Sadwijan Ambonius Pasaribu dan Dewi Marthalena Simanungkalit menakhodai Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Bandar Lampung Periode 2018-2020.

    Keduanya terpilih menjadi ketua dan sekretaris pada Konferensi Cabang (Konfercab) XVII GMKI Bandar Lampung di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Lampung, Bandar Lampung, Minggu, 23/12/2018.

    Pada konfercab, terdapat dua kandidat ketua, yaitu Ranto dan Rony Simanulang. Dalam pemungutan suara, Ranto yang juga mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatra (Itera) meraup sebanyak 25 suara. Sedangkan Rony yang tercatat sebagai mahasiswa Administrasi Negara Universitas Lampung (Unila) mengantongi 22 suara. Jumlah keseluruhan 48 suara, dengan satu suara tidak sah.

    Sama seperti pemilihan ketua, kandidat sekretaris juga dua orang, yaitu Dewi dan Stevanus. Berdasar hasil pemungutan suara, Dewi yang merupakan mahasiswa Jurusan Sosiologi Unila unggul telak dengan meraih 28 suara. Sedangkan Stevanus hanya memperoleh enam suara. Adapun jumlah peserta yang memiliki hak pilih sebanyak 44 orang. Sedangkan yang abstain dua suara, dan suara tidak sah sebanyak delapan suara.

    Usai terpilih, Ranto mengatakan, pihaknya ke depan akan melakukan rekonstruksi kaderisasi di GMKI Bandar Lampung. Kemudian, membangun kapasitas anggota guna menciptakan militansi dan intelektualitas. Dia ingin menjadikan GMKI sebagai organisasi yang memiliki prinsip pergerakan berdasarkan nilai-nilai oikumenisme.

    “Bagi saya, Konferensi Cabang GMKI Bandar Lampung kembali mempererat tali persaudaraan anggota. Banyak keputusan konfercab yang harus dikawal dalam masa bakti 2018-2020,” kata dia.

    RL

    The post Duet Ranto Pasaribu-Dewi Simanungkalit Pimpin GMKI Bandarlampung appeared first on Teras Lampung.

  • Kesaksian warga Kalianda Lampung Selatan menyebutkan air laut tiba-tiba yang kemudian disusul dengan gelombang tinggi air laut. BMKG belakangan menyebut gelombang ini sebagai tsunami.