• TERASLAMPUNG.COM -- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Bandarlampung menyerahkan bantuan bagi korban tsunami di Desa Kunjir, Lampung Selatan.

    Menurut Ketua DPC Partai Gerindra,Andika Wibawa, bantuan tersebut merupakan hasil partisipasi para calon legislatif dan diserahkan kepada para pengungsi korban tsunami pada Selasa (25/12).

    “Kami mengumpulkan dana dari para caleg dan kemudian kita belikan bahan-bahan bagi kebutuhan para pengungsi di Desa Kunjir,” ujarnya.

    BACA: Tsunami di Selat Sunda,Ini Kondisi Terbaru di Desa Kunjir Lampung Selatan

    Dari sumbangan partisipasi para caleg itu kata Andika dibelikan beras, baju, mie instan, air mineral serta perlengkapan mandi.

    “Saya melihatnya trenyuh dengan kondisi desa itu akibat diterjang tsunami. Semoga bantuan tersebut bisa sedikit meringankan beban mereka,” ujarnya.

    Andika mengatakan, pada 27 Desember 2018 rencananya Sekjen DPP Gerindra Akhmad Muzani juga akan mengunjungi dan memberikan bantuan bagi korban tsunami di Lampung Selatan.

    “Saya besok akan menemani sekjen untuk memberikan bantuan ke Lampung Selatan,” jelas Caleg Partai Gerindra nomer 1 dapil Bandarlampung itu.

    Dandy Ibrahim

    The post DPC Gerindra Bandarlampung Serahkan Bantuan untuk Korban Tsunami di Desa Kunjir appeared first on Teras Lampung.

  • Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menempel di kaca mobil di wilayah Anyer, Banten (Foto: Muhammad Rois Rinaldi)

    TERASLAMPUNG.COM -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menyebar ke arah barat dan barat daya atau mengarah ke wilayah Provivinsi Banten.

    "Terlihat adanya pola sebaran debu vulkanik dengan arah pergerakan menuju barat daya dan barat," tulis akun Twitter resmi BMK, Rabu, 26 Desember 2018.

    Sebaran abu vulkanik bisa mencapai wilayah Cilegon dan Serang, Banten, karena pergerakan abu tersebut berada di ketinggian sekitar 10 kilometer.

    BMKG menyarankan bagi warga yang akan beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan kaca mata dan masker.

    "Jangan lupa selalu menggunakan masker dan kacamata jika hendak keluar rumah," tulis BMKG.

    Muhammad Rois Rinaldi, sastrawan dan redaktur media online di Serang, Banten, mengatakan debu vulkanik sudah mencapai wilayah Cilegon dan beberapa daerah lain di Banten.

    "Debu vulkanik yang ada karena arah angin ke arah Anyer, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang wilayah barat (Kramatwatu). Kita perlu melengkapi diri dengan masker, pakaian lengan panjang, dan kacamata. Ventilasi rumah juga upayakan ada penyaringnya. Jangan panik. Tetap tenang dan waspada. Tetap beristigfar dan bershalawat," tulis Rois di akun Facebook miliknya.

     

    The post Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bergerak ke Wilayah Banten appeared first on Teras Lampung.

  • Ribuan warga Pulau Sebesi dan Sebuku tiba di Pelabuhan Bakauheni.Rabu.26 Desember 2018, setelah dievakuasi tim SAR Gabungan.

    Zainal Asikin | Teraslampung.com

    LAMPUNG SELATAN-Warga Pulau Sebesi dan Sebuku berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan menggunakan KMP Jatra III, KM Trisula,dan KM Sabuk Nusantara. Ribuan warga dari dua pulau yang lokasinya berjarak 10 Km dari Gunung Anak Krakatau (GAK), tiba di Pelabuhan Bakauheni, Rabu 26 Desember 2018 sekitar pukul 11.45 WIB.

    Pantauan di lokasi, Kapal KMP Jatra III yang membawa sekitar 1.000 warga Pulau Sebesi dan Sebuku  tiba di Dermaga 5 Pelabuhan Bakauheni, Kapal KM Trisula membawa sekitar 200 lebih warga, sementara KM Sabuk Nusantara mengangkut sekitar 80-an warga dari Pulau Sebuku.

    Kedatangan mereka di Pelabuhan Bakauheni disambut langsung Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, dan pejabat lainnya.

    Kedatangan warga dari dua pulau yang sempat terisolasi itu disambut haru dan tangis kerabatnya yang telah mengetahui dan menunggu kedatangan mereka.

    Beberapa warga yang kondisinya mengalami luka-luka dan lemah saat berada dipengungsian pasca terjadinya gelombang tsunami, langsung dibawa ke Puskesmas Rawat Inap (PRI) Bakauheni dan RSUD Bob Bazar untuk segera mendapatkan pertolongan medis.

    Selanjutnya, ribuan warga dari kedua pulau tersebut, dibawa menuju ke penampungan di posko lapangan enis indor Kalianda menggunakan beberapa unit armada bus dan kendaraan lainnya yang telah disiapkan oleh Pemkab Lampung Selatan, Polres Lampung Selatan dan kendaraan TNI dengan kawalan petugas.

    “Kami sudah siapkan segala sesuatunya baik itu dapur umum, obat-obatan dan lainnya di posko lapangan tenis indor untuk melayani warga dari Pulau Sebesi dan Sebuku yang kita lakukan evakuasi,”kata Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto.

    Salah seorang warga Pulau Sebesi yang dievakuasi, Iman, mengaku sejak akhir pekan kemarin dan sampai hari ini debu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) sudah menyelimuti pulau tempatnya tinggal. Menurut Iman, suara letusan Gunung Anak Krakatau juga terus menggelegar setiap beberapa menit sekal, sepanjang hari belakangan ini.

    “Waduh mas, sekarang ini abu vulkanik GAK sudah menyelimuti pulau. Belum lagi suara letusannya, makin hari semakin kuat. Makanya, kami minta dievakuasi dari tempat tinggal kami di Pulau Sebesi. Ya khawatirnya, dengan aktivitas GAK itu,” tuturnya kepada teraslampung.com.

    Warga lainnya, Gandhi, mengaku tiap suara letusan Gunung Anak Krakatu selalu dibarengi dengan kilat yang menyambar sehingga sangat menakutkan.

    "Sebelumnya kejadian seperti ini jarang sekali terjadi meski adanya peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kalau sekarang ini, kondisinya sudah mulai sangat mencekam. Apalagi debu vulkaniknya sudah mulai menyelimuti pulau. Suara letusannya juga sangat keras sekali,”ungkapnya.

     

    The post Pasca-Tsunami, Ribuan Warga Pulau Sebesi dan Sebuku Tiba di Pelabuhan Bakauheni appeared first on Teras Lampung.

  • Pulau Sebesi merupakan salah satu pulau yang terdekat dengan Gunung Anak Krakatau. Warga Pulau Sebesi mendengar letusan berkali-kali dari Gunung Anak Krakatau
  • Kondisi Gunung Anak Krakatau lewat udara yang terus mengalami erupsi pada Ahad, 23 Desember 2018. Pada Sabtu, 22 Desember 2018, secara visual teramati letusan dengan tinggi asap berkisar 300 sampai 1.500 meter di atas puncak kawah. TEMPO/Syafiul Hadi

    TERASLAMPUNG.COM -- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan kondisi dinding kawah Gunung Anak Krakatau bertambah rapuh dan berpotensi terjadi longsor yang memicu tsunami Selat Sunda.

    "Dinding kawahnya itu bertambah rapuh dan dikhawatirkan akan mudah terjadi longsor yang bisa memicu terjadinya tsunami," kata Dwikorita saat ditemui di kantor BMKG, Selasa 25 Januari 2018.

    Dwikorita mengatakan rapuhnya dinding kawah disebabkan oleh erupsi gunung Anak Krakatau yang disertai goncangan. Selain itu, kata dia, kondisi cuaca ekstrim seperti hujan lebat juga dikhawatirkan bisa menyebabkan longsor kembali terjadi.

    Dwikorita mengatakan saat ini BMKG sudah memasang enam sensor seismometer yang telah dimodifikasi untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi longsor yang bisa memicu tsunami.

    Dwikorita menambahkan dari hasil analisis BMKG, disimpulkan getaran yang berpotensi memicu longsor sekitar 3,4 magnitudo. Ia mengatakan jika alat sensor tersebut mendeteksi geteran 3,4 magnitudo, BMKG akan langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami.

    Dwikorita mengimbau masyarakat di kawasan Selat Sunda untuk menjauhi kawasan pesisir dalam radius 500 meter hingga 1 kilometer. "Masyarakat harus tetap waspada dan jangan panik," ujarnya.

    Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan tiga alat sensor tersebut berada di Lampung dan tiga lagi di Banten. Ia menuturkan alat sensor tersebut merupakan metode yang paling efektif saat ini untuk memantau aktivitas gunung Anak Krakatau.

    Menurut Rahmat, potensi erupsi Gunung Anak Krakatau bahkan longsor yang bisa memicu tsunami Selat Sunda masih berpotensi terjadi.

    "Hari ini sudah mulai dipasang, terdeteksi ada empat kali getaran hari ini, dengan rata di bawah 3 magnitudo," kata dia.

    Tempo.co

     

    The post BMKG: Dinding Gunung Anak Krakatau Rapuh dan Berpotensi Tsunami appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan tinggi tsunami Selat Sunda yang menerjang pesisir barat Banten dan Lampung Selatan bervariasi. Menurut laporan warga, kata dia, tinggi gelombang tersebut ada yang mencapai lima meter.

    "Ada yang mengatakan 2 meter, ada juga yang mengatakan di daerah sekitar Sumur, Tanjung Lesung, Cigeulis, lebih dari 5 meter," ujar Sutopo dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Selasa, 25 Desember 2018.

    Sutopo mengatakan menurut laporan masyarakat, wilayah Pantai Carita terdampak tsunami dengan ketinggian 2 hingga 2,5 meter. Hal itu, kata dia, terlihat dari batas air yang membekas di batang pohon kelapa. "Ini di Carita saja, apalagi di selatan yang meliputi Tanjung Lesung, Cigeulis, Cigaliung, Cimangguh, Sumur tingginya seperti ini," katanya.

    Menurut Sutopo, ketinggian tsunami yang bervariasi ini membuat kerusakan tiap wilayah berbeda-beda. Selain itu, kata dia, tinggi tsunami yang kemungkinan mencapai 5 meter itu menjelaskan mengapa bangunan sepanjang pantai bisa hancur porak poranda.

    "Kalau hanya 30 sentimeter atau kurang dari 1 meter dampaknya tidak seperti ini," ucapnya.

    Sutopo menuturkan BNPB mengerahkan tim untuk melakukan pemetaan tinggi tsunami. Tim nantinya akan melihat seberapa besar dampak tsunami yang menyapu sampai ke daratan. "Pemetaan berapa tinggi tsunami dan berapa landaan yang ada di daratan," tuturnya.

    Tsunami di Selat Sunda terjadi pada Sabtu malam, 22 Desember 2018. Bencana ini berdampak pada pesisir barat Banten serta Lampung Selatan. Dalam rilis BNPB per tanggal 25 Desember pukul 13.00, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 429 jiwa. Selain itu 1.485 orang menjadi korban luka-luka, 154 masih hilang, dan 16.082 jiwa mengungsi.

    Tempo.co

    The post BNPB Perkirakan Tinggi Tsunami Selat Sunda Mencapai 5 Meter appeared first on Teras Lampung.

  • Kondisi Gunung Anak Krakatau lewat udara yang terus mengalami erupsi pada Ahad, 23 Desember 2018. Pada Sabtu, 22 Desember 2018, secara visual teramati letusan dengan tinggi asap berkisar 300 sampai 1.500 meter di atas puncak kawah. TEMPO/Syafiul Hadi

    Zainal Asikin | Teraslampung.com

    LAMPUNG SELATAN -- Sejak peristiwa terjadinya gelombang tsunami yang menghantam wilayah pesisir Lampung Selatan, hingga memporak-porandakan ratusan rumah warga di Desa Way Muli, Kunjir dan PPI Bom pada Sabtu 22 Desember 2018 malam lalu. Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, masih memantik kekahawatiran warga yang tinggal di Pulau Sebesi dan Sebuku.

    Sebelum dievakuasi, warga yang tinggal di Pulau Sebesi dan Sebuku yang wilayahnya paling terdekat dengan Gunung Anak Krakatau (GAK) tersebut semakin khawatir. Pasalnya, suara letusan GAK terjadi terus-menerus bahkan setiap menit dengan dibarengi adanya suara petir.

    Tiga hari pascaterjadinya gelombang tsunami yang ditengarai akibat terjadinya erupsi GAK, warga Pulau Sebesi dan Sebuku memilih mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

    BACA:

    “Suara letusan GAK itu terjadi terus-menerus. Suaranya sangat keras sekali terdengarnya dari tempat tinggal saya,”kata Sulaiman (63), warga Pulau Sebesi kepada teraslampung.com saat tiba di Dermaga Canti usai dievakuasi oleh Tim SAR gabungan, Selasa 25 Desember 2018.

    Sulaiman menceritakan, saat kejadian gelombang tsunami, rumah miliknya hancur namun ia dan keluarganya selamat dan beberapa warga Pulau Sebesi lainnya mengungsi di dataran lebih tinggi. Meski selamat dari gelombang tsunami, namun kami tetap khawatiran bagaimana caranya agar bisa dievakuasi keluar dari tempatnya tinggal yang lokasinya memang dekat dengan GAK.

    Kejadian gelombang tsunami ini, kata Sulaiman, memang sedikit berbeda dan tidak seperti biasanya aktivitas dari GAK tersebut. Karena suara letusan GAK itu terus menerus, bahkan letusannya hampir setiap beberapa menit sekali dengan dibarengi suara gemuruh petir.

    “Saat kami sekeluarga mengungsi bersama warga lainnya, kami melihat sedikit berbeda aktivitas GAK ini dari biasanya. Jadi sudah suara gemuruhnya kuat, ditambah lagi petir terus menggelegar. Anehnya, petir itu menghantam tepat di atas Gunung Anak Krakatau, Seperti menanjap gitu (di Gunung Anak Krakatau). Setelah itu barulah GAK itu meledak mengeluarkan larva,”ungkapnya.

    BACA: Letusan Gunung Anak Krakatau Bercampur Air, Menuju Segala Arah

    Dikatakannya, selain rumah miliknya hancur beberapa rumah milik warga lainnya pun ikut hancur setelah dihantam gelombang tinggi tsunami tersebut. Menurutnya, bahkan ada juga korban yang meninggal dunia namun ia tidak mengetahui berapa korban yang meninggal dunia tersebut.

    “Ya ada korban yang meninggal dunia, kalau yang saya dengar dari warga katanya dua orang. Satu korban yang meninggal itu masih anak-anak umur sekitar 5 tahun. Tapi sudah ketemu apa belum, saya tidak tahu persis,”terangnya.

    Hal tersebut juga dibenarkan oleh warga Pulau Sebesi lainnya, Nurmelis (43) dan suaminya saat keduanya berhasil dievakuasi oleh tim SAR Gabungan saat tiba di Dermaga Canti.

    Nurmelis mengatakan, saat kejadian gelombang tsunami Sabtu malam 22 Desember 2018, malam itu ia bersama keluarganya sedang nonton televisi. Lalu sekitar pukul 21.00 WIB, terdengar suara dentuman suara ombak yang cukup besar dan dilihatnya air sudah masuk ke dalam rumahnya.

    “Tapi saat itu, kami belum lari pergi meninggalkan rumah dan saya juga masih bengong ada apa ini?,”ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

    Tak lama berselang, kata Nurmailis, datang gelombang tinggi, saat itu juga ia bersama keluarganya langsung lari menyelamatkan diri menuju ke dataran yang tinggi. Sementara rumahnya hancur rata dengan tanah dihantam gelombang tinggi tsunami.

    “Malam itu juga, kami semua mengungsi di atas gunung dan kejadian itu tidak ada tanda-tanda apa gitu sebelumnya. Rumah saya hancur, semua harta benda sudah tidak ada lagi yang tersisa,”ucapnya sembari menangis dan mengusap air matanya.

    Menurutnya, selama dua malam ia bersama keluarga dan warga lainnya mengungsi diatas gunung, bahkan di tempatnya mengungsi itu, ia bersama beberapa warga Pulau sebesi lainnya sudah kehabisan stok bahan makanan.

    Hal senada juga dikatakan oleh Kasat Polair Polres Lampung Selatan, Iptu Sudrajat, yang bersama tim gabungan lainnya mengirimkan bantuan sembako dan akan mengevakuasi para warga yang tinggal di Pulau Sebesi dan Sebuku.

    “Ya benar, letusan dari GAK itu terus-menerus dan suaranya sangat kuat sekali dari Pulau Sebesi dan Sebuku. Tapi kepulan material dari aktivitas GAK tidak terpantau, karena tertutup mendung,”ungkapnya.

    Salah seorang nelayan bernama Hartono, warga Pulau Sebuku, mengatakan saat gelombang tsunami menerjang, malam itu ia sedang pergi melaut dan saat itulah ia terbawa arus menuju ke tengah laut.

    Setelah gelombang ombak reda, Hartono berusaha untuk menepikan perahunya. Begitu sampai di tepian pantai, ia melihat kapal-kapal kondisinya sudah berantakan semua.

    “Kalau yang saya lihat di Pulau Sebuku, hanya ada satu pondok saja yang rusak dihantam gelombang tsunami. Kalau yang lainnya tidak ada, karena posisinya agak jauh dari bibir pantai. Saat ini sebagian warga, sudah mengungsi ke darat bersama keluarganya,”ungkapnya.

    Diketahui, Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai menunjukkan aktivitasnya, mulai Juni 2018 lalu. Aktivitas dari GAK tersebut, terus berfluktuasi selama enam bulan terakhir. Peningkatan aktivitas erupsi juga sempat terpantau tinggi, yakni pada September dan Oktober 2018 lalu.

    Gelombang tsunami yang menghantam kawasan pesisir Lampung Selatan dan Anyer, Banten pada Sabtu 22 Desember 2018 malam lalu, ditengarai akibat adanya aktivitas erupsi GAK.

    Longsoran material kelaut itulah yang disinyalir menimbulkan adanya gelombang tinggi dan memporak-porandakan ratusan rumah yang ada di wilayah pesisir lampung Selatan serta Anyer, Banten.

    The post Letusan Gunung Anak Krakatau dan Dentuman Keras Terus Terdengar dari Pulau Sebesi appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Pemerintah pusat akhirnya menetapkan  Bandara Radin Inten II  nasional menjadi internasional pada 18 Desember 2018. Penetapan perubahan status Bandara Radin Inten II oleh Menteri Perhubungan itu harus ditindaklanjuti Pemprov Lampung dengan sejumlah langkah taktis.

    Dalam SK Nomor KP 2044 Tahun 2018 tentang Penetapan Bandara Radin Inten II di Lampung Selatan Sebagai Bandar Udara Internasional itu disebutkan bahwa sebagai bandara internasional Bandara Radin Inten II harus memenuhi sejumlah ketentuan.Kemenhub memberikan waktu selama enam bulan kepada pengelola Bandara Radin Inten II untuk melakukan pembenahan.

    Pembenahan itu antara lain: pertama, terpenuhinya persyaratan keselamatan, keamanan, dan pelayanan sebagai bandara internasional.

    Kedua, tersedianya unit kerja dan personel yang bertanggung jawab untuk pelaksanaan kegiatan kepabeanan, keimigrasian, dan kekarantinaan.

    Ketiga, terlaksananya koordinasi untuk kelancaran dan ketertiban pada pada bandar udara internasional melalui Komite Fasilitasi (FAL) Bandar Udara.

    Keempat, menyampaikan informasi di dalam Aeronautical Information Publications (AIP) mengenai perubahan status Bandara Radin Inten II sebagai bandar udara internasional.

    Selanjutnya Dirjen Perhubungan Udara akan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Bandara Radin Inten II sebagai bandar udara internasional selama enam bulan sejak SK Menhub ditetapkan.

    Jika hasil evaluasi Dirjen Perhubungan Udara menyatakan Bandara Radin Inten II tidak memenuhi persyaratan sebagai bandar udara internasional dan atau tidak adanya penerbangan niaga terjadwal luar negeri dari dan ke Bandara Radin Inten II maka penetapan status Bandara Radin Inten II sebagai bandar udara internasional dicabut. Selanjutnya Bandara Radin Inten II dikembalikan menjadi bandar udara domestik melalui Keputusan Menteri.

    Sejumlah persyaratan sebenarnya sudah dipenuhi pengelola Bandara Radin Inten II. Namun, masih ada persyaratan lain yang harus segera dipenuhi, yakni membuka jalur penerbangan dari luuar negeri dan ke Bandara Radin Inten II dan dari Radin Inten II ke luar negeri.

    Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung, Qudrotul Ikhwan, berharap sejumlah maskapai penerbangan bisa segera membuka membuka rute mancanegara via Bandara Radin Inten II.

    "Kami  akan berupaya maksimal untuk memenuhinya," katanya, Selasa, 25 Desember 2018.

    Menurutnya, Pemrov Lampung sebenarnya sudah berusaha memenuhi persyaratan yang ditetapkan Menhub. Antara lain dengan melakukan penjajakan dengan Lion Air dan mendorong Garuda membuka penerbangan Singapura-Bali-Lampung.

    The post Bandara Radin Inten II Ditetapkan Jadi Bandara Internasional, Ini Beberapa PR yang Harus Dikerjakan appeared first on Teras Lampung.

  • Warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku tiba di dermaga PPI Bom Kalianda, Selasa, 25 Desember 2018.

    Zainal Asikin | Teraslampung.com

    LAMPUNG SELATAN -- Hari ketiga pasca terjadinya gelombang tsunami di Selat Sunda yang menerjang wilayah pesisir Lampung Selatan, sebanyak 116 warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku yang sempat terisolasi dievakuasi oleh tim SARr gabungan ke daratan, Selasa 25 Desember 2018 sekitar pukul 10.00 WIB.

    Pantauan teraslampung.com, sebanyak 116 warga dari Pulau Sebesi dan Sebuku tersebut, tiba di Dermaga Canti sekitar pukul 10.00 WIB diangkut menggunakan tiga kapal motor milik nelayan dengan didampingi oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI dan Polri.

    Kedatangan ratusan warga dari kedua pulau yang lokasinya berdekatan dengan kawasan Anak Gunung Krakatau (GAK) tersebut secara bertahap, karena kondisi cuaca angin kencang dan ombak masih besar. Berselang beberaja jam kemudian, datang kembali kapal motor lain yang membawa warga dari kedua pulau tersebut.

    BACA: Pasca-Tsunami, Warga Pulau Sebesi Kekurangan Kebutuhan Pokok

    Ratusan warga yang dievakuasi tersebut, selanjutnya di ungsikan sementara di Posko Tenis Indor Pemkab Lampung Selatan. Sedangkan untuk warga yang kondisinya mengalami luka-luka, langsung dibawa oleh tim gabungan ke Puskesmas Rawat Inap dan RSUD Bob Bazar Kalianda.

    Plt Kadis Kominfo, Lampung Selatan, Sefri Masdian saat ditemui di Dermaga Canti mengatakan, hingga saat ini tim Sar masih terus mengevakusai warga yang tinggal di Pulau Sebesi dan Sebuku yang lokasinya berdekatan dengan kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK).

    "Yang sudah kita evakuasi ke darat oleh tim gabungan untuk saat ini, ada sekitar 116 orang terdiri dari 101 orang warga Pulau Sebesi dan 15 orang lagi dari Pulau Sebuku. Kalau untuk jumlah keseluruhan warga yang akan dievakuasi sekitar 200 orang,"ujarnya, Selasa 25 Desember 2018.

    Selanjutnya, kata Sefri Masdian, warga dari kedua pulau yang sudah dievakuasi itu dibawa oleh tim menuju ke lokasi Posko Basarnas di Lapangan Tenis Indor Pemkab Lampung Selatan.

    Sementara untuk warga yang mengalami luka-luka dibawa ke Puskesmas Rawat Inap dan RSUD Bob Bazar Kalianda untuk mendapatkan perawatan medis.

    Sefri Masdian mengungkapkan, untuk melakukan proses evakuasi terhadap warga Pulau Sebesi dan Sebuku, pihaknya telah meminta bantuan dua kapal dari pihak KPLP, lantaran kapal yang ada masih kurang.

    "Ada dua kapal yang kita minta dari pihak KPLP, yaitu Kapal KN Jembio P215 dan KN Trisula. Kedua kapal ini, nantinya yang akan mengevakuasi warga Pulau Sebesi dan Sebuku lainnya. Nantinya, mereka akan dibawa ke Pelabuhan BBJ Bakauheni,"ungkapnya.

    Hal tersebut, dibenarkan oleh Kadis Perindag Lamsel, Qorinilwan yang ikut menjemput warga ke Pulau Sebesi dan Sebuku.

    Selain melakukan evakuasi, lanjut Sefri, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan berupa 650 kg beras, 130 dus mie instan, 150 dus air mineral, gula 3 dus, baju 4 karung, pempers 6 kardus, selimut 2 karung, roti 6 dus dan biskuit 15 dus.

    BACA: Tsunami Selat Sunda : 373 Orang Meninggal, 1.459 Luka-Luka , 128 Hilang

    "Kami juga menyalurkan bantuan makanan siap saji sebanyak 2 dus, sarden 1 dus, susu 10 dus dan juga bantuan berupa obat-obatan. Semua bantuan itu, diserahkan untuk warga yang ada di Pulau Sebesi dan Sebuku,"terangnya.

    Menurutnya,kerusakan akibat gelombang tsunami di kedua pulau tersebut, tidak terlalu parah seperti yang terjadi di kawasan Desa Way Muli, Way Muli Timur dan Kunjir.

    Karena sempat terisolasi, kata Sefri, warga yang ada di kedua pulau tersebu kekurangan bahan makanan saat mereka mengungsi di dataran tinggi saat terjadinya gelombang tsunami.

    The post Sempat Terisolasi, 116 Warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku Dievakuasi appeared first on Teras Lampung.

  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama menteri lainnya saat mengunjungi Desa Way Muli, Lampung Selatan. Selasa, 25 Desember 2018.

    Zainal Asikin | Teraslampung.com

    LAMPUNG SELATAN -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan,  pemerintah berencana merelokasi warga di pesisir Lampung Selatan khususnya yang tinggal dekat pantai yakni di Desa Way Muli, Kunjir, dan PPI Bom yang rumahnya habis diterjang gelombang tsunami yang terjadi pada Sabtu 22 Desember 2018 malam lalu.

    “Fasilitas sosial dan fasilitas umum tidak terlalu banyak yang rusak, dan saat ini kan masih dalam proses pembersihan. Saat ini yang kita pikirkan, yakni bagaimana membangun kembali rumah-rumah warga yang hancur dan pemerintah akan membantu dalam hal ini,” kata Menteri Basuki Hadimuljono saat ditemui di Desa Way Muli Timur, Selasa. 25 Desember 2018.

    Mengenai pembangunan kembali rumah warga, kata Basuki, akan dicarikan lokasi untuk relokasi yang aman dari bencana.

    Menurutnya, hal ini dilakukan agar kejadian terjangan gelombang tsunami yang sudah memporak-porandakan rumah warga di beberapa desa di kawasan pesisir pantai Lampung Selatan tidak terulang kembali.

    “Ya bisa saja, ancaman gelombang tsunami kedepan masih bisa terjadi. Tapi yang jelas, kita akan upayakan relokasi tidak mengancam keselamatan warga,”ungkapnya.

    Basuki mengutarakan, dalam hal ini pemerintah melauli Kementerian PUPR, akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan akan berbicara dengan masyarakat yang tinggal di pinggir pesisir pantai terkait dengan rencana relokasi ke tempat yang lebih aman.

    “Mengenai relokasi, pastinya kita akan carikan lokasinya yang juga dekat dengan tempat mata pencarian warga dan gak mungkin jauh. Yang jelas, lokasinya aman dari kemungkinan terjadinya kembali terjangan gelombang tsunami,”terangnya.

    The post Pasca-Tsunami, Warga di Pesisir Lampung Selatan akan Direlokasi appeared first on Teras Lampung.

  • Kunjungan Gubernur Lampung dan Menteri Kabinet Kerja ke Desa Way Muli,Selasa, 25 Desember 2018.

    TERASLAMPUNG.COM -- Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo bersama Wagub Bachtiar Basri dan sejumlah menteri Kabinet Kerja meninjau lokasi terjadinya gelombang pasang tsunami di Desa Way Muli, Lampung Selatan, Selasa siang, 25 Desember 2018.

    Rombongan Menteri Kabinet Kerja antara lain Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menteri Koordinator PMK Puan Maharani. Tampak pula Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.

    Selain mengunjungi Desa Way Muli, rombongan Gubernur Lampung dan Menteri Kabinet Kerja juga mengunjungi para korban luka-luka di RSUD Bob Bazar di Kalianda, Lampung Selatan.

    Dalam kunjungan tersebut Gubernur Ridho menyatakan pihaknya dirinya telah berkordinasi dengan Menteri PU PR dan Bupati Lampung selatan untuk melakukan perbaikan dan pembangunan rumah bagi masyarakat yang rumahnya hancur terkena terjangan gelombang pasang pada Sabtu malam, 22 Desember 2018..

    "Hari ini begitu banyak masyarakat kita yang terkena musibah, yang rumahnya itu rata dengan tanah. Kemarin saya juga sudah meninjau kesini, juga kerumah sakit. saya berbincang-bincang dengan para korban, ada yg dioperasi dan lain sebagainya. Mereka sedih, menangis, tapi bukan nangis kareana sakit di operasi, tapi karena harta bendanya sudah hilang semua, rumahnya rata dengan tanah. Untuk itu sesegera mungkin kita akan lakukan rehabilitasi area pemukiman, karena nggak mungkin kita menampung mereka semua dipenampungan maupun dirumah sakit hingga terlalu lama," papar Gubernur Ridho.

    Gubernur Ridho juga mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Lampung Selatan untuk mempersiapkan pemukiman dengan segera.

    "kita akan siapkan area pemukiman dengan segera, Pak Bupati Lampung Selatan sudah memberikan gambaran lokasi alternatif yang dapat dijadikan area pemukiman yang aman tapi juga tidak jauh dari mata pencaharian masyarakat, karena seperti kita ketahui, sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah nelayan," kata Gubernur Ridho.

    Sementara itu untuk lokasi lain seperti pulau sebuku, sebesi dan pulau lainnya, Gubernur Ridho menyatakan Pemprov Lampung telah mendistribusi bantuan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Polair. Adapun bantuan yang disalurkan berupa makanan dan minuman, obat-obatan, selimut dan logistik lainnya yang diperlukan masyarakat setempat.

    The post Pasca-Tsunami Selat Sunda, Pemerintah akan Bangun Kembali Rumah Warga yang Hancur appeared first on Teras Lampung.

  • Zainal Asikin | Teraslampung.com

    KALIANDA -- Empat menteri kabinet kerja Presiden Jokowi Widodo, mengunjungi korban bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi di wilayah pesisir Lampung Selatan, Selasa, 25 Desember 2018.

    Keempat menteri itu adalah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, Menteri Sosial (Mensos), Agus Gumiwang Karta Sasmita, Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Men PUPR), Basuki Hadimuljono.

    Rombongan menteri kabinet kerja Jokowi tersebut, datang dengan menggunakan helikopter. Usai mendarat, rombongan para menteri melanjutkan perjalanannya dengan mobil bertolak ke wilayah yang terkena dampak paling parah gelombang tsunami yakni di Desa Way Muli dan Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

    Ikut bersama rombongan menteri tersebut, Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto, Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto dan Kapolres Lampung Selatan, AKBP M. Syarhan.

    Rombongan para menteri juga mengunjungi posko pengungsian para korban dan posko tanggap darurat yang ada di Desa Way Muli.

    [caption id="attachment_124631" align="aligncenter" width="640"] Mneteri Puan Mahaani di Way Muli, Lampung Selatan,Selasa,25 Desember 2018.[/caption]

    Dalam kunjungannya itu, Puan Maharani sempat berbincang-bincang dengan korban dan menyerahkan bantuan berupa uang secara simbolis kepada empat orang korban yang terkena dampak bencana gelombang tsunami.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani mengatakan, sementara ini, pemerintah masih menunggu data dan masukan dari pemerintah daerah mengenai sarana dan prasarana yang rusak.

    Menurut Menteri Puan, nanti Kementerian PUPR akan membantu rumah yang rusak berat dan sudah tervalidasi. Tidak hanya itu saja, nanti kita akan membuat peta tata ruang apakah korban bencana tsunami yang rumahnya rusak perlu di bangun kembali di tempat itu atau direlokasi.

    “Jadi ini perlu ada pendataan dan masukan dari Pemda setempat, wilayah-wilayah mana yang habis terkena tsunami. Karena hal ini penting, jangan sampai nantinya kita bangun rumah di tempat yang sama di pinggir laur bisa terkena dampak gempa dan tsunami lagi,”ujarnya, Selasa 25 Desember 2018.

    Tapi ini yang paling penting, kata Puan, yakni relokasi penempatan rumah-rumah yang aman dari bencana khususnya yang terletak di pinggiran laut yang ada di wilayah Lampung Selatan ini. Selain itu juga, pemerintah akan memberikan santunan kepada ahli waris untuk korban yang meninggal.

    “Untuk santunan yang diberikan, satu orang Rp 15 juta. Saat ini, kita masih mendata berapa orang yang meninggal dan berhak mendapatkan santunan untuk ahli warisnya,”ungkapnya.

    Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan langkah tanggap darurat selama satu pekan, dan langkah ini bisa diperpanjang setelah satu pekan dijalankan.

    “Kementerian sudah turun langsung ke lapangan bersinergi dengan pemerintah daerah, berkaitan dengan pengungsi dan terkait dengan hal-hal bencana agar dapat segera ditanggulangi,”tukasnya.

    Setelah menijau posko tanggap darurat, keempat menteri tersebut langsung meninjau ke lokasi yang terkena dampak paling parah akibat gelombang tsunami yang terjadi pada Sabtu 22 Desember 2018 malam lalu.

    The post Empat Menteri Kunjungi Korban Tsunami di Lamsel, Ini yang akan Dilakukan Pemerintah appeared first on Teras Lampung.

  • PT KAI Tanjungkarang menyerahkan bantuan untuk korban tsunami di Lampung Selatan,

    TERASLAMPUNG.COM -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Tanjungkarang menyerahkan bantuan sembilan kebutukan pokok (sembako) kepada para korban tsunami di Lampung Selatan, Senin, 24 Desember 2018.

    Bantuan diberikan oleh Manager SDM, Mohamad Soleh mewakili Managemen PT KAI Divre IV Tanjung Karang berupa barang kebutuhan sehari-hari warga tersebut diterima oleh Firdsus B Fadli dari PT BA, koordinator bantuan sekaligus juga sebagai penanggung jawab operasi siaga bencana tsunami Lampung Selatan.

    Bantuan tersebut  berupa kebutuhan sehari-hari seoerti biskuit, handuk, pampers, susu, mie instan dan makanan ringan lainnya.

    "Kami hadir di sini sebagai bentuk kepedulian PT KAI terhadap masyarakat yang sedang dirundung duka karena bencana tsunami yang melanda. Bantuan ini wujud simpati dan empati PT KAI  yang peduli terhadap sesama," kata Sapto Hartoyo, Manager Humas Divre IV Tanjung Karang PT Kereta Api Indonesia (Persero).

    Sapto berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban bencana tsunami.

    Untuk bisa menjangkau seluruh korban tsunami yang ada di wilayah Lampung, PT KAI telah berkoordinasi dengan PT Bukit Asam (PT BA)  yang ditunjuk sebagai koordinator pengumpulan bantuan BUMN.

    The post PT KAI Serahkan Bantuan untuk Korban Tsunami di Lampung Selatan appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM  – Untuk membantu korban bencana tsunami di Pesisir Lampung Selatan, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung  Mukhlis Basri bersama Lesty Putri Utami membangun Posko Penanggulangan Bencana “Balai Perjuangan Rakyat 45” di beberapa titik di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Salah satunya di Desa Banding, Kecamatan Rajabasa.

    “Kita semua wajib peduli membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Gerakan nyata dari kita semua dibutuhkan korban yang terdampak bencana tsunami sebagai bentuk rasa simpati kita” ujar Mukhlis, Selasa (25/12).

    Mukhlis mengakui, penanganan bencana terutama untuk memenuhi kebutuhan makanan dan obat-obatan bukan hanya tanggungjawab pemerintah.

    "Karena ada keterbatasan anggaran, juga karena adanya prosedur yang harus dilalui, maka kita sebagai pribadi akan bergerak lebih cepat," katanya.

    Menurut caleg DPR RI PDI Perjuangan Dapil Lampung 1 ini, posko penanggulangan bencana “Balai Perjuangan Rakyat 45” menyiapkan makanan serta obat-obatan dan ambulans yang bisa dimanfaatkan langsung oleh korban terdampak tsunami

    “Bagi yang membutuhkan bantuan makanan, obat-obatan dan jasa ambulance bisa berkoordinasi dengan petugas posko yang kita buka di beberapa titik di Lampung Selatan,” tambahnya.

    Mukhlis menegaskan pendirian posko ini sebagai bentuk rasa duka yang mendalam atas bencana tsunami Selat Sunda. Di posko ini juga ada petugas yang siap membantu warga yang membutuhkan.

    “Pendirian posko ini dilatarbelakangi duka mendalam kita dan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana dan belum mendapat sentuhan,” terang Mukhlis.

    Hadirnya posko bantuan ini, sambung Mukhlis, sebagai upaya untuk meringankan beban korban yang sedang tertimpa musibah  tsunami Banten dan Lampung beberapa hari yang lalu.

    “Hasil sumbangan yang telah terkumpul akan segera kami salurkan langsung kepada korban bencana di Lampung Selatan,” tegas mantan Bupati Lampung Barat itu.

    Informasi yang dihimpun di posko Balai Perjuangan Rakyat 45 sudah mulai menerima sumbangan untuk korban tsunami. Hingga Selasa Pagi (25/12), tercatat sudah masuk dana tunai sekitar Rp 60 juta.

    "Dana bantuan bisa ditransfer via Bank Mandiri Nomor Rekening: 1140007078705 A/N LESTY PUTRI UTAMI," katanya.

    The post Peduli Korban Tsunami, Mukhlis Basri dan Lesty Putri Utami Buka Posko Bantuan appeared first on Teras Lampung.

  • Tim SAR mengevakuasi korban tsunami di Lampung Selatan,Senin, 24 Desember 2018 (Foto:Basarnas)

    TERASLAMPUNG,COM -- Korban meninggal dunia dan luka-luka akibat terdamak tsunami Selat Sunda terus bertambah. Untuk memudahkan koordinasi evakuasi dan pendataan, Badan SAR Nasional (Basarmas) Lampung mendirikan posko di depan Kantor Bupati Lamsel Kalianda.

    Posko ini berfungsi sebagai pusat pengaduan maupun informasi jika terdapat informasi orang hilang maupun penemuan jenazah yang diduga merupakan korban tsunami.

    Masyarakat bisa datang langsung ataupun menghubungi kontak center dr posko tersebut kpd Andriansyah (0812 1817 4111) atau Fitri (0812 7330 6562). Kami akan mendata apabila ada keluarganya yg belum ditemukan pasca tsunami tsb.

    Sampai Senin sore, 24 Desember 2018 pukul 16.00 WIB Basarnas Lampung berhasil mengevakuasi 26 jenazah yang terdiri dari beberapa tempat penemuan yaitu Alau Alau Resort 5 jenazah, Dermaga Bom 4 jenazah, Dermaga Canti 1 jenazah, Kalianda Bawah 2 jenazah, Betung : 1 jenazah, Kunjir : 1 jenazah, Tanjung Gading : 1 jenazah, Merak Belantung : 1 jenazah, dan Way Muli : 10 jenazah

    Dalam proses evakuasi tersebut dierahkan juga alat berat karena banyak material bangunan yang menimpa dr tubuh jenazah yg ditemukan.

    Basarnas memperkirakan masih banyak korban yg tertimpa oleh rumah yg hancur akibat tsunami.

    Pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dg menggunakan alat berat dan kerja keras tim SAR gabungan yg ikut mendukung operasi ini.

     

    The post Pasca-Tsunami, Basarnas Dirikan Posko di Depan Kantor Bupati Lampung Selatan appeared first on Teras Lampung.