Pendamping Anak P2TP2A Tersangka Pemerkosa Anak di Bawah Umur Kabur
TERASLAMPUNG.COM | 13/07/2020 10:30
Pendamping Anak P2TP2A Tersangka Pemerkosa Anak di Bawah Umur Kabur
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad

Bandarlampung - Tersangka pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang juga pendamping di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur berinsial DA dikabarkan kabur.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, saat dikonfirmasi teraslampung.com tidak memberikan penegasan keterangan mengenai hal tersebut. Ia hanya memberikan jawaban hasil konfirmasi dari Dirreskrimum Polda Lampung, Kombes Pol Muslimin Ahmad.

“Menurut Dirreskrimum, proses penyidikannya masih berjalan. Jadi saya mohon, berikan kesempatan sama penyidik untuk mengungkap kasus tersebut," kata Zahwani Pandra Arsyad melalui pesan WhtasAppnya, Minggu (12/7/2020).

Zahwani Pandra meminta publik untuk memberikan kesempatan kepada tersangka DA dan kerabatnya agar kooperatif untuk mempertanggungjawabkan perbuatan pidana yang terjadi agar perkaranya semakin terang.

Menurut mantan Kapolres Kepulauan Meranti Riau ini, nanti Dirreskrimum akan menyampaikannya secara langsung terkait kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur yang dilakukan tersangka DA oknum pendamping perlindungan anak P2TP2A Lampung Timur.

“Ya doakan saja semoga proses berkas perkaranya cepat, tepat dan akurat," katanya.

Sehingga, tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan tersangka DA dan cepat dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan dapat segera disidangkan.

Pandra menjelaskan, dalam perkara tersebut, pihaknya telah melayangkan surat panggilan terhadap DA sejak ditetapkannya tersangka untuk dilakukan pemeriksaan.

Selain itu juga, sudah dilakukan olah TKP oleh penyidik Subdit IV Renakta Dirkrimum Polda Lampung di Lampung Timur, pada Kamis (9/7/2020) siang lalu.

Dalam olah TKP itu, penyidik menghadirkan korban dan beberapa saksi lainnya dengan disaksikan Dinas PPPA Provinsi Lampung dan LBH Bandarlampung. Selanjutnya, petugas sudah mendatangi kediaman tersangka DA namun rumahnya sudah dalam keadaan kosong.

Ia mengatakan olah TKP telah dilakukan dan hal ini untuk memastikan apa yang disaksikan, dialami, dirasakan dan didengar korban sehingga bisa dijadikan satu konstruksi kejadian yang bisa menjadi salah satu alat bukti. "Mengenai temuan apa saja dalam olah TKP itu, belum bisa disampaikan," jelasnya.

TERASLAMPUNG.COM


BERITA TERKAIT