Pasien Positif Corona di Lampung Dinyatakan Sembuh Tapi Meninggal dalam Perjalanan Pulang, Mengapa?
TERASLAMPUNG.COM | 13/05/2020 16:15
Pasien Positif Corona di Lampung Dinyatakan Sembuh Tapi Meninggal dalam Perjalanan Pulang, Mengapa?

TERASLAMPUNG.COM — Sejak kemarin (10/5/2020) beredar kabar tentang meninggalnya seorang pasien positif Covid-19, warga Lampung Selatan, yang sudah dinyatakan sembuh. Pasien tersebut meninggal saat dalam perjalanan pulang setelah menjalani perawatan di ruang isolasi sebuah rumah sakit di Lampung.

Terkait hal itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Lampung, Reihana, mengatakan pasien tersebut meninggal bukan karena Covid-19, tetapi karena penyakit penyerta. “Pasien ini memang memiliki beberapa penyerta. Meninggalnya bukan karena Covid-19,” kata Reihana.

Menurut Reihana, pada Minggu, 10 Mei 2020, pasien nomor 50 itu diperbolehkan pulang dan dinyatakan sembuh dari covid-19 oleh rumah sakit.

“Hal itu  berdasarkan hasil pemeriksaan swab Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang dengan hasil negatif dua kali,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lamsel itu.

Sebelumnya dikabarkan seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 nomor 06 di Lampung Selatan atau pasien nomor 50 di Lampung yang sudah dinyatakan sembuh pada Minggu (10/05/2020), tetapi ia meninggal dunia dalam perjalanan pulang pada pukul 21.00 WIB.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Selatan, Jimmy Banggas Hutapea, mengatakan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia dalam perjalanan setelah dinyatakan sembuh adalah N, laki-laki, 63 tahun,warga Desa Sidodadi Asri, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan. Dalam catatan Gugus Tugas Lampung, pasien tersebut tercatat sebagai pasien positif Covid-19 nomor 50.

N dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung sejak 22 April 2020. Ia sebenarnya tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah merah Covid-19.

Pada Januari 2020 ia jatuh terduduk saat berkebun. Pasien pernah diurut tetapi tidak ada perubahan. Pada Februari ia kembali jatuh sehingga ia tidak bisa beraktivitas, bahkan BAB harus di tempat tidur.

Pada Maret 2020 ia berobat di RS di Lampung Selatan. Diagnosis dokter: retak tulang punggung dan pengeroposan tulang. Pada 22 April 2020 pasien dirawat di RS swasta di Bandarlampung dengan keluhan batuk kering, demam, dan ada pnemunia. Pada 24 April dilakukan rapid test. Hasilnya negatif. Selanjutnya dilakukan Swab. Pada 29 April 2020 hasil swabnya positif. Saat ini ia masih dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung.

TERASLAMPUNG.COM


BERITA TERKAIT