Sebaran Corona Klaster Temboro Sampai Lampung dan Mancanegara, Di Manakah Temboro itu?
TERASLAMPUNG.COM | 12/05/2020 16:15
Sebaran Corona Klaster Temboro Sampai Lampung dan Mancanegara, Di Manakah Temboro itu?

TERASLAMPUNG.COM — Hingga akhir April 2020, warga Lampung belum akrab dengan istilah klaster Temboro., padahal sejak 27 April lalu sudah ada warga Lampung yang mondok di pondok pesantren di Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur positif Covid-19 dan isolasi di pondok.

BACA: Update Corona di Lampung: Klaster Temboro Langsung “Hits”, Ini Peta Sebarannya

Masyarakat Lampung baru mulai mengenal klaster Temboro setelah Kepala Dinas Kesehatan Lampung yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana, merilis penambahan 8 pasien baru Covid-19 di Lampung pada Rabu petang (6/5/2020).

Beberapa pasien baru tersebut ada yang punya riwayat perjalanan baru pulang dari Pondok Pesantren Al Fatah di Desa Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Klaster Temboro pun menjadi klaster baru sumber penyebaran corona di Lampung. Klaster ini tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, terutama daerah tempat asal para santri yang dipulangkan dari Ponpes Al Fatah Temboro pada pekan ketiga bulan April 2020.

Belum ada kepastian berapa jumlah santri Ponpes Temboro yang berasal dari Lampung dan pulang ke kampung halamannya. Yang pasti, data Dinas Kesehatan Lampung menyebutkan saat ini ada tujuh pasien positif corona di Lampung berasal dari klaster Temboro.

Secara nasional klaster Temboro sudah muncul sejak pekan ketiga April 2020. Yaitu, ketika ada sejumlah santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah di Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, positif terjangkit virus corona atau Covid-19.

Pada 20 April 2020 Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magetan pun menyebutkan Temboro menjadi klaster penyebaran virus corona. Tidak hanya para santri yang masih mondok yang terinfeksi Covid-19, klaster ini juga menyebabkan 43 mahasiswa Malaysia yang baru pulang dari ponpes tersebut positif corona.

BACA: Update Corona Lampung: ODP Turun Drastis, Klaster Bertambah

Sebanyak 22.467 santri Pondok Pesantren Al Fatah di Desa Temboro, Magetan, dipulangkan pada 6 April 2020. Dari semua santri, ada yang berasal dari 16 negara dan ikut dipulangkan.

Adapun 16 negara tujuan santri dari Pondok Pesantren Al Fatah Desa Temboro adalah Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Australia, Somalia, Kamboja, Brunei Darussalam, Papua Nugini, Timor Leste, Bangladesh, dan Suriname.

Puluhan ribu santri itu terpaksa dipulangkan sebelum bulan Ramadan Biasanya para santri di ponpes tersebut dipulangkan saat Ramadan tiba. Banyak di antara para santri itu juga pulang ke kampung halamannnya di Lampung.

Bupati Magetan, Suprawoto, mengatakan saat santri Ponpes Al Fatah Temboro dipulangkan, pihaknya tidak punya alat rapid test.

“Ini begini, kita waktu pemulangan santri itu kan alat rapid test sangat terbatas,” terangnya.

Selain klaster Temboro, klaster terbanyak penyumbang kasus corona di Indonesia adalah klaster Ijtima Ulama Gowa di Sulawesi Selatan yang digelar pertengahan Maret 2020 lalu dan klaster Jakarta.

Santri Temboro Terpapar Corona

Pada 27 April 2020 sedikitnya ada  16 santri Ponpes Al-Fatah Temboro dinyatakan positif terpapar COVID-19. Mereka secara fisik sehat alias orang tanpa gejala (OTG), tetapi mereka mengidap virus corona. Mereka kemudian menjalani isolasi atau perawatan di komplek ponpes setempat yang disediakan khusus bagi para santri tersebut.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magetan Saif Muchlissun mengatakan, belasan santri Ponpes Temboro yang positif Covid-19 tersebut tidak dirawat di rumah sakit, karena semuanya dalam kondisi sehat atau masuk dalam kategori OTG.

“Meski dalam kondisi OTG, di ruang isolasi belasan santri tersebut tetap mendapat pengawasan ketat dari petugas medis,” ujar Saif Muchlissun, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Magetan,  Senin, 27 April 2020, dilansir liputan6.com.

Dari 16 santri Ponpes Temboro yang diisolasi tersebut, kata Muchlis,  sebanyak sembilan orang di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) dan sisanya WNI dari sejumlah daerah di Tanah Air.

Perinciannya: delapan orang warga negara Malaysia dan satu orang dari Thailand. Sedangkan sisanya dari Magetan, Lampung, Lombok, Kendari, Makassar, dan Temanggung.

TERASLAMPUNG.COM


BERITA TERKAIT