Gaji Macet Ketua RT di Lampung Utara Sejak Januari 2020, Termakan Janji Politik?
TERASLAMPUNG.COM | 07/04/2020 14:21
Gaji Macet Ketua RT di Lampung Utara Sejak Januari 2020, Termakan Janji Politik?

Kotabumi--‎Gaji Ketua RT atau Ketua LK di Lampung Utara kembali macet di tahun 2020 ini. Macetnya gaji dari para ujung tombak pemerintah ini terjadi sejak Januari hingga April ini.

“Karena sudah empat bulan lamanya kami belum dibayar gajinya, mbok ya dikeluarkanlah,” kata Ketua RT 2/LK 4, Kelurahan Gapura, Kotabumi, Indra Kesuma, Senin (6/4/2020).

Meski gaji itu tergolong tidak seberapa oleh sebagian orang, namun gaji itu dapat sedikit membantu untuk membuat dapur mereka tetap ngebul. Terlebih saat perekonomian yang cukup sulit ini akibat imbas dari COVID-19.

“Walau jumlahnya cuma Rp 400 ribu, tapi itu sedikit meringankan beban kami di tengah lesunya perekonomian seperti saat ini,” kata dia.

Indra menyampaikan, mestinya kondisi seperti ini tidak lagi terulang di tahun ini jika saja pihak Pemkab Lampung Utara mau belajar dari pengalaman tahun – tahun sebelumnya.

Sayangnya, ‎menurut Indra, Pemkab Lampung Utara terkesan menyepelekan persoalan ini. Alhasil, persoalan ini selalu terjadi tiap tahunnya. Dalam satu tahun, tidak pernah ia dan koleganya menerima gaji selama satu tahun.

“Tiap tahun lalu selalu saja menunggak pembayarannya. Mestinya, hal ini tidak terus terjadi kalau saja mereka benar – benar piawai dalam mengelola anggaran,” paparnya.

Di samping menyoroti persoalan gaji, Indra juga meminta pihak pemkab untuk segera merealisasikan janji kenaikan gaji mereka sebesar Rp1 juta. Atau paling tidak untuk sementara waktu, besaran gaji mereka sama dengan RT – RT yang ada di desa.

“‎Kalau memang belum bisa naik jadi Rp1 juta, minimal gaji kami sama dengan RT di desa. Kabarnya, gaji mereka mencapai Rp700 ribu/bulan,” kata dia.

Di tempat berbeda, Ketua RT 4/LK 2, Kotabumi Pasar, Kotabumi, Wardana juga menyampaikan hal yang serupa. Ia meminta pihak pemkab segera menyalurkan gaji mereka melalui kelurahan – kelurahan dan menyuarakan kenaikan gaji seperti yang dijanjikan.

“Kenaikan gaji itu kan janji politik dari pak Agung dan pak Budi. Enggak salah dong, kami menagih janji,” ujarnya.

Tiap tahunnya, para Ketua RT/LK tidak selalu mulus menerima gaji. Gaji mereka selalu saja menunggak dan dibayarkan di tahun berikutnya. Seperti di tahun 2019‎ lalu, mereka hanya menerima gaji untuk empat bulan. Delapan bulan sisanya baru dibayarkan di tahun 2020 ini.

TERASLAMPUNG.COM


BERITA TERKAIT