Mahasiswa Unila Meninggal Saat Diksar, Berikut Kronologinya....
TERASLAMPUNG.COM | 01/10/2019 16:21
Mahasiswa Unila Meninggal Saat Diksar, Berikut Kronologinya....

TERASLAMPUNG.COM — Pihak kepolisian dari Polres Pesawaran dan Polda Lampung masih menyelidiki penyebab kematian Aga Trias Tahta, mahasiswa Fisip Unila jurusan Sosiologi angkatan 2019. Mahasiswa asal Pringsewu itu meninggal dunia ketika mengikuti pendidikan dasar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Cakrawala, di Desa Cikoak, Kecamatan Padangcermin, Kabupaten Pesawaran, Minggu, 29 September 2019.

Menurut Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Polres Pesawaran menerima laporan dari C.Geni Dewantara, kakak kandung Aga Trias Tahta bahwa Aga meninggal dunia pada saat sedang mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar UKM Cakrawala Fisip Unila pada 25 September  2019 hingga 29 September di Turbin Dusun Cikoak, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Telukpandan, Kabupaten Pesawaran.

BACA: Sebelum Meninggal di Acara Diksar, Mahasiswa Unila Ini Dua Kali Pingsan

Geni Dewantara mengaku pihak keluarga baru mengetahui atau diberitahu oleh pihak rumah sakit bahwa Aga Trias Tahta telah meninggal dunia yaitu pada hari Minggu (29 September 2019) sekitar pukul 14.00 WIB setelah datang ke RS Bumi Waras, Bandarlampung.

“Anggota Satreskrim Polres Pesawaran datang ke rumah duka untuk melakukan interogasi terhadap keluarga korban dan senior dari FISIP Unila yang ikut pelaksanaan diksar dan mengantar ke RS Bumi Waras,” kata Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Senin, 30 September 2019.

Berdasarkan keterangan para senior Fisip Unila yang ikur diksar, diketahui bahwa pada hari Kamis siang tanggal 26 Sept 2019, Aga Trias Tahta terpeleset dan terjatuh ke jurang sedalam 15 meter. “Selanjutnya dilakukan evakuasi oleh senior dan rekan Aga Trias Tahta. Selanjutnya Aga Trias Tahta masih diminta mengikuti kegiatan diksar sampai hari minggu tanggal 29 September 2019,” katanya.

Pada Minggu sekitar pukul 10 WIB Aga mengeluhkan sakit sehingga dibawa ke RS Bumi Waras, Bandarlampung. “Sebelum sampai di RS Bumi Waras, Aga sudah meninggal dunia. 

Pihak keluarga menolak untuk di lakukan otopsi. Jenazah sudah dimakamkan,” kata Zalwani.

Zalwani mengatakan, selain Aga ada korban lain yaitu mahasiswa bernama Aldi yang mengalami penganiayaan dan sedang dirawat di RS Bhayangkara Bandarlampung.

TERASLAMPUNG.COM


BERITA TERKAIT