Korban Salah Tangkap Kasus Perampokan, Gugat Kepolisian dan Kejaksaan Rp 322 Juta
TERASLAMPUNG.COM | 17/06/2019 08:30
Korban Salah Tangkap Kasus Perampokan, Gugat Kepolisian dan Kejaksaan Rp 322 Juta
Suasana sidang pra peradilan korbam salah tangkap

Kotabumi–Oman Abdurohman (51), korban salah tangkap, akhirnya menggugat kerugian materil dan nonmateril sebesar Rp322 juta kepada pihak kepolisian dan Kejaksaan Negeru Lampung Utara. Gugatan itu diajukan Oman setelah PN Kotabumi, PT Tanjungkarang, dan Mahkamah Agung menyatakan Oman tidak bersalah dan dibebaskan dari tuntutan yang disangkakan padanya.

Gugatan yang dilakukan oleh warga Kampung Sangereng, Dusun Telaga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten diajukannya di Pengadilan Negeri Kotabumi.

BACA: Komplotan Pencuri Motor Asal Lampung Timur Diringkus, Satu Tewas Ditembak

Sebelumnya Oman ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus perampokan di rumah Budi Yuswo Santoso alias Haji Nanang di Dusun V dorowati, Desa Penagan Ratu, Abung Timur, Lampung Utara, pada 22 Agustus 2017. Pengurus masjid yang sempat mengalami luka tembak di kakinya itu terpaksa harus menghabiskan 10 bulan waktunya di dalam bui sebelum dinyatakan bebas dan tidak bersalah.

Besaran gugatan kerugian ini terungkap dalam sidang perdana Pra Peradilan yang digelar di PN Kotabumi dengan hakim tunggal Imam Munandar, Selasa (11/6/2019).

Kuasa hukum oman, M. Idran Fran bersama timnya menyerahkan permohonan pra peradilan ganti rugi tersebut kepada Majelis Hakim serta kepada termohon I (kepolisian) dan termohon II (kejaksaan). Atas adanya permohonan tersebut, termohon I dan termohon II berencana akan memberikan jawaban pada sidang berikutnya.

“Kami meminta agar hakim menyatakan bahwa Termohon I telah salah tangkap, dan salah tahan terhadap diri Pemohon (Oman). Selain itu, bahwa Temohon II telah salah tahan, salah adili dan salah tuntut, terhadap diri Pemohon.

Selanjutnya, termohon I dan termohon II membayar uang sebesar kerugiannya Nyata/Material dan Immaterial atas diri Pemohon (Oman) sebesar Rp 322 juta,” ujar M Idran Fran usai menjalani persidangan.

“Apabila Hakim Pengadilan Negeri Kotabumi berpendapat lain, Pemohon mohon kiranya memberikan putusan berupa penetapan, yang menurut Pengadilan dalam peradilan yang baik adalah patut dan seadil-adilnya (ex aequo et bono),” kata dia lagi.

Terpisah, menanggapi adanya gugatan tersebut Ipda Edwin yang mewakili termohon I enggan memberikan keterangan kepada awak media. “Saya Silahkan saja temui bagian humas (Polres Lampura),” kata dia.

Reaksi serupa juga diperlihatkan oleh Dian yang mewakili termohon II. Ia menyarankan agar menghubungi pejabat berwenang di kejaksaan.

BACA: Pajero Vs Datsun, Semua Pengendara Selamat tapi Kendaraan Ringsek

“Kalau ingin informasi, silahkan temui Kasi Intel atau Kasi Pidum (Kejaksaan), karena kami tidak punya wewenang,” tuturnya.

Selanjutnya, sidang lanjutan akan digelar besok dengan agenda mendengarkan jawaban atas permohonan yang diajukan pemohon.


BERITA TERKAIT