Keluarga Korban Kasus Talangsari Hingga Kini Tak Mendapat Listrik dan Pendidikan
TERASLAMPUNG.COM | 12/02/2019 08:20
Keluarga Korban Kasus Talangsari Hingga Kini Tak Mendapat Listrik dan Pendidikan
Jurnalis investigasi asal Amerika Allan Nairn menceritakan pengalamannya melakukan wawancara denga Hendro Priyono.

TERASLAMPUNG.COM — Direktur LBH Bandarlampung Chandra Muliawan menegaskan perintah Provinsi Lampung dan Pemkab Lamtin belum serius dalam memberdayakan korban dan keluarga korban Talangsari.

“Kalau pemerintah serius banyak yang bisa dikerjakan oleh pemkab dan pemprov untuk memberdayan korban dan keluarga korban Talangsari yang hingga kini belum mendapat listrik serta pendikan yang layak,” ungkapnya dalam Diskusi Publik 30 Tahun Tragedi Talangsari Jumat siang (8/2) di kantor LBH.

Menurutnya dari pengakuan anak korban Talangsari Ujang yang mengatakan hingga kini kampungnya tiang listrik tidak ada serta sulitnya mereka memperoleh pendidikan suatu bukti dimana pemerintah belum hadir.

BACA JUGA:

“Untuk pemenuhan hak ekonomi, sosial dan budaya warga Talangsari pemprov dan pemkab bisa mengatasinya, ini juga sebagai bukti ucapan gubernur bahwa Lampung daerah ramah HAM,” tegasnya.

Menanggapi keinginan Direktur LBH itu staf ahli gubernur bidang hukum dan HAM Fahrizal Darminto mengatakan akan melakukan kordinasi dengan Pemkab Lampung Timur untuk persoalan listrik, sekolah dan air bersih di Talangsari.

“Kami merasa prihatin atas pengakuan korban Talangsari dan yang bisa dilakukan oleh pemprov akan fokus dibidang pelayanan publik seperti jalan, sekolah juga trauma healing,” ujarnya.

BACA JUGA:

Sementara itu jurnalis investigasi dari Amerika yang hadir di acara diskusi tersebut Allan Nairn menceritakan hasil wawancaranya dengan Hendro Priyono (Mantan Danrem Garuda Hitam) Lampung.

Menurutnya Hendro siap dibawa ke Pengadilan HAM jika bukti-bukti cukup serta saksi-saksi yang kompeten.

Baca cerita Allan Nairn soal pengakuan Hendropriyono di TERASLAMPUNG.COM

Dandy Ibrahim


BERITA TERKAIT