Desa Sidorejo Jadi Desa Investor Bursa Efek Indonesia
TERASLAMPUNG.COM | 08/01/2019 13:10
Desa Sidorejo Jadi Desa Investor Bursa Efek Indonesia
Kepala Desa (Kades) Sidorejo, Tommy Yulianto

LAMPUNG SELATAN — Desa Sidorejo di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan kini tercatat sebagai Desa Nabung Saham (DNS) pertama di Lampung atau kedua di Indonesia, Sebagai DNS, Desa Sidorejo memiliki Galeri Investasi Desa di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Menurut Kepala Desa (Kades) Sidorejo, Tommy Yulianto,edukasi pasar modal di Program Desa Nabung Saham (DNS) ini, sudah dimulai pada Februari 2018 lalu dan hingga berjalan sekarang ini.


Tommy mengaku, untuk ikut program menabung saham, masyarakat tidak perlu harus repot-repot lagi datang ke Kota seperti Jakarta.


“Masyarakat cukup mendaftarkan diri dengan datang ke Galeri Investasi Desa Bursa Efek Indonesia (BEI) di Kantor Desa Sidorejo, dengan membawa KTP, KK, NPWP dan buku rekening. Setelah itu, mengisi formulir pendaftaran dan menyiapkan uang sebagai modal awal minimal Rp 100 ribu,” katanya.


Untuk mengetahui prosesnya, warga akan diberikan pelatihan oleh tim inovator desa selama satu bulan. Kalau sudah paham, baru akan dibuatkan akunnya dan dibukakan rekening saham (RDN), deposit atas nama sendiri agar bisa login ke aplikasinya,”ungkapnya.


BACA:Sidorejo, Desa Nabung Saham Pertama di Lampung


Di Desa Sidorejo ada  2.300 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa 12.000. Dari belasan ribu penduduk itu, setidaknya saat ini ada 400 orang yang sudah ikut dalam progaram edukasi pasar modal “Desa Nabung saham” dengan mendaftar sebagai investor saham. Mereka sudah melakukan transaksi di pasar modal nabung saham tersebut.


Tomy  berharap  program “Desa Nabung Saham” bisa dikenal lagi secara luas di masyarakat. Untuk itu,  ia bersama tim akan kembali memberikan sosialisasi edukasi pasar modal kepada masyarakat mengenai “saham”. Tujuannya, untuk menghindari agar masyarakat tidak terkena dampak penipuan investasi bodong yang meresahkan.


“Bagi masyarakat yang ingin tahu mengenai saham, silahkan bisa datang langsung ke Galeri Investasi Desa Bursa Efek Indonesia (BEI) di Kantor Desa Sidorejo,”terangnya.


Diakuinya, pada bulan Juni 2018 lalu, dirinya mendapatkan deviden senilai Rp 2,6 juta dari perusahaan yang sudah IPO. Menurutnya, nominal tersebut sebuah nilai yang cukup besar untuk warga desa khususnya.


“Saya tahunya kalau dapat deviden itu, setelah ada email pemberitahuan yang masuk ke ponsel saya,”ucapnya.


Selengkapnya BACA di TERASLAMPUNG.COM


BERITA TERKAIT