Pasca-Tsunami, Warga di Pesisir Lampung Selatan akan Direlokasi
TERASLAMPUNG.COM | 25/12/2018 12:17

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama menteri lainnya saat mengunjungi Desa Way Muli, Lampung Selatan. Selasa, 25 Desember 2018.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan,  pemerintah berencana merelokasi warga di pesisir Lampung Selatan khususnya yang tinggal dekat pantai yakni di Desa Way Muli, Kunjir, dan PPI Bom yang rumahnya habis diterjang gelombang tsunami yang terjadi pada Sabtu 22 Desember 2018 malam lalu.

“Fasilitas sosial dan fasilitas umum tidak terlalu banyak yang rusak, dan saat ini kan masih dalam proses pembersihan. Saat ini yang kita pikirkan, yakni bagaimana membangun kembali rumah-rumah warga yang hancur dan pemerintah akan membantu dalam hal ini,” kata Menteri Basuki Hadimuljono saat ditemui di Desa Way Muli Timur, Selasa. 25 Desember 2018.

Mengenai pembangunan kembali rumah warga, kata Basuki, akan dicarikan lokasi untuk relokasi yang aman dari bencana.

Menurutnya, hal ini dilakukan agar kejadian terjangan gelombang tsunami yang sudah memporak-porandakan rumah warga di beberapa desa di kawasan pesisir pantai Lampung Selatan tidak terulang kembali.

“Ya bisa saja, ancaman gelombang tsunami kedepan masih bisa terjadi. Tapi yang jelas, kita akan upayakan relokasi tidak mengancam keselamatan warga,”ungkapnya.

Basuki mengutarakan, dalam hal ini pemerintah melauli Kementerian PUPR, akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan akan berbicara dengan masyarakat yang tinggal di pinggir pesisir pantai terkait dengan rencana relokasi ke tempat yang lebih aman.

“Mengenai relokasi, pastinya kita akan carikan lokasinya yang juga dekat dengan tempat mata pencarian warga dan gak mungkin jauh. Yang jelas, lokasinya aman dari kemungkinan terjadinya kembali terjangan gelombang tsunami,”terangnya.

The post Pasca-Tsunami, Warga di Pesisir Lampung Selatan akan Direlokasi appeared first on Teras Lampung.