Hendak Dipertemukan Keluarga, Pasien RSUD Kota Banjar Kabur
KABARPRIANGAN.CO.ID | 06/09/2018 11:20
Hendak Dipertemukan Keluarga, Pasien RSUD Kota Banjar Kabur
RSUD Kota Banjar

BANJAR, (KAPOL).- Pasien RSUD Kota Banjar yang mengalami gangguan mental atau kejiwaan, di ruang Tanjung berinisial NA, (22), warga Desa Karang Pari, Rancah, Kab. Ciamis, kabur, Rabu, (05/09/2018).

Kasubag Hukum, Publikasi dan Informasi, Muntiati Sri Handani, SP, M.Kes menuturkan kronologisnya.

“NA, masuk ke ruang Tanjung via Poli Klinik Psikiatri pada 23 Agustus 2018, pukul 11. 42, dan kronologis hilangnya pasien tersebut, saat itu pukul 07.00 WIB, pasien dikeluarkan dari kamar perawatan untuk terapi aktivitas, di sana pasien mandi, ganti baju, mencuci alat makan dan membuat sarapan, pada saat itu pasien masih ada. Namun pukul 07.40, pasien sudah tidak ada di ruangan,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Sebelum hilangnya pasien rumah sakit jiwa itu, NA sempat diajak berbincang bincang dengan Dokter yang ditemani perawat, namun setelah itu, selang beberapa menit, ketika hendak diberikan therapi obat, perawat yang sedang jaga ditempat tersebut tidak menemukan NA, yang kemudian disisir ke jalan-jalan di Kota Banjar.

“Pasien kami keluarkan dari ruangan tersebut karena kondisinya sudah membaik, sudah nyambung berbicara juga, namun penyampaian bahasanya kondisi pasien sedikit gagap,” jelas Pelaksana Perawatan di ruang Tanjung RSUD Banjar,
Edeh Hernawati, S.Kep.Ners.

Ruangan Tanjung berisi 6 kamar itu berisi 4 pasien yang memiliki gangguan jiwa saat itu.

“Ada empat orang yang mengisi ruangan tanjung tersebut, ada yang di ruangan isolasi ada juga yang dalam ruangan penyembuhan, termasuk NA yang sudah mulai membaik, dan rencananya NA akan kami pertemukan dengan keluarganya, namun ternyata dia melarikan diri, padahal 1 mingguan lagi jika kondisinya stabil akan kami pulangkan,” tambah Edeh.

NA yang kala itu melarikan diri dan membuat panik pihak RSUD Kota Banjar, setelah melihat hasil rekaman CCTV dan mencari ke sana ke mari namun tidak ditemukan, akhirnya pihak RSUD menelpon keluarga, mau memberitahukan jika NA hilang, namun alhasil NA yang sedang dicari tersebut sudah ada di rumahnya.

“Kata keluarganya, dia ke sana naik ojek, dan memang biasa suka mempergunakan alat transportasi roda dua, pasien tersebut,” katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut, pihak RSUD akan menambah kewaspadaan terhadap para pasien, dan menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang kejadian serupa. (Agus Berrie)***

KABARPRIANGAN.CO.ID


BERITA TERKAIT