Orang Jakarta Ribut Fintech, Orang Banjar Masih Berjuang Melawan Rentenir
KABARPRIANGAN.CO.ID | 03/07/2018 15:00
Orang Jakarta Ribut Fintech, Orang Banjar Masih Berjuang Melawan Rentenir
Gerakan Banjar Bebas Rentenir (Gebber) menggelar “Orientasi Pembinaan dan Pembantuan Korban Rentenir”

BANJAR, (KAPOL).- Gerakan Banjar Bebas Rentenir (Gebber) menggelar “Orientasi Pembinaan dan Pembantuan Korban Rentenir” di Gedung Dakwah Banjar, selama dua hari, mulai Senin (2-3/7/2018). Hadir seratusan korban rentenir se-Kota Banjar.

“Orientasi pembinaan korban rentenir ini untuk menyiapkan mental para korban praktek rentenir, supaya tak terjerumus dan berulang-ulang pinjam uang ke rentenir,” ujar Ketua Tim Kerja Gebber, Bubung Lukman Hakim

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Kota Banjar, H. Edi Herdianto, S.Sos, M.Si, mendukung segera diterbitkan Perda Kota Banjar tentang Larangan Praktek Rentenir di Kota Banjar.

“Dipastikan Pemkot Banjar mendukung Banjar bersih praktek rentenir. Kuningan saja berhasil. Korban rentenir kian memprihatinkan, ada diantaranya warga yang rumahnya disita rentenir. Solusi terbaiknya, harus dibuatkan perda,” ucap H.Edi kepada “KAPOL”.

Perwakilan Baznas Kota Banjar, Ustdaz. H.Mahpud Sidik, menyatakan, pemimjam uang ke rentenir dan pelaku yang meminjamkan (rentenir) itu sama-sama berbuat dosa, termasuk perbuatan riba.

“Riba menimbulkan malapetaka yang meluas. Jika praktek rentenir tak berhasil dibersihkan di Kota Banjar, azab Allah berimbas kepada semua orang di Banjar,” ucap H.Mahpud Sidik saat dihadapan korban rentenir.

Pembina Quantum Spirit Tasik Asatidz DPU Daarut Tauhid sekaligus Trainer Ikatan Dai Indonesia, Acep Taufik Ismail, mengatakan, pinjam uang ke rentenir riba dan diharamkan.

Baca juga: Budidaya Udang Vanamei Bisa Untung Ratusan Juta Rupiah Sekali Panen

“Haram sama dengan memakan daging babi. Supaya hidup berkah, jauhilah perbuatan riba. Karena, riba merupakan dosa yang membinasakan,” ujar Acep.

Dijelaskan dia, daging babi terkenal banyak yang mengandung cacing pita dan membahayakan kesehatan.

Cacing pita dari perbuatan riba, pinjam uang ke rentenir itu menimbulkan hidup tidak berkah, merusak pikiran dan perkembangan otak anak.

“Saatnya, berhenti riba dan tak mengambil yang baru lagi ke rentenir. Tobat dan perbanyak istigfar, supaya imbas riba tak meluas di Kota Banjar. Melalui metode amputasi, rawat inap, rawat jalan dan sedekah,” kata Acep, trainer Wise and Excellent Bandung. (D.Iwan)

KABARPRIANGAN.CO.ID


BERITA TERKAIT