Marak Ikan, Cara Menangkap Ikan di Sungai Citanduy ala Handapherang
KABARPRIANGAN.CO.ID | 23/06/2018 14:20
Marak Ikan, Cara Menangkap Ikan di Sungai Citanduy ala Handapherang

CIJEUNGJING, (KAPOL).- Warga Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis, hingga saat ini masih melestarikan tradisi “marak ikan” di sungai Citanduy. Tapi mungkin ini menjadi marak ikan terakhir.

Marak (bahasa sunda, bukan Indonesia) adalah cara warga menangkap ikan dengan membendung sebagian aliran air sungai, biasanya di musim kemarau, ketika airnya mulai kering. Ikan ditangkap dengan kedua tangan langsung--doisebut ngobeng atau ngagogo.

Anas, tokoh pemuda Dusun Guha, Desa Handapherang, yang wilayahnya dibelah Citanduy, mengatakan tradisi marak ikan di sungai Citanduy sudah turun temurun.

Lainnya: Enam Item Logistik Pilgub Jabar Belum Diterima KPU Kab. Tasik

Marak, kata Anas, merupakan bentuk kearifan lokal warga Handapherang dalam menjaga ekosistem lingkungan Citanduy. “Sekarang banyak kan yang menangkap ikan dengan bahan portas dan merusak habitat ikan di sungai. Warga di sini tidak suka cara itu, lebih baik dengan cara yang alami agar tidak merusak lingkungan,” ujarnya Jumat (22/6/2018).

Bagi yang hobi ngobeng, acara “marak” tidak akan terlewatkan.

Pada liburan lebaran kemarin saja, hampir tiap hari masyarakat Handapherang turun ke Citanduy untuk marak ikan. Warga melakukannya sembari makan liwet dan menikmati keindahan proyek bendungan Leuwi Keris yang kini sedang dalam tahap pembangunan.

“Banyak orang Handapherang yang mudik, jadi sekalian liburan nangkap ikan di sungai Citanduy,” katanya.

Ikan yang ditangkap bervariasi. Ada ikan bebeong, nilem, balar, hampal, dan lainya.

Acara “marak” kali ini bisa dianggap sebagai "Marak Perpisahan," dilakukan sebelum sungai Citanduy dibendung Bendungan Leuwi Keris. Soalnya, tahun depan, pembangunan fisik bendungan sudah dimulai dan warga tidak mungkin lagi memarak ikan di wilayah biasanya.

“Mungkin kegiatan marak ini nanti akan hilang, karena sungai Citanduy sudah jadi bendungan,” kata Anas.

Warga lainnya, Heri Semur, mengatakan ia sejak kecil hobi ngobeng di Citanduy. Karena itu, baginya tidak ada masalah apakah ia dapat ikan banyak atau tidak ketika ikut marak ikan. “Ini hiburan murah meriah, tinggal turun saja tidak usah ke luar kota,” katanya. (Jujang)***


BERITA TERKAIT