Perang Melawan Rentenir Berlanjut, 70 Korban Minta Perlindungan Karena Berutang Rp 100 Ribu-1 Juta
KABARPRIANGAN.CO.ID | 23/06/2018 09:20
Perang Melawan Rentenir Berlanjut,  70 Korban Minta Perlindungan Karena Berutang Rp 100 Ribu-1 Juta

BANJAR, (KAPOL).- Sebanyak 70 korban praktek rentenir di wilayah Kelurahan/Kecamatan Purwaharja mengadu dan meminta perlindungan ke Posko Pengaduan Gerakan Banjar Bebas Rentenir (Gebber) “Karangtaruna” di Jalan Brigjen M Isa, Jumat (22/6/2018). “Saat ini, masih tahap pemberkasan pengaduan dan wawancara korban rentenir. Selanjutnya akan dilakukan survey ke rumah-rumah korban sesuai data yang disampaikan ke Gebber,” ujar Ketua Tim Kerja Gerakan Banjar Bersih Rentenir (Gebber), Bubung Lukman Hakim, kemarin.

Dijelaskan dia, diantara korban rentenir yang melakukan pengaduan ke Posko Gebber, mengaku mempunyai pinjamanan uang ke rentenir antara Rp 100 ribuan sampai Rp 1 jutaan.

Lainnya: Kemeriahan Kampanye Terbuka Dony-Erwan, Bikin “Kaduhung” Pendukung yang Tak Hadir

“Korban rentenir yang melakukan pengaduan terus bertambah, dari sehari sebelumnya hanya terdata 60 orang, pada hari ini bertambah 10 orang dengan total pengaduan 70 orangan,” ucap Bubung seraya mengatakan Gebber leading sektornya dibawah Baznas Kota Banjar sekarang ini.

Direncanakan semua korban rentenir itu, mulai awal Juli 2018 diundang dan diberi pembinaan secara intensif selama tiga hari berturut-turut, supaya para korban rentenir tak terjebak bujuk rayu praktek rentenir yang seringkali mengedepankan pelayanan pemberian pinjaman uang dengan syarat mudah dan cepat cair itu.

Di tempat terpisah, Ketua Baznas Kota Banjar, H. Abdul Kohar, menyatakan, selama tahun 2016 dan tahun 2017 lalu, Baznas Kota Banjar sudah mendistribusikan uang untuk korban rentenir (gharimin) mencapai Rp 250 juta. Saat itu, terdata ada 386 korban rentenir.

“Bantuan yang diperuntukan memperkuat usaha usaha masyarakat, supaya tidak terjerumus kepada praktek rentenir pada tahun 2016/2017 terdata 160 orang. Besaran yang uang digelontorkan mencapai Rp 250 juta,” katanya.

Lebih lanjut dia memprogramkan mulai Juli tahun 2018 ini, Baznas Kota Banjar siap memberikan solusi kepada korban rentenir dengan alokasi anggaran mencapai Rp 250 juta.

“Tentunya, korban rentenir ini akan diberi bantuan itu diseleksi secara ketat dan mesti membuat surat pernyataan tidak akan pinjam lagi ke rentenir diatas materai nantinya ,” tuturnya.

Selain itu, dikatakan dia, mulai Juli tahun 2018, dialokasi untuk pendampingan korban rentenir sebesar Rp 25 juta.

Menurutnya, jika semua program mengatasi permasalahan rentenir di Kota Banjar berhasil, dimungkinkan alokasi anggarannya untuk itu ditambah lebih besar lagi. (D.Iwan)***


BERITA TERKAIT