Puncak Mudik Sudah Usai, Ciri-cirinya: Bajaj dan Metromini Melintas
KabarPriangan.co.id | 13/06/2018 10:20
Puncak Mudik Sudah Usai, Ciri-cirinya: Bajaj dan Metromini Melintas
Sejumlah pemudik yang menggunakan bajaj melintasi Karawang, Jawa Barat, Ahad, 10 Juni 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

KADIPATEN, (KAPOL).-Tepat pada H-3 Lebaran, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Polisi Agung Budi Marwoto memantau pos pengamanan lebaran di Tanjakan Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12/6/2018).

Dalam kunjungannya tersebut, Kapolda yang didampingi oleh Wakapolda serta jajaran pejabat di Polda langsung memantau kondisi arus lalu lintas dan kesiapan petugas serta jajaran lainnya.

Kapolda Jabar, Irjen Polisi Agung Budi Marwoto mengatakan hingga H-3 Lebaran ini sudah hampir 75 persen pemudik melintas ke jalur Selatan Jawa Barat. Artinya, puncak arus mudik sudah terlewati.

Adapun sisanya, yakni 25 persen pemudik kemungkinan akan melintas secara bertahap hingga hari H lebaran. Dan pemudik akan dianggap sudah selesai jika kendaraan bajaj atau metro mini sudah melintas.

“Ciri-ciri pemudik sudah berkakhir yakni sudah melintasnya kendaraan bajaj atau metro mini. Kalau sekarang kan masih terus berlangsung karena kendaraan bajaj dan metro mini belum melintas,” ucapnya berkelakar.

Menurutnya, bila puncak arus mudik sudah selesai terlewati. Sehingga pemudik yang saat ini melintas hanya tinggal sisa-sisa saja yang berkesempatan mudik belakangan. Periode mudik, baru tuntas bila kendaraan pemudik jenis bajaj dan metromini sudah lewat. Faktanya, belum ada yang lewat makanya harus tetap bersiaga hadapi pemudik.

Dia memperkirakan jumlah pemudik yang sudah melintasi wilayah Jabar baik di rute utara dan selatan mencapai 75 persen. Selanjutnya, pemudik yang melintas memang masih ada, walau jumlahnya tak lagi signifikan.

“Di Jakarta tradisi berangkat setelah takbiran masih ada yang pulang, ada tradisi ntar saja habis shalat Ied (mudiknya). Perkiraan (pemudik) sudah 75 persen, tinggal sisa-sisa saja, puncak sudah lewat termasuk di Cipali, tinggal yang belakangan saja,” ujarnya.

Walau fase tertinggi arus mudik sudah terlewati, ia mengingatkan anggota kepolisian untuk tetap bersiaga membantu pemudik. Sebab keselamatan pemudik supaya tiba di kampung halaman menjadi prioritas kepolisian.

“Sekalipun H- dan H-1 tidak ada macet parah, tapi tetap ada (pemudik),” ungkapnya. (Ema Rohima)***

KABARPRIANGAN.CO.ID


BERITA TERKAIT